Bisa Makan Alpukat Setiap Hari? Ini Penjelasan Ahli Gizi

PUNGGAWALIFE, Alpukat lebih dikenal sebagai salah satu “superfood” yang populer di berbagai menu harian, mulai dari jus, salad, hingga roti panggang. Namun, muncul pertanyaan: apakah aman dan sehat mengonsumsi alpukat setiap hari?

Ahli gizi Lauren Manaker menjelaskan bahwa jawabannya tidak bisa disederhanakan menjadi iya atau tidak. Menurut dia, faktor seperti pola makan keseluruhan, porsi, hingga kondisi kesehatan individu sangat menentukan.

Secara ilmiah, alpukat merupakan buah yang kaya akan lemak tak jenuh tunggal, khususnya asam oleat. Kandungan ini dikenal baik untuk kesehatan jantung karena dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat sekaligus mengurangi peradangan dalam tubuh.

Tak hanya itu, alpukat juga mengandung serat tinggi yang mendukung kesehatan pencernaan, serta berbagai vitamin penting seperti vitamin C, E, K, vitamin B kompleks, dan kalium yang berperan dalam menjaga tekanan darah tetap stabil.

Buah Tin Disebut Ampuh untuk Kesehatan, Ini Fakta dari Ahli Gizi

PUNGGAWALIFE, JAKARTABuah tin atau buah ara dikenal luas sebagai salah satu buah yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Dalam sebuah program kesehatan di tvOne, spesialis gizi klinis Ida Gunawan menjelaskan bahwa konsumsi buah tin secara rutin dapat memberikan berbagai efek positif bagi tubuh, meski tidak semua klaim yang beredar di masyarakat terbukti benar.

Menurut Ida, buah tin terbukti membantu mencegah hipertensi. Hal ini karena kandungan kalium (potasium) yang tinggi pada buah tersebut berperan penting dalam menjaga tekanan darah tetap stabil. Ia menambahkan, pada dasarnya hampir semua buah memiliki kandungan kalium, sehingga konsumsi buah secara beragam sangat dianjurkan.

Selain itu, buah tin juga dinilai baik untuk kesehatan jantung. Kandungan serat yang tinggi serta rendahnya kadar kolesterol dalam buah ini membantu mengontrol kadar lemak dalam darah. Serat berfungsi mengikat lemak berlebih agar dapat dikeluarkan dari tubuh, sehingga risiko penyakit jantung dapat ditekan.

“Buah tin juga mengandung lemak baik yang berkontribusi dalam melindungi fungsi jantung,” ujar Ida.

Tak hanya itu, kandungan serat yang tinggi pada buah tin juga bermanfaat untuk mengatasi wasir. Dalam satu porsi sekitar 40 gram, buah tin mengandung sekitar 3 gram serat, terutama jika dikonsumsi bersama kulitnya.

Ahli Gizi Ungkap Fakta Mengejutkan: Santan Tak Sebabkan Kolesterol Tinggi

PUNGGAWALIFE – Memasuki Hari Raya Idul Fitri, kekhawatiran soal konsumsi daging dan makanan bersantan kerap menghantui masyarakat. Namun, seorang dokter spesialis gizi klinik membantah anggapan umum bahwa santan dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh.

Dr. Dian, Sp.GK, dalam sebuah acara kesehatan di televisi nasional, menegaskan bahwa santan justru tidak terbukti meningkatkan kolesterol. “Penelitian terkini menunjukkan bahwa meskipun santan mengandung lemak jenuh, sifatnya lebih stabil dan penyimpanan lemaknya di tubuh lebih sedikit dibandingkan jenis lemak jenuh lainnya,” jelasnya.

Meski demikian, dokter yang berpraktik sebagai ahli gizi klinik ini mengingatkan agar konsumsi santan tetap dalam batas wajar. Pasalnya, riset juga membuktikan bahwa mengonsumsi santan lebih dari tiga kali dapat meningkatkan risiko penyakit pembuluh darah, termasuk jantung dan stroke.

Daging Rendang Aman untuk Penderita Kolesterol

Terkait konsumsi daging saat lebaran, Dr. Dian menepis mitos bahwa penderita kolesterol tinggi akan mengalami hipertensi bila mengonsumsi hidangan seperti rendang atau opor. “Yang memicu hipertensi bukan dagingnya, melainkan cara pengolahannya,” imbuhnya.

Menurutnya, daging olahan seperti sosis dan salami yang mengandung bahan pengawet justru lebih berpotensi memicu tekanan darah tinggi. Sebaliknya, daging yang diolah sendiri di rumah relatif aman asalkan memilih bagian yang rendah lemak.

“Pilih daging bagian lean atau tanpa lemak, seperti tenderloin atau bagian round pada sapi. Bagian ini kaya protein, asam amino esensial, zat besi, dan vitamin B12 yang dibutuhkan tubuh,” paparnya.

Ahli Gizi Ungkap Fakta Mengejutkan: Air Hangat Lebih Baik untuk Berbuka Puasa

PUNGGAWALIFE – Selama bulan Ramadan, tradisi berbuka puasa dengan minuman dingin seperti es buah, es cendol, atau sirup dingin telah menjadi kebiasaan turun-temurun masyarakat Indonesia. Sensasi segar dan nikmat saat meneguk minuman dingin setelah seharian menahan dahaga memang terasa sangat memuaskan. Namun, apakah kebiasaan ini benar-benar menyehatkan?

Dr. Feni Nugraha, MGC, Spesialis Gizi Klinik, memberikan penjelasan yang mungkin mengubah kebiasaan berbuka puasa Anda. “Memang benar air dingin lebih cepat menghilangkan dahaga dan memberikan sensasi segar. Tetapi dari sisi kesehatan, tubuh kita justru membutuhkan penyesuaian yang tidak ringan,” ungkap dokter Feni dalam program Hidup Sehat tvOne.

Dampak Air Dingin pada Sistem Pencernaan

Menurut penjelasan dokter Feni, setelah berpuasa selama kurang lebih 14 jam tanpa asupan nutrisi, organ pencernaan mengalami perubahan signifikan. Produksi asam lambung menurun dan pergerakan usus melambat secara alami.

“Ketika berbuka langsung dengan air yang terlalu dingin, tubuh harus bekerja ekstra untuk menyesuaikan suhu air dengan suhu tubuh. Proses ini justru membuat pencernaan semakin lambat. Pembuluh darah mengalami konstriksi atau penyempitan, sehingga aliran darah pun ikut melambat,” jelas dokter Feni.

Dampak langsung yang bisa dirasakan adalah perut terasa begah dan cepat kenyang, padaun tubuh masih memerlukan asupan nutrisi setelah berpuasa seharian.

Susu Kental Manis Bukan untuk Diminum: Ini Penjelasan Ahli Gizi

PUNGGAWALIFE, Selama bertahun-tahun, susu kental manis (SKM) telah dianggap sebagai susu dan dikonsumsi layaknya minuman bergizi, terutama oleh anak-anak. Namun, anggapan ini akhirnya diluruskan secara resmi oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Faktanya, susu kental manis bukan susu untuk diminum, melainkan produk pelengkap makanan.

Lalu, apa sebenarnya perbedaan susu kental manis dan susu UHT? Mana yang lebih sehat? Berikut penjelasan lengkap dari sudut pandang ahli gizi.

Apa Itu Susu Kental Manis?

Susu kental manis dibuat dari susu sapi yang mengalami proses evaporasi (penguapan) sehingga kandungan airnya berkurang, lalu ditambahkan gula dalam jumlah sangat tinggi. Kandungan gula pada susu kental manis bisa mencapai 45–50 persen dari total komposisi.

Penambahan gula inilah yang membuat susu kental manis:

  • Rasanya sangat manis
  • Lebih awet hingga bertahun-tahun
  • Tidak cocok dikonsumsi sebagai minuman harian

Walaupun berbahan dasar susu sapi, kandungan susu dalam SKM relatif sedikit karena sebagian besar komposisinya adalah gula.

Exit mobile version