Ikan Asin dan Kolesterol: Fakta yang Perlu Kamu Tahu

MAKASSAR, PUNGGAWALIFE – Ikan asin sudah lama menjadi andalan meja makan masyarakat Indonesia. Gurih, murah, dan mudah didapat — tapi di balik popularitasnya, satu pertanyaan terus bergulir apakah lauk tradisional ini aman bagi kadar kolesterol dalam darah?

Kekhawatiran itu wajar, terutama di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat soal kesehatan jantung. Namun sebelum memutuskan untuk menjauhi ikan asin sepenuhnya, ada baiknya memahami dulu fakta nutrisinya secara utuh.

Ikan asin diproses melalui penggaraman dan pengeringan — metode pengawetan alami yang sudah digunakan turun-temurun. Proses ini menghasilkan lauk yang tahan lama sekaligus mempertahankan sebagian besar kandungan gizinya. Dalam 100 gram ikan asin, terkandung sekitar 40 hingga 42 gram protein, ditambah kalsium, fosfor, zat besi, dan vitamin B.

Soal kolesterol, jawabannya memang ya — ikan asin mengandung kolesterol, seperti halnya semua produk hewani. Namun kadarnya terbilang moderat. Satu porsi sekitar 80 gram ikan asin jenis mackerel, misalnya, mengandung sekitar 70 hingga 80 miligram kolesterol. Angka itu masih jauh di bawah batas harian yang direkomendasikan bagi orang sehat, yakni kurang dari 300 miligram per hari.

Air Hangat di Pagi Hari: Kebiasaan Sepele yang Menyimpan Segudang Manfaat Kesehatan

PUNGGAWALIFE – Bagi sebagian orang, rutinitas setelah bangun tidur mungkin tampak sepele — ada yang langsung menuju kamar mandi, ada yang menghidupkan ponsel, dan ada pula yang bergegas menyeduh minuman hangat. Namun di balik kebiasaan terakhir itu tersimpan manfaat kesehatan yang kerap luput dari perhatian.

Dokter Saddam Ismail, dalam salah satu konten edukasinya, menjelaskan bahwa konsumsi air hangat secara rutin setiap pagi memberikan dampak positif yang lebih luas dari sekadar mengusir kantuk.

Secara umum, tubuh manusia membutuhkan sekitar dua liter atau delapan gelas air per hari agar organ-organ vital dapat bekerja secara optimal. Kebutuhan ini tidak berkurang meski seseorang sedang tidur — metabolisme tubuh tetap berjalan dan membutuhkan asupan cairan. Inilah alasan mengapa minum air hangat begitu dianjurkan segera setelah bangun pagi.

Manfaat pertama yang paling mendasar adalah pencegahan dehidrasi. Setelah berjam-jam tidur tanpa asupan cairan, tubuh berada dalam kondisi rentan kekurangan air. Bila dibiarkan berlarut, dehidrasi bisa membebani kerja ginjal dan memicu gangguan pada saluran kemih.

Kejar Standar Higiene, BGN Targetkan Seluruh Dapur MBG Tersertifikasi Agustus 2026

JAKARTA, PUNGGAWALIFE – Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) mempercepat pemenuhan standar kebersihan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hingga kini, sebanyak 13.576 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Jumlah tersebut mencakup sekitar 52,37 persen dari total 25.925 SPPG yang telah beroperasi di berbagai daerah. Adapun jika mengacu pada jumlah unit yang sudah mengajukan permohonan sertifikasi, capaian itu setara dengan 81,39 persen dari 16.681 SPPG.

Wakil Kepala BGN yang juga menjabat sebagai Ketua Pelaksana Harian Tim Koordinasi MBG, Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan percepatan sertifikasi menjadi prioritas utama guna menjamin kualitas dan keamanan makanan bagi penerima manfaat program.

Ia menargetkan seluruh SPPG sudah mendaftarkan diri untuk memperoleh SLHS paling lambat Juni 2026. Selanjutnya, seluruh unit diharapkan telah mengantongi sertifikat tersebut pada Agustus 2026.

Karbohidrat Bukan Musuh: Salah Kaprah yang Perlu Diluruskan dalam Pola Makan Sehari-hari

MAKASSAR, PUNGGAWALIFE – Karbohidrat kerap menjadi “tertuduh utama” dalam berbagai persoalan kesehatan modern. Padahal, secara ilmiah, zat gizi ini justru memegang peran vital bagi tubuh manusia. Ketika dikonsumsi, karbohidrat akan diolah menjadi glukosa yang berfungsi sebagai sumber energi utama untuk menunjang aktivitas harian, baik fisik maupun mental. Tanpa asupan yang memadai, tubuh berisiko mengalami kekurangan energi yang berdampak pada penurunan kinerja.

Persoalan muncul bukan pada karbohidrat itu sendiri, melainkan pada pola konsumsi masyarakat. Dalam praktik sehari-hari, banyak orang mengonsumsi karbohidrat dalam bentuk yang kurang sehat, seperti nasi putih berlebihan, minuman tinggi gula, serta makanan olahan. Jenis-jenis ini umumnya memiliki indeks glikemik tinggi, yang dapat memicu lonjakan gula darah secara cepat.

Kebiasaan tersebut, jika berlangsung terus-menerus, berpotensi meningkatkan risiko penyakit kronis, termasuk diabetes melitus. Kondisi ini kemudian memunculkan anggapan keliru bahwa karbohidrat adalah penyebab utama masalah kesehatan, sehingga tidak sedikit orang memilih untuk menghindarinya secara ekstrem.

Padahal, tidak semua karbohidrat berdampak buruk. Karbohidrat kompleks, yang banyak ditemukan dalam umbi-umbian, biji-bijian utuh, serta pangan lokal, justru memberikan manfaat bagi tubuh. Proses pencernaannya yang lebih lambat membantu menjaga kestabilan kadar gula darah sekaligus memberikan rasa kenyang lebih lama.

Gizi Seimbang Bukan Sekadar Karbohidrat: Peran Krusial Mineral Makro dalam Menjaga Kesehatan Tubuh

MAKASSAR, PUNGGAWALIFE – Kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat kian meningkat, salah satunya melalui penerapan konsep gizi seimbang. Namun, pemahaman publik kerap masih terbatas pada asupan karbohidrat, protein, dan lemak. Padahal, terdapat komponen penting lain yang tak kalah vital, yakni zat gizi mikro berupa mineral, khususnya kelompok mineral makro yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah besar.

Dalam pedoman “Hidup Sehat Gizi Seimbang”, mineral makro didefinisikan sebagai mineral yang diperlukan lebih dari 100 miligram per hari. Kelompok ini terdiri atas enam unsur utama: kalsium, fosfor, magnesium, natrium, kalium, dan klorida. Keenamnya berperan dalam berbagai fungsi dasar tubuh, mulai dari menjaga keseimbangan cairan, memperkuat tulang dan gigi, hingga mendukung kerja otot serta sistem saraf.

Data Angka Kecukupan Gizi (AKG) menunjukkan kebutuhan harian mineral makro yang bervariasi. Kalsium dibutuhkan sebanyak 1000 miligram per hari, sementara fosfor sebesar 700 miligram. Magnesium memiliki kebutuhan berbeda berdasarkan jenis kelamin, yakni 360 miligram untuk laki-laki dan 340 miligram untuk perempuan. Natrium direkomendasikan 1500 miligram per hari, sedangkan kalium tergolong tinggi dengan kebutuhan 4700 miligram untuk laki-laki dan 4500 miligram untuk perempuan. Adapun klorida diperlukan sebanyak 2300 miligram per hari.

Pakar gizi menekankan bahwa ketepatan dalam memenuhi kebutuhan tersebut menjadi kunci. Asupan yang kurang maupun berlebih sama-sama berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan. Kekurangan mineral makro, misalnya, dapat berdampak serius pada tulang dan gigi. Defisiensi kalsium dan fosfor dalam jangka panjang meningkatkan risiko kerapuhan tulang hingga osteoporosis.

Jangan Asal Simpan, 5 Makanan Ini Bisa Berbahaya Jika Masuk Wadah Plastik

JAKARTA, PUNGGAWALIFE — Penggunaan wadah plastik untuk menyimpan makanan telah menjadi kebiasaan umum karena kepraktisannya. Namun, di balik kemudahan tersebut, tidak semua jenis makanan aman disimpan dalam wadah berbahan plastik. Dalam kondisi tertentu, penggunaan plastik justru dapat mempercepat kerusakan makanan sekaligus meningkatkan risiko kesehatan.

Pakar keamanan pangan mengingatkan masyarakat agar lebih cermat dalam memilih media penyimpanan. Beberapa jenis makanan diketahui lebih rentan mengalami penurunan kualitas bahkan terkontaminasi apabila disimpan dalam wadah plastik tertutup.

Salah satu yang perlu diperhatikan adalah daging mentah, termasuk unggas. Jenis makanan ini secara alami mengeluarkan cairan yang dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri berbahaya seperti Salmonella dan E. coli. Ketika disimpan dalam wadah plastik, tingkat kelembapan meningkat sehingga mempercepat pertumbuhan bakteri. Kondisi ini tidak hanya mempercepat pembusukan, tetapi juga meningkatkan risiko kontaminasi silang.

Produk susu segar, seperti keju lembut, juga tidak disarankan disimpan dalam wadah plastik tertutup rapat. Kurangnya sirkulasi udara dapat menjebak kelembapan dan menciptakan lingkungan yang ideal bagi pertumbuhan jamur dan bakteri. Akibatnya, produk susu lebih cepat basi dan kualitas gizinya menurun.

Kasus Campak Meningkat di Indonesia, Kenali Gejala dan Cara Mencegahnya

JAKARTA, PUNGGAWALIFE — Penyakit campak kembali menjadi perhatian serius di Indonesia setelah terjadi lonjakan kasus dalam beberapa waktu terakhir. Tidak hanya menyerang anak-anak, campak kini juga dilaporkan menginfeksi orang dewasa, bahkan hingga menyebabkan kematian.

Dalam program kesehatan di tvOne, dokter spesialis anak Yuni Astria mengungkapkan bahwa rendahnya kesadaran masyarakat dan kurangnya pemahaman tentang penyakit ini menjadi salah satu penyebab meningkatnya kasus.

Sangat Menular, Lebih Cepat dari COVID-19

Campak termasuk penyakit yang sangat mudah menular. Penularannya terjadi melalui droplet atau percikan saat penderita batuk, bersin, atau berbicara. Bahkan, virus campak dapat bertahan di udara maupun pada permukaan benda hingga dua jam.

“Dalam satu kasus, satu penderita bisa menularkan ke 12 hingga 18 orang lainnya,” jelas dr. Yuni. Tingkat penularan ini bahkan disebut lebih tinggi dibandingkan COVID-19.

Jalan Kaki 40 Menit Sehari, Investasi Murah untuk Kesehatan Otak Jangka Panjang

PUNGGAWALIFE — Di tengah gaya hidup modern yang semakin banyak dihabiskan di depan layar dan minim gerak, sebuah temuan ilmiah kembali mengingatkan masyarakat akan manfaat luar biasa dari aktivitas fisik paling sederhana yang bisa dilakukan siapa saja: berjalan kaki. Para dokter mengutip hasil penelitian yang menunjukkan bahwa meluangkan waktu sekitar 40 menit untuk berjalan santai setiap harinya ternyata mampu memberikan dampak signifikan bagi kesehatan otak.

Aktivitas yang terkesan sepele ini terbukti berperan dalam mempertahankan fungsi kognitif seseorang sekaligus menekan risiko penurunan kemampuan otak yang kerap mengintai seiring bertambahnya usia. Bagi banyak orang yang selama ini beranggapan bahwa menjaga kesehatan otak membutuhkan upaya besar dan biaya mahal, temuan ini menjadi kabar baik yang patut disambut antusias.

Salah satu alasan mengapa jalan kaki begitu bermanfaat bagi otak adalah kemampuannya meningkatkan aliran darah ke organ vital tersebut. Ketika tubuh bergerak, jantung memompa darah lebih aktif, memastikan otak mendapatkan pasokan oksigen dan nutrisi yang cukup untuk bekerja secara optimal. Tak hanya itu, rutinitas berjalan kaki juga terbukti berkontribusi positif terhadap kesehatan mental, membantu meredakan stres yang apabila dibiarkan menumpuk justru menjadi salah satu ancaman terbesar bagi kinerja otak dalam jangka panjang.

Keunggulan lain dari olahraga ringan ini adalah aksesibilitasnya yang tidak tertandingi. Tidak diperlukan peralatan khusus, keanggotaan pusat kebugaran, maupun keahlian tertentu untuk memulainya. Siapa pun, dari berbagai usia dan latar belakang, dapat langsung mempraktikkannya kapan saja dan di mana saja.

Dua hingga Tiga Cangkir Sehari: Kopi Ternyata Bisa Jadi Perisai Kesehatan Mental

PUNGGAWALIFE, MAKASSAR — Di tengah meningkatnya kekhawatiran global terhadap gangguan kesehatan mental, sebuah penelitian terbaru membawa kabar menarik bagi para pecinta kopi. Studi yang melibatkan lebih dari 400 ribu responden itu menemukan bahwa kebiasaan minum kopi secara teratur dalam takaran yang tepat berpotensi menjadi salah satu cara sederhana untuk menekan risiko depresi dan gangguan kecemasan.

Penelitian ini digagas oleh tim ilmuwan dari Universitas Fudan, China, yang secara khusus mengkaji keterkaitan antara pola konsumsi kopi dengan kondisi psikologis seseorang. Para peneliti menelusuri berbagai variabel, mulai dari jumlah cangkir yang dikonsumsi setiap harinya hingga jenis kopi yang diminum, lalu menghubungkannya dengan tingkat stres, suasana hati, serta kecenderungan depresi pada para partisipan.

Hasilnya cukup mengejutkan sekaligus melegakan. Konsumsi kopi sebanyak dua hingga tiga cangkir per hari terbukti berada pada titik optimal dalam memberikan efek protektif terhadap kesehatan mental. Pada rentang tersebut, manfaat kopi terasa paling signifikan. Sebaliknya, mereka yang mengonsumsi terlalu sedikit atau justru terlalu banyak kopi tidak mendapatkan perlindungan serupa, sehingga para peneliti menyebut jumlah tersebut sebagai “sweet spot” dalam konsumsi kopi harian.

Temuan ini hadir di saat dunia tengah bergulat dengan lonjakan kasus gangguan jiwa yang dipicu oleh berbagai tekanan kehidupan modern. Dalam konteks itulah, para ilmuwan mulai memandang pola konsumsi harian, termasuk pilihan minuman, sebagai variabel yang tidak bisa diabaikan dalam upaya pencegahan gangguan mental.

Jalan Kaki, Olahraga Paling Sederhana yang Sering Disepelekan

PUNGGAWALIFE — Di tengah gempuran tren hidup sehat yang kian kompleks dan mahal, banyak orang justru melupakan satu aktivitas fisik paling mendasar yang telah dilakukan manusia sejak awal peradaban: berjalan kaki. Ketika sebagian besar masyarakat berlomba mendaftar keanggotaan pusat kebugaran, membeli peralatan olahraga mutakhir, atau mengikuti program diet ketat yang lebih sering mendatangkan stres daripada manfaat, berjalan kaki diam-diam membuktikan diri sebagai pilihan yang justru paling berkelanjutan.

Aktivitas ini memang kerap dianggap “kurang serius” sebagai bentuk olahraga. Namun berbagai penelitian menunjukkan bahwa berjalan kaki secara rutin mampu memberikan dampak nyata bagi kesehatan tubuh dan kejernihan pikiran, tanpa risiko cedera berlebih dan tanpa biaya sepeser pun.

Yang menarik untuk dicermati bukan sekadar apakah seseorang berjalan kaki atau tidak, melainkan kapan aktivitas itu dilakukan. Waktu pelaksanaan ternyata berpengaruh cukup signifikan terhadap manfaat yang diperoleh tubuh.

Bagi mereka yang ingin memulai hari dengan kepala jernih, berjalan kaki di pagi hari menawarkan kombinasi manfaat yang sulit ditandingi rutinitas lain. Paparan cahaya matahari pagi membantu mengatur jam biologis tubuh, meningkatkan konsentrasi, dan menstabilkan suasana hati sepanjang hari. Tidak sedikit orang yang awalnya mencoba jalan pagi secara iseng, lalu akhirnya menjadikannya kebiasaan tetap karena efeknya terasa nyata, baik secara fisik maupun mental.

Tren Gaya Hidup Sehat, Susu Kefir Kian Diminati karena Segudang Manfaat

PUNGGAWALIFE, Kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat terus meningkat. Tak hanya memperhatikan asupan makanan, banyak orang kini mulai fokus pada kesehatan sistem pencernaan sebagai kunci utama kebugaran tubuh. Salah satu produk yang tengah naik daun adalah susu kefir, minuman fermentasi yang kaya manfaat.

Susu kefir dikenal sebagai minuman probiotik yang dihasilkan dari fermentasi susu menggunakan ragi khusus. Berasal dari kawasan Kaukasus, minuman ini telah lama dikonsumsi karena dipercaya mampu menjaga keseimbangan bakteri baik dalam tubuh. Tak heran, kefir kini menjadi bagian dari tren diet sehat modern.

Selain mengandung nutrisi penting seperti kalsium, vitamin B, dan vitamin K, kefir juga memiliki lebih dari 70 jenis bakteri baik yang berperan penting dalam menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh. Konsumsi rutin minuman ini disebut mampu membantu meningkatkan daya tahan tubuh, memperbaiki sistem pencernaan, hingga mendukung kesehatan organ vital.

Di kalangan pecinta gaya hidup sehat, kefir juga populer karena manfaatnya dalam menjaga berat badan. Kandungan probiotiknya membantu meningkatkan metabolisme serta memberikan efek kenyang lebih lama, sehingga cocok dijadikan pendamping program diet.

Ingin Imun Tetap Prima? Coba Konsumsi Buah Ini Secara Rutin

PUNGGAWALIFE, Menjaga daya tahan tubuh tak selalu harus rumit. Salah satu langkah paling mudah yang bisa dilakukan adalah rutin mengonsumsi buah. Selain segar, berbagai jenis buah mengandung vitamin, mineral, dan antioksidan yang berperan penting dalam meningkatkan sistem imun, terutama yang kaya vitamin C.

Buah dapat dikonsumsi langsung atau diolah menjadi jus sesuai selera. Berikut sejumlah buah yang dikenal bermanfaat untuk menjaga daya tahan tubuh.

Tomat, Sumber Antioksidan Mudah Ditemukan
Tomat menjadi salah satu buah yang mudah dijumpai namun memiliki manfaat besar. Dalam 100 gram tomat, terkandung sekitar 20 persen kebutuhan harian vitamin C dan vitamin A. Kombinasi keduanya berperan sebagai antioksidan yang membantu tubuh melawan radikal bebas.

Jeruk, Andalan Vitamin C
Berbagai jenis jeruk seperti jeruk bali, lemon, hingga jeruk nipis dikenal kaya vitamin C. Kandungan ini membantu memperkuat sistem imun dan menjaga tubuh tetap fit, terutama saat cuaca tidak menentu.

Bisa Makan Alpukat Setiap Hari? Ini Penjelasan Ahli Gizi

PUNGGAWALIFE, Alpukat lebih dikenal sebagai salah satu “superfood” yang populer di berbagai menu harian, mulai dari jus, salad, hingga roti panggang. Namun, muncul pertanyaan: apakah aman dan sehat mengonsumsi alpukat setiap hari?

Ahli gizi Lauren Manaker menjelaskan bahwa jawabannya tidak bisa disederhanakan menjadi iya atau tidak. Menurut dia, faktor seperti pola makan keseluruhan, porsi, hingga kondisi kesehatan individu sangat menentukan.

Secara ilmiah, alpukat merupakan buah yang kaya akan lemak tak jenuh tunggal, khususnya asam oleat. Kandungan ini dikenal baik untuk kesehatan jantung karena dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat sekaligus mengurangi peradangan dalam tubuh.

Tak hanya itu, alpukat juga mengandung serat tinggi yang mendukung kesehatan pencernaan, serta berbagai vitamin penting seperti vitamin C, E, K, vitamin B kompleks, dan kalium yang berperan dalam menjaga tekanan darah tetap stabil.

Lalapan, Warisan Kuliner Sunda yang Kaya Gizi: Panduan Sehat Mengonsumsinya

PUNGGAWALIFE — Siapa yang tidak kenal lalapan? Sajian sederhana berupa aneka sayuran segar ini telah lama menjadi bagian tak terpisahkan dari kuliner Sunda. Nasi liwet, pepes, ayam bakar, hingga ikan goreng terasa kurang sempurna tanpa kehadiran lalapan di sisinya. Namun di balik kelezatan dan kesederhanaannya, lalapan menyimpan segudang manfaat gizi yang kerap belum dipahami sepenuhnya oleh masyarakat, sekaligus menyimpan potensi risiko kesehatan apabila tidak ditangani dengan benar.

Dokter spesialis gizi Shila Stefani menegaskan bahwa lalapan pada dasarnya adalah sayuran, sehingga secara umum aman dan menyehatkan untuk dikonsumsi. Kandungan serat, vitamin, mineral, dan antioksidannya menjadikan lalapan sebagai pelengkap makan yang bernilai tinggi secara nutrisi. Bahkan kalorinya tergolong sangat rendah, sehingga aman dikonsumsi dalam jumlah banyak sekalipun tanpa khawatir memicu kenaikan berat badan.

Mentah Lebih Unggul, Asal Bersih

Salah satu keunikan lalapan dibandingkan olahan sayuran lainnya adalah kebiasaan mengonsumsinya dalam keadaan mentah. Ternyata, cara ini justru lebih dianjurkan dari sisi nutrisi. Penelitian menunjukkan bahwa proses perebusan dapat mengurangi kandungan vitamin C dalam sayuran hingga lebih dari seperempatnya. Artinya, mengonsumsi lalapan mentah berarti mendapatkan manfaat gizi yang lebih utuh dan lengkap.

Meski demikian, tidak semua lalapan disajikan mentah. Daun singkong dan daun pepaya, misalnya, umumnya dikonsumsi dalam keadaan matang. Keduanya tetap digolongkan sebagai lalapan karena disajikan tanpa bumbu tambahan. Sementara selada, kemangi, mentimun, kacang panjang, dan lenca lazimnya dimakan segar tanpa dimasak terlebih dahulu.

Labu Siam: Sayuran Murah Meriah Segudang Manfaat, Buktikan Faktanya Bersama Dokter Gizi

PUNGGAWALIFE — Labu siam adalah salah satu sayuran yang paling mudah dijumpai di pasar tradisional maupun modern di seluruh Indonesia. Direbus, ditumis, dijadikan sayur bening, atau dipadukan dengan berbagai bumbu — semuanya menghasilkan cita rasa yang segar dan nikmat. Namun di balik kelezatannya yang sederhana, labu siam ternyata menyimpan segudang manfaat kesehatan yang belum banyak diketahui masyarakat luas. Bahkan sejumlah anggapan keliru tentang sayuran ini perlu diluruskan berdasarkan fakta ilmiah.

Dokter spesialis gizi klinik dr. Kristina Joy hadir meluruskan berbagai mitos yang beredar di masyarakat seputar konsumsi labu siam, sekaligus mengungkap manfaat nyata sayuran hijau ini bagi kesehatan tubuh.

Rendah Kalori, Efektif untuk Diet

Bagi mereka yang sedang menjalani program penurunan berat badan, labu siam adalah pilihan yang sangat direkomendasikan. Dalam 100 gram labu siam, hanya terkandung sekitar 13 kalori — angka yang sangat rendah dibandingkan sebagian besar sumber karbohidrat lainnya. Di sisi lain, kandungan seratnya yang tinggi mampu memberikan rasa kenyang lebih lama, sehingga keinginan untuk makan berlebih pun dapat ditekan secara alami. Dengan kata lain, mengonsumsi labu siam dalam jumlah banyak sekalipun tidak akan membebani tubuh dengan kalori berlebih.

Aman bahkan Dianjurkan untuk Penderita Diabetes

Beredar anggapan di masyarakat bahwa labu siam berbahaya bagi penderita diabetes. Menurut dr. Kristina, hal ini adalah mitos yang tidak berdasar. Sebaliknya, labu siam justru mengandung kadar gula yang sangat rendah. Jenis karbohidrat yang terkandung di dalamnya pun termasuk karbohidrat kompleks, yang hanya meningkatkan kadar gula darah secara perlahan dan bertahap. Ditambah dengan kandungan seratnya yang melimpah, labu siam justru membantu para penderita diabetes untuk menjaga kestabilan gula darah mereka.

Exit mobile version