Stroke Jadi Penyakit Termahal Ketiga di Indonesia, Biaya Capai Rp5,2 Triliun

PUNGGAWALIFE, Jakarta — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan bahwa stroke menempati posisi ketiga sebagai penyakit dengan beban pembiayaan tertinggi di Indonesia. Berdasarkan data tahun 2023, total biaya pelayanan kesehatan untuk penyakit stroke mencapai Rp5,2 triliun.

Direktur Pelayanan Klinis Kemenkes, Obrin Parulian, menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (16/7/2025). Menurutnya, stroke termasuk dalam kategori penyakit katastrofi yang memberikan dampak finansial signifikan bagi sistem kesehatan nasional.

“Penyakit stroke termasuk penyakit katastrofi yang menempati urutan ketiga dalam hal beban pembiayaan di antara seluruh penyakit di Indonesia. Data kami menunjukkan bahwa pada 2023, total biaya pelayanan kesehatan untuk stroke mencapai Rp5,2 triliun,” tegas Obrin.

Menghadapi tantangan ini, Kemenkes menekankan pentingnya penanganan stroke yang cepat, tepat, dan efisien sebagai kunci utama intervensi. Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen penuh untuk menyediakan layanan stroke yang responsif bagi masyarakat.

Obrin mengingatkan bahwa stroke iskemik merupakan salah satu penyebab utama kecacatan dan kematian di Indonesia. Secara global, lebih dari 15 juta orang mengalami stroke setiap tahunnya, dengan lima juta di antaranya meninggal dunia.

“Lima juta lainnya mengalami kecacatan permanen. Kondisi kecacatan permanen ini menimbulkan beban yang sangat berat, baik dari segi sosial maupun ekonomi,” pungkas Obrin.

Data ini menjadi pengingat akan urgensi pencegahan dan penanganan stroke yang lebih baik di Indonesia, mengingat dampak yang ditimbulkannya tidak hanya pada aspek kesehatan, tetapi juga sosial dan ekonomi masyarakat.

9 Manfaat Semangka untuk Kesehatan yang Perlu Diketahui

PUNGGAWALIFE, Jakarta — Buah semangka tidak hanya menyegarkan ketika dikonsumsi di siang hari yang terik, tetapi juga menyimpan beragam manfaat kesehatan yang luar biasa. Menurut sumber Health yang dikutip Rabu ini, semangka layak menjadi stok buah wajib di rumah karena berbagai khasiatnya.

Detoksifikasi Alami Tubuh

Ahli diet, olahraga, dan pelatih kekuatan dari Revive Sports Recovery, Louisa Mason, MS, RDN, LDN, CSCS, menjelaskan bahwa semangka membantu tubuh membuang kelebihan cairan tanpa mengurangi natrium atau kalium berlebihan. Hal ini menjadikan semangka sangat bermanfaat untuk menjaga keseimbangan elektrolit tubuh.

Kandungan Air Tinggi untuk Hidrasi Optimal

Dengan kandungan air lebih dari 90 persen, semangka menjadi pilihan ideal untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi sepanjang hari.

Pemulihan Pasca Olahraga

Kandungan L-sitrulin dalam semangka terbukti mampu melancarkan aliran darah sekaligus mengurangi nyeri otot. Mason menyebut jus semangka sebagai minuman pemulihan alami yang efektif setelah berolahraga.

Kesehatan Otak dan Mood

L-sitrulin berperan penting dalam melancarkan aliran darah ke otak. Ditambah dengan kandungan vitamin B6, semangka mendukung produksi neurotransmitter seperti serotonin dan dopamin yang berpengaruh pada suasana hati.

Riset menunjukkan bahwa konsumsi jus semangka harian pada wanita pascamenopause mampu meningkatkan kadar likopen dalam darah hingga lebih dari 80 persen, yang membantu melindungi otak dari stres jangka panjang.

Kualitas Tidur Lebih Baik

Kandungan magnesium dan vitamin B6 dalam semangka berperan dalam produksi melatonin. Mengonsumsi semangka sebagai camilan malam dapat membantu relaksasi dan meningkatkan kualitas tidur tanpa efek samping negatif.

Kesehatan Mulut Terjaga

Semangka mampu meningkatkan produksi air liur dan memiliki kadar asam yang rendah. Hal ini membuatnya aman dikonsumsi oleh penderita gigi sensitif akibat resesi gusi.

Pencernaan Lancar

Kandungan 90 persen air dalam semangka menjaga saluran pencernaan tetap terhidrasi dan mendukung pergerakan usus yang sehat tanpa menimbulkan efek samping merugikan.

Jantung Sehat

Semangka berperan menjaga kesehatan jantung dengan cara mempertahankan fleksibilitas pembuluh darah melalui peningkatan oksida nitrat yang memperlancar aliran darah.

Selain itu, konsumsi semangka juga terbukti dapat menurunkan tekanan darah sistolik, kolesterol total, dan kadar LDL (kolesterol jahat) dalam tubuh.

Dengan beragam manfaat tersebut, semangka layak menjadi pilihan buah sehat untuk dikonsumsi setiap hari.

Studi Terbaru: Frekuensi Buang Air Besar Jadi Indikator Kesehatan Tubuh Secara Menyeluruh

Penelitian melibatkan 1.425 peserta ungkap hubungan pola BAB dengan risiko penyakit kronis

PUNGGAWALIFE, HEALTH — Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan bahwa kebiasaan buang air besar (BAB) seseorang dapat menjadi cerminan kondisi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Studi komprehensif yang melibatkan 1.425 partisipan ini menganalisis korelasi antara frekuensi dan konsistensi BAB dengan berbagai parameter kesehatan, termasuk data demografi, genetik, dan kondisi medis peserta.

Zona “Goldilocks” untuk Kesehatan Optimal

Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Cell Reports Medicine dan dilaporkan Science Alert menunjukkan bahwa individu dengan kondisi kesehatan terbaik umumnya melaporkan frekuensi BAB satu hingga dua kali sehari. Pola ini disebut sebagai “zona goldilocks” – kondisi ideal yang tidak terlalu sering maupun terlalu jarang.

Dr. Sean Gibbons, ahli mikrobiologi dari Universitas Washington yang memimpin penelitian ini, menjelaskan, “Temuan ini mendemonstrasikan bagaimana frekuensi defekasi dapat mempengaruhi seluruh sistem tubuh, dan bagaimana pola BAB yang abnormal berpotensi menjadi faktor risiko signifikan dalam perkembangan penyakit kronis.”

Kategori Frekuensi BAB dan Implikasinya

Para peneliti mengklasifikasikan pola BAB peserta ke dalam empat kategori berdasarkan frekuensinya:

1. Konstipasi (Sembelit): Satu hingga dua kali per minggu

  • Dikaitkan dengan peningkatan risiko gangguan kesehatan tertentu
  • Menunjukkan kemungkinan masalah pada sistem pencernaan

2. Normal Rendah: Tiga hingga enam kali per minggu

  • Masih dalam rentang normal namun di batas bawah
  • Memerlukan perhatian pada asupan serat dan cairan

3. Normal Tinggi: Satu hingga tiga kali per hari

  • Kategori optimal untuk kesehatan pencernaan
  • Menunjukkan fungsi sistem pencernaan yang baik

4. Diare: Empat kali atau lebih dengan konsistensi encer per hari

  • Dapat mengindikasikan masalah kesehatan mendasar
  • Memerlukan evaluasi medis lebih lanjut

Analisis Mendalam: Dari Metabolit hingga Mikrobioma

Tim peneliti melakukan analisis komprehensif terhadap berbagai biomarker kesehatan, meliputi:

  • Metabolit dan komposisi kimia darah
  • Profil genetik individual
  • Mikrobioma usus melalui sampel tinja
  • Korelasi dengan faktor demografis seperti usia dan jenis kelamin

Temuan menarik dari penelitian ini menunjukkan bahwa individu dengan frekuensi BAB yang lebih jarang cenderung berjenis kelamin perempuan, berusia lebih muda, dan memiliki indeks massa tubuh (IMT) yang lebih rendah.

Peran Gaya Hidup dalam Kesehatan Pencernaan

Penelitian ini juga menggarisbawahi pentingnya faktor gaya hidup dalam menjaga kesehatan sistem pencernaan. Partisipan yang berada dalam zona goldilocks menunjukkan pola hidup yang lebih sehat, karakteristik meliputi:

  • Asupan serat tinggi: Mengonsumsi lebih banyak makanan berserat
  • Hidrasi optimal: Mempertahankan konsumsi air yang cukup
  • Aktivitas fisik teratur: Lebih sering berolahraga dan bergerak aktif
  • Mikrobioma sehat: Sampel tinja menunjukkan tingkat bakteri beneficial yang tinggi, khususnya yang terkait dengan fermentasi serat

Implikasi untuk Kesehatan Jangka Panjang

Dr. Gibbons menekankan bahwa meskipun setiap orang pernah mengalami gangguan pencernaan sementara – baik karena penyakit perut atau konsumsi makanan tertentu – penelitian ini lebih fokus pada pola rutin sehari-hari.

“Yang kami amati adalah bagaimana ‘normalitas’ individual dalam pola BAB dapat memberikan sinyal awal tentang masalah kesehatan yang mungkin tidak disadari,” jelasnya.

Rekomendasi untuk Masyarakat

Berdasarkan temuan ini, para ahli merekomendasikan:

  1. Memperhatikan pola BAB pribadi sebagai indikator kesehatan
  2. Mengonsumsi makanan tinggi serat secara konsisten
  3. Menjaga hidrasi tubuh yang optimal
  4. Melakukan aktivitas fisik teratur
  5. Berkonsultasi dengan tenaga medis jika mengalami perubahan pola BAB yang signifikan

Penelitian ini membuka wawasan baru tentang pentingnya memperhatikan fungsi pencernaan sebagai bagian integral dari pemantauan kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Jangan Remehkan Sawi! 5 Manfaat Luar Biasa Sayuran Hijau Ini untuk Tubuh Anda

Siapa sangka sayuran sederhana yang sering dijadikan tumisan ini menyimpan segudang manfaat kesehatan?

PUNGGAWALIFE. HEALTH — Sawi, atau yang dikenal dengan nama ilmiah Brassica juncea, bukan lagi sekadar sayuran pelengkap di meja makan. Sayuran hijau yang memiliki varian hijau dan putih ini ternyata merupakan powerhouse nutrisi yang tak boleh diabaikan dalam menu harian Anda.

Dengan rasa yang lezat dan tekstur renyah yang khas, sawi menjadi pilihan favorit untuk berbagai olahan masakan. Namun, di balik kelezatannya, tersimpan kandungan nutrisi yang menakjubkan seperti vitamin A, C, dan K, plus mineral penting seperti kalsium dan zat besi.

Lima Keajaiban Sawi untuk Kesehatan Optimal

1. Perisai Alami Melawan Radikal Bebas

Sawi berperan sebagai antioksidan alami yang mampu melindungi tubuh dari serangan radikal bebas. Menurut penelitian yang dimuat dalam International Journal of Biomedical Science tahun 2018, kerusakan akibat radikal bebas dalam jangka panjang dapat memicu berbagai penyakit serius seperti jantung, kanker, dan Alzheimer.

2. Sahabat Jantung Sehat

Kandungan vitamin C, flavonoid, dan beta-karoten dalam sawi hijau menjadikannya sekutu terbaik untuk kesehatan kardiovaskular. Nutrisi-nutrisi ini efektif menurunkan risiko kematian akibat penyakit jantung. Bonus lainnya, sawi memiliki kemampuan mengikat asam empedu yang membantu mengontrol kadar kolesterol dalam darah.

3. Benteng Perlindungan Anti-Kanker

Glukosinolat, senyawa aktif dalam sawi, bertindak sebagai pelindung sel dari kerusakan DNA sekaligus mencegah pertumbuhan sel kanker. Riset menunjukkan konsumsi sawi hijau dapat menurunkan risiko berbagai jenis kanker, termasuk prostat, usus besar, lambung, hidung, dan mulut.

4. Mata Sehat dan Tajam

Vitamin A dalam sawi berperan vital dalam menjaga kesehatan mata. Nutrisi ini tidak hanya melindungi mata dari kerusakan sel, tetapi juga mencegah penurunan fungsi penglihatan dan mengurangi risiko penyakit mata seperti rabun senja dan degenerasi makula.

5. Kulit Awet Muda dan Bercahaya

Kombinasi vitamin C dan E dalam sawi menciptakan formula alami untuk kulit sehat. Kedua vitamin ini bekerja sama melindungi kulit dari kerusakan akibat paparan sinar UV dan mencegah tanda-tanda penuaan dini, menjadikan kulit tampak lebih muda dan bercahaya.

Tips Menikmati Sawi dalam Keseharian

Untuk mendapatkan manfaat optimal, konsumsilah sawi secara rutin dalam menu harian Anda. Sayuran ini dapat diolah menjadi tumisan, ditambahkan dalam sup, atau bahkan dijadikan lalapan segar. Pilih sawi yang masih segar dengan daun hijau cerah untuk mendapatkan nutrisi terbaik.

Jadi, mulai sekarang jangan pernah meremehkan sawi di piring Anda. Sayuran sederhana ini ternyata menyimpan kekuatan luar biasa untuk kesehatan tubuh yang optimal!

Ternyata Kopi Robusta Tak Hanya Pahit, Tapi Juga Kaya Manfaat untuk Kesehatan

PUNGGAWALIFE, HEALTH – Kopi robusta yang terkenal dengan rasa pahitnya ternyata menyimpan segudang manfaat untuk kesehatan tubuh. Meski memiliki karakteristik rasa yang kuat dan pahit, minuman favorit masyarakat Indonesia ini rupanya bisa memberikan dampak positif bagi kesehatan jika dikonsumsi dalam takaran yang tepat.

Berdasarkan berbagai penelitian kesehatan, kopi robusta memiliki lima manfaat utama yang patut diketahui para penikmat kopi. Berikut ulasan lengkapnya:

1. Menjaga Kesehatan Rongga Mulut

Konsumsi kopi robusta terbukti bermanfaat untuk menjaga kesehatan mulut dan gigi. Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal “Efficacy of Robusta Coffee Bean Extract (Coffea robusta) Against Bacterial Growth of Staphylococcus aureus” mengungkapkan bahwa ekstrak kopi robusta memiliki sifat antibakteri yang efektif.

Kandungan antibakteri dalam kopi robusta mampu menghambat pertumbuhan bakteri berbahaya seperti S. aureus, E. coli, dan P. aeruginosa. Bakteri Staphylococcus aureus sendiri sering ditemukan di rongga mulut dan menjadi penyebab infeksi serta berbagai masalah kesehatan gigi dan mulut.

2. Mencegah Penyakit Degeneratif Saraf

Kandungan kafein dalam kopi robusta berperan penting dalam melindungi sistem saraf. Kafein membantu mencegah kerusakan sel-sel saraf yang biasanya dikaitkan dengan penyakit Parkinson. Selain itu, kafein juga berfungsi menghambat peradangan di otak yang dapat memicu perkembangan penyakit Alzheimer.

3. Mengontrol Kadar Kolesterol

Kopi robusta mengandung antioksidan alami yang dapat meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) dalam tubuh. Dengan meningkatnya HDL, risiko peradangan yang dapat memicu penyakit jantung pun berkurang secara signifikan.

4. Mendukung Kesehatan Jantung

Kafein dalam kopi robusta membantu meningkatkan fungsi pembuluh darah dan melancarkan aliran darah. Namun, para ahli kesehatan menekankan pentingnya mengonsumsi kopi dalam batas wajar. Konsumsi berlebihan justru dapat meningkatkan tekanan darah dan memberikan efek negatif pada kesehatan jantung.

5. Mengurangi Risiko Kanker

Sebuah studi komprehensif yang melibatkan 67.000 wanita menunjukkan hasil menggembirakan. Konsumsi kopi secara rutin diklaim dapat mengurangi risiko terkena kanker prostat, paru-paru, payudara, dan pankreas. Manfaat ini berasal dari kandungan asam antioksidan yang berperan melindungi tubuh dari sel-sel kanker dan berbagai penyakit lainnya.

Kunci Utama: Konsumsi Secukupnya

Meski memiliki berbagai manfaat kesehatan, para ahli menekankan pentingnya mengonsumsi kopi robusta dalam takaran yang tepat. Konsumsi berlebihan dapat menimbulkan efek samping yang justru merugikan kesehatan tubuh.

Dengan mengetahui berbagai manfaat ini, kopi robusta tidak lagi hanya sekadar minuman penghilang kantuk, tetapi juga bisa menjadi bagian dari gaya hidup sehat yang mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh.


Sumber: Berbagai penelitian kesehatan dan jurnal ilmiah

Awas! 6 Buah Favorit Ini Ternyata Berbahaya untuk Kesehatan, Kata Dokter

PUNGGAWALIFE, HEALTH – Siapa yang tidak suka buah? Makanan sehat yang kaya serat, vitamin, protein, kalsium, dan antioksidan ini memang selalu menjadi pilihan utama untuk gaya hidup sehat. Namun, tahukah Anda bahwa tidak semua buah baik untuk kesehatan? Beberapa jenis buah justru dapat membahayakan tubuh jika dikonsumsi berlebihan.

Dr. dr. Hans Tandra, Sp.PD-KEMD, Ph.D, FINASIM, FACE, FACP, seorang ahli endokrinologi terkemuka, baru-baru ini membagikan informasi mengejutkan melalui unggahan TikTok-nya. Ia memperingatkan masyarakat untuk berhati-hati mengonsumsi buah-buahan tertentu, terutama bagi penderita diabetes dan mereka yang sedang menjaga kadar gula darah.

 

Formula “Madu Sepi dan Kura” – Panduan Praktis Hindari Buah Berbahaya

Dokter Hans memperkenalkan singkatan unik yang mudah diingat: “Madu Sepi dan Kura”. Formula ini mencakup buah-buahan yang sebaiknya dihindari atau dibatasi konsumsinya:

  • “Madu” = Mangga, Durian, Semangka, dan Pisang
  • “Kura” = Kurma dan Anggur

Buah-buahan dalam kategori ini tidak hanya merupakan buah musiman, tetapi juga mengandung kadar gula yang sangat tinggi dan berpotensi meningkatkan risiko kesehatan.

@goodtalk.id 🍉 Buah Segar, Tapi Gula Naik? Buah memang sehat, tapi nggak semua buah aman bagi penderita diabetes atau yang sedang jaga gula darah. Beberapa buah punya indeks glikemik tinggi alias cepat menaikkan kadar gula darah, apa saja macam-macam buahnya? Simak penjelasan selengkapnya dengan narasumber Dr.dr. Hans Tandra, Sp.PD-KEMD, Ph.D, FINASIM, FACE, FACP. Beliau adalah internist, endokrinologist, dan health motivator. Follow instagram @goodtalk.id untuk mendapatkan tips sehat dari kami. Ingat, buah tetap sehat asal tahu cara dan porsinya! #jagakesehatan #gayahidupsehat #hidupsehat #goodtalk #healthylife #SehatItuBijak #BuahDanGula #GulaDarah #BuahSehat #IndeksGlikemik #TipsDiabetes #BuahUntukDiabetes #GulaNaik #PolaMakanSehat #KesehatanPencernaan #KontrolGula ♬ original sound – goodtalk.id

6 Buah yang Wajib Diwaspadai

1. Mangga – Si Manis yang Menyamar

Mangga memang buah favorit banyak orang berkat rasa manis dan kandungan vitamin C, folat, serta tembaga yang tinggi. Namun, fakta mengejutkan terungkap: satu buah mangga setara dengan mengonsumsi tiga piring nasi! Kadar gula yang tinggi dalam mangga membuatnya tidak direkomendasikan untuk dikonsumsi berlebihan.

2. Durian – Raja Buah dengan Risiko Tersembunyi

Durian, si “raja buah” dengan aroma khas yang menggoda, ternyata menyimpan bahaya. Selain kandungan alkohol dan asam arakidonat yang cukup tinggi, satu buah durian juga setara dengan tiga piring nasi. Bagi pecinta durian, moderasi adalah kunci.

3. Semangka – Penyegar yang Menipu

Semangka memang pilihan tepat saat cuaca panas karena kandungan airnya yang melimpah. Sayangnya, buah ini tergolong rendah serat namun tinggi gula. Dua potong semangka saja sudah mengandung 17 gram gula, yang dapat berdampak buruk bagi kadar gula darah.

4. Pisang – Buah Sehat dengan Catatan Khusus

Meski kaya serat dan gizi, pisang memiliki karakteristik unik: semakin matang, kadar gulanya semakin tinggi. Risiko bertambah ketika pisang diolah menjadi gorengan atau camilan manis, yang dapat meningkatkan kalori dan kadar gula secara signifikan.

5. Kurma – Superfood yang Perlu Dibatasi

Kurma dikenal sebagai superfood karena kaya antioksidan dan mikronutrien seperti potasium, tembaga, dan magnesium. Namun, satu cangkir kurma mengandung 451 kalori dan 101 gram gula! Dokter Hans juga memperingatkan bahwa kurma kemasan seringkali mengandung gula tambahan yang tersembunyi.

6. Anggur – Buah Kecil dengan Gula Besar

Meski tidak dijelaskan secara detail dalam sumber, anggur masuk dalam kategori “Kura” yang perlu diwaspadai karena kandungan gula yang tinggi.

 

Tips Sehat Mengonsumsi Buah

Dokter Hans menyarankan untuk memilih buah-buahan yang mengandung serat tinggi dan menghindari buah yang diolah menjadi jus, karena proses tersebut dapat meningkatkan konsentrasi gula. Penting juga untuk menggali informasi nutrisi sebelum mengonsumsi buah tertentu.

Bagi penderita diabetes atau mereka yang sedang menjaga kadar gula darah, konsultasi dengan ahli gizi atau dokter sangat disarankan untuk menentukan porsi dan jenis buah yang aman dikonsumsi.

Ingat, kunci hidup sehat adalah moderasi dan pemilihan makanan yang tepat. Buah tetap penting untuk kesehatan, namun bijak dalam memilih dan mengonsumsinya adalah langkah terbaik untuk menjaga kesehatan optimal.


Artikel ini disusun berdasarkan informasi dari Dr. dr. Hans Tandra, Sp.PD-KEMD, Ph.D, FINASIM, FACE, FACP melalui unggahan TikTok-nya.

Mengapa Masyarakat Miskin Memilih Rokok daripada Makanan Bergizi? Ini Penjelasan Ahli

Fenomena yang mengejutkan terjadi di kalangan masyarakat kelas menengah ke bawah di Indonesia. Mereka yang berjuang keras memenuhi kebutuhan sehari-hari justru lebih memilih membeli rokok dibanding makanan bergizi. Apa yang sebenarnya melatarbelakangi keputusan ini?

PUNGGAWALIFE, LIFESTYLE — Merokok telah menjadi budaya yang lumrah di Indonesia. Namun, tren yang memprihatinkan adalah tingginya konsumsi rokok di kalangan masyarakat miskin. Dengan uang Rp30.000 yang sebenarnya cukup untuk membeli telur, sayuran, dan beras, mereka justru memilih sebungkus rokok.

Ternyata, fenomena ini tidak hanya terjadi di Indonesia. Amerika Serikat mengalami hal serupa, sebagaimana terungkap dalam survei Gallup Poll tahun 2008 terhadap 75.000 perokok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang dengan penghasilan kurang dari US$ 24.000 per tahun lebih banyak merokok dibanding mereka yang berpenghasilan di atas US$ 90.000 per tahun.

Professor Keith Humphreys dari Stanford University mengidentifikasi lingkungan sebagai faktor utama dalam artikel yang ditulis untuk Washington Post. Menurutnya, orang kaya yang merokok memiliki peluang lebih besar mendapat dukungan lingkungan untuk berhenti merokok dan dapat bergabung dengan jaringan pertemanan yang sehat.

Sebaliknya, masyarakat kelas bawah kesulitan menemukan lingkungan yang mendukung mereka untuk lepas dari rokok. Akibatnya, mereka terus terjebak dalam kebiasaan merokok dan menjadi kecanduan.

Keith juga mengaitkan masalah ini dengan aspek psikologis. Rokok menghasilkan efek dopamin yang membuat tubuh merasa lebih bahagia, tenang, dan senang. Bagi masyarakat kelas bawah, ini menjadi cara untuk mendapat kebahagiaan instan dan terlepas dari depresi.

“Mereka juga mungkin menghadapi tantangan dalam mengakses perawatan untuk masalah kesehatan mental yang terjadi bersamaan (misalnya, depresi) yang membuat berhenti merokok menjadi lebih sulit,” jelasnya.

Berbeda dengan kelompok kelas atas yang memiliki sumber daya untuk mengakses pengobatan kesehatan mental yang mahal, masyarakat miskin menjadikan rokok sebagai satu-satunya alternatif untuk mengatasi masalah psikologis.

Megan Sandel dan Renée Boynton-Jarrett dalam opininya di CNN International mengungkap peran perusahaan rokok dalam memperparah masalah ini. Industri rokok secara khusus menargetkan lingkungan berpenghasilan rendah dengan menyebarkan lebih banyak iklan rokok dan menargetkan kaum muda di lingkungan sosial ekonomi rendah.

Morgan Housel dalam bukunya “The Psychology of Money” (2020) memberikan perspektif menarik tentang fenomena ini. Ia mengambil contoh kasus pembelian lotere oleh masyarakat miskin yang mengalokasikan dana khusus untuk lotere empat kali lipat lebih banyak daripada masyarakat berpenghasilan tinggi.

Menurut Housel, hal ini terjadi karena mereka tidak mampu membeli hal-hal yang dimiliki orang kaya seperti rumah mewah, mobil bagus, atau liburan ke pantai. Akibatnya, satu-satunya cara mendapat “kemewahan” yang terjangkau adalah membeli lotere.

Kasus ini dapat dianalogikan dengan pembelian rokok. Dari sisi psikologi, rokok menjadi satu-satunya cara bagi masyarakat miskin untuk merasakan kemewahan yang dapat mereka akses.

Solusi yang Dibutuhkan

Memahami kompleksitas masalah ini, diperlukan pendekatan holistik yang tidak hanya fokus pada edukasi bahaya rokok, tetapi juga mengatasi akar permasalahan seperti kemiskinan, akses kesehatan mental, dan lingkungan sosial yang mendukung. Tanpa mengatasi faktor-faktor fundamental ini, upaya mengurangi konsumsi rokok di kalangan masyarakat miskin akan sulit berhasil.

Artikel ini mengingatkan kita bahwa masalah kesehatan masyarakat tidak dapat dipisahkan dari konteks sosial, ekonomi, dan psikologis yang lebih luas.

Tips Menata Ruang Belajar Anak yang Nyaman dan Fungsional

Penataan ruang belajar yang tepat dapat meningkatkan konsentrasi dan kenyamanan anak selama proses pembelajaran

PUNGGAWALIFE, PROPERTY – Menciptakan ruang belajar yang minimalis namun fungsional menjadi kunci utama untuk membantu anak berkonsentrasi dengan optimal. Lingkungan belajar yang tertata dengan baik terbukti dapat memberikan kenyamanan dan mendukung proses pembelajaran yang efektif.

Ririn Basuki, Humas dan Manajer Komunikasi IKEA, memberikan panduan praktis untuk mendesain ruang belajar anak yang ideal. Menurutnya, ada empat aspek penting yang perlu diperhatikan dalam penataan ruang belajar, yaitu penentuan lokasi strategis, pemilihan furnitur yang tepat, optimalisasi ruang vertikal, dan penambahan elemen dekoratif yang mendukung.

Penempatan meja belajar di dekat jendela menjadi pilihan utama yang disarankan. Cahaya alami yang masuk tidak hanya baik untuk kesehatan mata, tetapi juga dapat memperbaiki suasana hati anak selama belajar.

“Sirkulasi udara yang baik juga menjadi faktor penting yang tidak boleh diabaikan,” ungkap Ririn dalam siaran pers perusahaan pada Jumat. Ia menekankan bahwa ruangan yang terlalu panas atau dingin dapat mengganggu konsentrasi anak, sehingga pemilihan lokasi yang tepat akan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.

Untuk pencahayaan buatan, Ririn menyarankan penggunaan lampu meja yang memberikan cahaya terang namun tidak menyilaukan. Lampu dengan pengaturan arah cahaya yang fleksibel akan membantu anak dalam aktivitas membaca dan menulis sesuai kebutuhan.

Pemilihan meja belajar dengan fitur penyimpanan seperti laci atau rak menjadi solusi praktis untuk mengorganisir alat tulis dan perlengkapan belajar. Sementara itu, kursi belajar yang ergonomis dan disesuaikan dengan tinggi badan anak akan memberikan kenyamanan selama sesi belajar yang berlangsung lama.

Dalam konsep ruang belajar minimalis, pemanfaatan ruang vertikal menjadi strategi penting. Penggunaan rak dinding atau rak gantung tidak hanya menghemat ruang lantai, tetapi juga memudahkan akses terhadap buku dan perlengkapan belajar lainnya.

Sentuhan Dekoratif yang Mendukung

Elemen dekoratif seperti poster edukatif, papan tulis, atau papan tempel untuk catatan dapat mempercantik ruangan sekaligus mendukung aktivitas belajar. Penambahan tanaman hias kecil di meja atau rak juga dapat memberikan suasana segar dan alami pada ruang belajar.

Dengan menerapkan tips-tips ini, orang tua dapat menciptakan ruang belajar yang tidak hanya estetis tetapi juga fungsional, sehingga mendukung proses pembelajaran anak secara optimal.

Sup Herbal: Solusi Alami Atasi Flu di Musim Cuaca Ekstrem

PUNGGAWALIFE, TIPS — Penelitian terbaru ungkap manfaat sup dengan rempah-rempah dapat mempercepat pemulihan flu hingga 2 hari

Musim cuaca yang tidak menentu belakangan ini membuat banyak orang rentan terkena flu. Meski tergolong penyakit ringan, flu tetap dapat menghambat produktivitas harian. Daripada mengandalkan obat kimia yang kerap menimbulkan efek samping seperti kantuk berlebihan dan mual, kini tersedia alternatif alami yang lebih aman.

Tim peneliti dari University of West Scotland, Inggris, baru-baru ini melakukan kajian komprehensif tentang khasiat sup dalam memperkuat sistem imun tubuh. Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Eatingwell pada Sabtu (12/7) ini menganalisis empat uji coba terkontrol acak yang melibatkan 342 partisipan dari Amerika Utara dan Asia.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi sup secara teratur dapat mengurangi gejala flu dan memangkas durasi sakit hingga 1,5-2 hari. Para peneliti juga menemukan penurunan signifikan pada penanda peradangan dalam darah peserta yang rutin mengonsumsi sup.

Dr. Sarah Mitchell, ahli gizi klinis, menjelaskan bahwa sup memiliki beberapa keunggulan dibanding obat flu konvensional:

“Kehangatan dan kelembapan sup dapat melegakan saluran pernapasan yang teriritasi sekaligus membantu mengencerkan lendir. Tekstur cairnya juga mudah dicerna, sangat ideal ketika nafsu makan menurun,” ujar Dr. Mitchell.

Penelitian ini mengidentifikasi beberapa bahan utama yang memberikan manfaat optimal:

Bawang Putih – Mengandung senyawa sulfur dengan sifat antioksidan, anti-inflamasi, dan imunomodulator yang kuat.

Jahe dan Kunyit – Kombinasi kedua rempah ini bekerja sinergis mengurangi peradangan dan mempercepat proses penyembuhan.

Sayuran Hijau – Menyuplai antioksidan dan vitamin esensial yang mendukung pemulihan sel-sel tubuh.

Menariknya, penelitian menunjukkan bahwa tidak hanya sup ayam yang berkhasiat. Sup vegan dan vegetarian dengan bumbu dan rempah yang tepat juga memberikan manfaat serupa. Hal ini membuka peluang bagi mereka yang menjalani pola makan nabati untuk tetap mendapatkan manfaat terapi sup.

Tips Konsumsi Sup Anti-Flu

Untuk hasil optimal, disarankan mengonsumsi sup hangat 2-3 kali sehari ketika mulai merasakan gejala flu. Pastikan sup mengandung minimal tiga bahan utama: bawang putih, jahe, dan kunyit untuk memaksimalkan efek anti-inflamasi.

Meski bukan obat mujarab, sup terbukti memberikan bantuan nyata dalam mempercepat pemulihan flu secara alami tanpa efek samping yang merugikan. Solusi tradisional ini kini mendapat dukungan ilmiah sebagai terapi komplementer yang efektif di era modern.

Studi Ilmiah Ungkap Potensi Daun Saga sebagai Obat Herbal Multifungsi

Penelitian membuktikan tanaman Abrus precatorius memiliki 7 manfaat kesehatan yang didukung kandungan nutrisi lengkap

PUNGGAWALIFE, JAKARTA – Dunia medis herbal kembali mencatat temuan menarik terkait daun saga (Abrus precatorius), tanaman yang selama ini dikenal masyarakat sebagai obat tradisional. Sejumlah penelitian ilmiah telah memvalidasi klaim manfaat kesehatan dari daun berciri khas majemuk berwarna hijau dengan ujung kemerahan ini.

Menurut data penelitian yang dipublikasikan Universitas Muhammadiyah Sumatra Utara, daun saga memiliki profil nutrisi yang mengesankan. Tanaman ini mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, alkaloid, berbagai vitamin (A, B1, B6, dan C), tanin, polygalacturomic acid, protein, glisirizin, dan pentosan.

Potensi Antidiabetes hingga Antimikroba

Dr. peneliti herbal menjelaskan bahwa kandungan flavonoid dalam daun saga berperan sebagai antioksidan kuat yang dapat melawan radikal bebas, salah satu faktor risiko utama diabetes mellitus. “Senyawa antioksidan ini bekerja dengan cara menangkal kerusakan sel yang dapat memicu resistensi insulin,” ungkap sumber medis.

Dalam bidang penyakit infeksi, alkaloid yang terkandung dalam daun saga menunjukkan aktivitas antiparasit yang efektif melawan patogen penyebab malaria. Sementara itu, polygalacturomic acid terbukti memiliki sifat antibakteri yang dapat mengatasi infeksi mulut seperti sariawan.

Efektivitas untuk Gangguan Pernapasan

Studi farmakologis mengidentifikasi bahwa daun saga memiliki sifat ekspektoran alami berkat kombinasi tanin dan glisirizin. Kedua senyawa ini bekerja sinergis untuk mengencerkan dahak dan meredakan batuk.

Kandungan vitamin C yang tinggi dalam daun saga juga berperan penting dalam meningkatkan sistem imunitas tubuh, sehingga efektif mengatasi gejala flu dan infeksi saluran pernapasan atas.

Untuk penderita asma, kandungan saponin dalam daun saga menunjukkan aktivitas anti-inflamasi yang dapat mengurangi peradangan pada saluran napas, memberikan efek bronkodilator alami.

Solusi Gangguan Pencernaan

Dalam mengatasi gangguan gastrointestinal, daun saga terbukti efektif mengendalikan diare melalui mekanisme regulasi motilitas usus. Kandungan bioaktif dalam daun ini membantu menormalkan pergerakan usus dan mengurangi frekuensi buang air besar.

Meski demikian, para ahli medis menekankan pentingnya konsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum menggunakan daun saga sebagai terapi komplementer, terutama bagi pasien dengan kondisi medis tertentu atau yang sedang menjalani pengobatan konvensional.

Temuan ini menambah daftar panjang tanaman obat Indonesia yang telah divalidasi secara ilmiah, memberikan harapan baru dalam pengembangan fitofarmaka berbasis kearifan lokal.

Riset Terbaru: Olahraga Pagi Hari Lebih Efektif untuk Turunkan Berat Badan

PUNGGAWALIFE, HEALTH — Studi mengungkap waktu olahraga antara pukul 07.00-09.00 pagi memberikan hasil optimal untuk pembakaran lemak dibanding siang atau malam hari.

Penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Obesity menunjukkan bahwa timing olahraga memiliki peran penting dalam efektivitas penurunan berat badan. Studi yang menganalisis data lebih dari 5.000 partisipan ini menemukan bahwa aktivitas fisik di pagi hari menghasilkan indeks massa tubuh (IMT) dan lingkar pinggang yang lebih rendah.

Temuan Penelitian

Data yang digunakan berasal dari Survei Pemeriksaan Kesehatan dan Gizi Nasional Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat periode 2003-2006. Partisipan menggunakan pelacak aktivitas di pinggul kanan selama 10 jam atau lebih dalam rentang 4-7 hari.

Hasil penelitian menunjukkan perbedaan signifikan antara kelompok yang berolahraga di berbagai waktu:

  • Kelompok pagi (07.00-09.00): IMT rata-rata 27,5 dan lingkar pinggang 96 cm
  • Kelompok siang (09.00-16.00): IMT rata-rata 28,3 dan lingkar pinggang 97,8 cm
  • Kelompok malam (17.00-20.00): IMT rata-rata 28,3 dan lingkar pinggang 97,5 cm

“Penelitian ini menambahkan bukti berharga yang didasarkan pada sampel nasional AS, yang belum pernah dilakukan sebelumnya mengenai topik waktu olahraga dan penurunan berat badan,” ujar penulis utama studi, Tongyu Ma, seperti dilaporkan CNN.

Mengapa Pagi Hari Lebih Efektif?

Keunggulan olahraga pagi hari terletak pada kondisi tubuh yang masih dalam keadaan puasa. Ketika berolahraga tanpa asupan kalori sebelumnya, tubuh akan mengandalkan simpanan lemak sebagai sumber energi utama.

Studi sebelumnya juga menunjukkan bahwa individu yang rutin berolahraga di pagi hari cenderung memiliki asupan kalori harian yang lebih rendah dan secara pasif mengeluarkan lebih banyak energi saat tidak berolahraga.

Ma menyarankan untuk memulai dengan aktivitas aerobik ringan di pagi hari seperti bersepeda, berlari, atau jalan cepat. “Kebanyakan orang justru lebih cenderung mempertahankan rutinitas olahraga di pagi hari daripada di siang atau malam hari,” tambahnya.

Temuan ini memberikan panduan praktis bagi mereka yang memiliki tujuan spesifik menurunkan berat badan, bahwa konsistensi waktu olahraga dapat menjadi faktor penentu keberhasilan program penurunan berat badan.

Iklan Makanan Tak Sehat di Media Sosial Ancam Kesehatan Anak Indonesia

Studi UNICEF ungkap 85% merek besar promosikan produk berlebih gula dan lemak kepada anak-anak

PUNGGAWALIFE, JAKARTA – Kementerian Kesehatan bersama UNICEF dan Novo Nordisk mengungkap temuan mengkhawatirkan tentang strategi pemasaran makanan tidak sehat yang menargetkan anak-anak melalui platform digital. Dalam diseminasi hasil kajian yang digelar hybrid pada Kamis (10/7), terungkap bahwa industri makanan dan minuman besar-besaran memanfaatkan media sosial untuk menjangkau konsumen muda.

Direktur Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmidzi menyebutkan, krisis obesitas anak di Indonesia semakin memburuk. Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 mencatat angka yang mencengangkan: hampir seperlima anak usia 5-12 tahun (19,7%) dan 14,3% remaja usia 13-18 tahun mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.

“Yang lebih memprihatinkan, 97,6% anak usia 5-19 tahun tidak mengonsumsi lima porsi buah dan sayuran per hari sesuai rekomendasi, sementara lebih dari separuh (54,6%) mengonsumsi minuman berpemanis setiap hari,” ungkap Siti Nadia dalam acara tersebut.

Strategi Licik Industri Makanan

Penelitian UNICEF yang menganalisis 295 iklan dari 20 merek makanan dan minuman terkemuka di Facebook, Instagram, dan X (Twitter) memperlihatkan taktik pemasaran yang sistematis. Empat kategori yang diteliti meliputi makanan ringan, makanan olahan, minuman ringan, dan makanan cepat saji.

Nutrition Specialist UNICEF Indonesia David Colozza menjelaskan, hampir seperempat iklan (23,1%) memanfaatkan fitur khas media sosial seperti hashtag dan tagging untuk memperluas jangkauan. Teknik ini memungkinkan konten menyebar dengan cepat di kalangan anak-anak dan remaja.

Strategi lainnya mencakup penampilan produk bermerek secara mencolok (19,6%), penggunaan daya tarik emosional dan unsur kesenangan (10,1%), serta pemanfaatan gambar anak-anak dan remaja (9,0%) untuk menciptakan kesan bahwa produk tersebut “diperuntukkan” bagi mereka.

Tak ketinggalan, 6,9% iklan menggunakan alat bantu interaktif seperti ajakan like, komentar, atau repost untuk meningkatkan keterlibatan. Sementara 6,6% konten menawarkan promosi khusus seperti diskon dan buy one get one (BOGO).

Produk yang Dipromosikan Berbahaya

Analisis menggunakan standar Nutrition Profile Model WHO mengungkap fakta mengejutkan: 85% dari 20 merek besar yang diteliti mempromosikan setidaknya satu produk yang tidak layak dipasarkan kepada anak-anak.

Hampir seluruh produk (96%) mengandung gula total berlebih, dan 100% produk mengandung lemak jenuh melebihi batas aman WHO. Sebanyak 77% produk melampaui batas kandungan lemak total dan natrium, sedangkan seluruh produk mengandung kalori berlebih.

“Konsumsi makanan tinggi gula, lemak, dan garam secara terus-menerus dapat memicu obesitas pada anak, yang dalam jangka panjang akan memicu penyakit tidak menular seperti diabetes tipe 2, hipertensi, dan penyakit jantung, bahkan sejak usia muda,” peringatkan David Colozza.

Celah Regulasi Digital

Indonesia dengan 167 juta pengguna media sosial aktif (60,4% populasi) menjadi pasar potensial bagi promosi makanan tidak sehat. Remaja menjadi kelompok paling rentan dengan tingkat penetrasi internet mencapai 99,1% untuk usia 13-18 tahun.

David Colozza mengkritik lemahnya regulasi iklan makanan tidak sehat di Indonesia, terutama dalam pengawasan dan penegakan hukum di media digital. “Kebijakan saat ini belum sepenuhnya mengatur aspek paparan maupun kekuatan pesan promosi,” katanya.

Studi UNICEF menyoroti bahwa anak-anak umumnya tidak menyadari tujuan promosi dalam iklan, sehingga lebih mudah terpengaruh oleh pesan-pesan persuasif. Penggunaan selebritas, ajakan emosional, hingga hadiah terbukti dapat membentuk preferensi makanan dan loyalitas merek dengan dampak jangka panjang.

Rekomendasi Perlindungan Anak

UNICEF dan Novo Nordisk mengajukan empat rekomendasi strategis untuk melindungi anak-anak dari paparan iklan makanan tidak sehat. Pertama, memperkuat regulasi terhadap iklan makanan tidak sehat di platform digital yang menyasar anak-anak.

Kedua, membatasi penggunaan influencer, hadiah, dan teknik persuasi lainnya dalam iklan media sosial. Ketiga, mengembangkan Model Profil Gizi Nasional sebagai standar ilmiah untuk mengidentifikasi produk yang tidak layak dipasarkan kepada anak.

Keempat, meningkatkan kesadaran publik, khususnya di kalangan orang tua dan pengasuh, agar dapat membimbing pola konsumsi anak yang lebih sehat.

Kolaborasi Global Berbuah Hasil

Kemitraan strategis UNICEF dengan Novo Nordisk sejak 2019 telah membuahkan hasil signifikan. Selama 2024, kolaborasi ini menghasilkan 17 produk pengetahuan terkait obesitas anak dan memobilisasi lebih dari 4.000 pengambil kebijakan serta 4.500 remaja dalam kegiatan advokasi.

Dari sisi komunikasi, kemitraan ini menjangkau lebih dari 8,2 juta orang melalui berbagai platform informasi dan kampanye publik. Lebih dari 48.000 anak telah menerima dukungan langsung melalui program intervensi untuk meningkatkan status gizi dan pembentukan perilaku makan sehat.

Dampak kerja sama ini juga meluas ke tingkat global, memperkuat kebijakan pangan dan gizi nasional di Kosta Rika, Malaysia, dan Meksiko yang menjangkau hampir 49 juta anak di bawah usia 19 tahun.

Bedak Bayi vs Bau Badan: Mitos yang Perlu Diluruskan

PUNGGAWALIFE, LIFESTYLE — Cuaca tropis Indonesia kerap membuat keringat mengucur deras. Tak heran jika bau badan menjadi momok bagi sebagian besar masyarakat, terutama pekerja yang beraktivitas di luar ruangan. Aneka solusi pun bermunculan, mulai dari deodoran mahal hingga resep turun-temurun yang diklaim manjur.

Di tengah maraknya informasi di platform digital, satu trik rumahan mencuri perhatian: bedak bayi sebagai penangkal bau badan. Klaim ini viral di berbagai forum online dan media sosial, dengan testimonial yang terdengar meyakinkan.

Realitas di Balik Klaim Viral

Popularitas bedak bayi sebagai solusi bau badan ternyata tidak didukung fakta ilmiah. Produk yang identik dengan kelembutan kulit bayi ini memang mengandung talc atau pati jagung yang mampu menyerap keringat. Namun, kemampuan menyerap kelembapan tidak otomatis menghilangkan bau badan.

Bau tak sedap pada tubuh sebenarnya dipicu oleh aktivitas bakteri yang berkembang biak di area lembap seperti ketiak. Ketika keringat bercampur dengan bakteri, terciptalah aroma yang mengganggu. Bedak bayi hanya mengurangi kelembapan tanpa memiliki sifat antimikroba untuk membasmi bakteri penyebab bau.

“Bedak bayi memberikan sensasi segar sesaat, tapi bau badan akan kembali dalam waktu singkat,” ungkap dermatolog yang dikutip dari berbagai sumber medis.

Deodoran Tetap Juara

Anggapan bahwa bedak bayi lebih natural dan aman dibanding deodoran berbahan kimia juga perlu dikoreksi. Meski deodoran mengandung aluminium klorida atau paraben yang kerap menuai kekhawatiran, produk ini tetap lebih efektif menangani bau badan.

Deodoran dirancang khusus dengan formula antimikroba yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Berbagai produk bahkan menawarkan perlindungan hingga 24 jam, jauh lebih lama ketimbang efek sementara bedak bayi.

Perbedaan mendasar terletak pada mekanisme kerja keduanya. Deodoran tidak hanya mengurangi keringat, tetapi juga secara aktif membasmi bakteri penyebab bau. Sementara bedak bayi hanya berperan sebagai penyerap kelembapan.

Solusi Tepat Sasaran

Untuk mengatasi bau badan secara efektif, pilihan produk harus disesuaikan dengan kebutuhan. Antiperspirant cocok untuk mengurangi produksi keringat, sedangkan deodoran fokus mengatasi bau dengan membasmi bakteri.

Kebersihan tubuh tetap menjadi kunci utama. Mandi teratur dan menjaga area rawan bau tetap bersih dan kering dapat meminimalkan risiko. Pemilihan pakaian berbahan ringan dan menyerap keringat juga membantu menjaga kulit tetap kering.

Faktor makanan pun tak boleh diabaikan. Konsumsi bawang putih, makanan pedas, dan beberapa jenis makanan lain dapat memengaruhi aroma tubuh. Mengurangi asupan makanan tertentu bisa membantu mengurangi intensitas bau badan.

Meski bedak bayi aman digunakan orang dewasa, produk ini tidak dirancang untuk mengatasi kompleksitas masalah bau badan pada orang dewasa yang memiliki aktivitas fisik tinggi. Pilihan terbaik tetap produk yang diformulasikan khusus untuk menangani permasalahan ini.

Lima Cara Jaga Imun Tubuh di Musim Pancaroba

PUNGGAWALIFE, TIPS — Perubahan cuaca ekstrem pada musim pancaroba kerap memicu lonjakan kasus penyakit seperti influenza, diare, dan demam berdarah dengue. Kondisi ini berpotensi mengganggu produktivitas pekerja yang tengah dikejar deadline.

Transisi musim yang tidak menentu menuntut adaptasi fisik dan pola hidup yang lebih disiplin. Tanpa persiapan memadai, risiko terserang penyakit akan meningkat tajam.

“Perubahan cuaca ekstrem menuntut kesiapan fisik dan pola hidup yang lebih baik. Tanpa itu, risiko jatuh sakit meningkat,” ujar Windy Riswantyo, Marketing Alternate & Direct Business Group Head Astra Life, Rabu (9/7/2025).

 

Strategi Bertahan di Musim Pancaroba

Pertama, optimalkan asupan vitamin D dan nutrisi seimbang. Defisiensi vitamin D jamak dialami pekerja yang lebih banyak beraktivitas di dalam ruangan. Konsumsi telur, ikan berlemak seperti tuna dan salmon, serta berjemur di bawah sinar matahari pagi dapat membantu. Lengkapi dengan buah dan sayuran untuk memperkuat sistem imun.

Kedua, pahami dan jaga ritme sirkadian. Tidur berkualitas selama 7-8 jam per hari krusial untuk pemulihan tubuh. Kebiasaan begadang dan lembur berkepanjangan tanpa jeda istirahat dapat melemahkan sistem pertahanan tubuh. Bila diperlukan, manfaatkan power nap saat jam istirahat siang.

Ketiga, tetap aktif bergerak dengan olahraga rutin. Bagi yang tidak sempat ke pusat kebugaran, berjalan kaki menuju halte atau menggunakan tangga alih-alih lift dapat menjadi alternatif. Latihan intensitas tinggi dua kali seminggu juga direkomendasikan untuk kesehatan jantung dan metabolisme.

Keempat, jaga hidrasi tubuh. Sediakan botol air minum di meja kerja dan konsumsi minimal 8 gelas air putih setiap hari agar tubuh tetap terhidrasi optimal. Hindari minuman manis berlebihan yang justru dapat mempercepat dehidrasi.

Kelima, perketat kebersihan diri dan lingkungan. Gunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, rajin mencuci tangan, dan bersihkan permukaan area kerja di kantor. Waspadai genangan air di sekitar rumah atau kantor untuk mencegah berkembangbiaknya nyamuk penyebab demam berdarah.

 

Proteksi Berlapis

Kesiapan menghadapi musim pancaroba bukan sekadar soal stamina, melainkan juga langkah preventif untuk mempertahankan produktivitas sambil melindungi keluarga dari ancaman penyakit.

Astra Life menawarkan solusi melalui produk Asuransi Kesehatan Online Flexi Hospital & Surgical. Produk asuransi kesehatan murni ini memberikan manfaat rawat inap sesuai tagihan dengan kelas kamar hingga Rp2 juta per hari, dilengkapi fasilitas cashless dan premi terjangkau.

Bagi pekerja yang telah memiliki BPJS Kesehatan, Flexi Hospital & Surgical dapat memberikan santunan tunai harian. Artinya, pemegang polis dapat melakukan reimbursement biaya rawat inap yang telah ditanggung BPJS tanpa ada selisih biaya tambahan dari rumah sakit.

Kenapa Masih Lapar Setelah Makan? Ini 6 Penyebab yang Perlu Diketahui

PUNGGAWALIFE, Jakarta – Pernahkah Anda merasa masih lapar padahal baru saja selesai makan? Ternyata, fenomena ini cukup umum terjadi dan dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari pola makan hingga kondisi kesehatan tertentu.

Berdasarkan penjelasan para ahli, rasa lapar dan kenyang diatur oleh sistem hormon kompleks dalam tubuh. Hormon ghrelin bertugas memberikan sinyal lapar ke otak ketika perut kosong, sementara peregangan lambung memicu pelepasan hormon kenyang untuk memberi tahu otak bahwa tubuh sudah cukup makan.

Namun, sistem ini bisa terganggu oleh berbagai hal. Berikut enam penyebab utama mengapa seseorang masih merasa lapar setelah makan:

1. Porsi dan Komposisi Makanan Tidak Tepat

Penyebab paling umum adalah porsi makanan yang terlalu kecil atau komposisi nutrisi yang tidak seimbang. Makanan yang minim serat, protein, dan lemak sehat akan lebih cepat dicerna sehingga tidak memberikan rasa kenyang yang bertahan lama.

“Makanan tinggi protein dan serat seperti biji-bijian utuh, sayuran, lemak sehat dari alpukat atau minyak zaitun, serta protein dari daging tanpa lemak dapat membantu memperlambat lonjakan gula darah,” ungkap ahli gizi.

Sebaliknya, makanan yang menyebabkan lonjakan gula darah tinggi kemudian diikuti penurunan drastis akan memicu rasa lapar kembali muncul.

 2. Kebiasaan Makan Terlalu Cepat

Menyantap makanan dengan tergesa-gesa ternyata bisa mengacaukan sinyal kenyang dari lambung ke otak. Tubuh membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk memproses sinyal bahwa perut telah cukup terisi.

“Jika makan hanya dalam waktu lima menit, otak belum sempat menerima sinyal tersebut. Akibatnya, meskipun makanan telah masuk ke tubuh, rasa lapar masih bertahan,” jelas para peneliti.

3. Resistensi Leptin

Leptin adalah hormon yang diproduksi sel lemak untuk memberi tahu otak bahwa tubuh sudah kenyang. Pada kondisi resistensi leptin, otak tidak merespons sinyal ini dengan baik.

Akibatnya, seseorang akan tetap merasa lapar meski sudah makan dalam porsi cukup banyak. Resistensi leptin sering dikaitkan dengan peradangan kronis, kelebihan berat badan, kurang aktivitas fisik, pola tidur terganggu, hingga faktor genetik.

 4. Stres Memicu Hormon Kortisol

Stres dapat meningkatkan kadar hormon kortisol dalam tubuh yang berperan meningkatkan nafsu makan, terutama terhadap makanan tinggi gula dan lemak.

Selain itu, stres juga mengacaukan keseimbangan hormon lapar (ghrelin) dan hormon kenyang (leptin), sehingga seseorang lebih mudah makan secara emosional tanpa mempertimbangkan rasa lapar sesungguhnya. Inilah yang mendasari sebagian orang menjadikan makanan sebagai pelarian saat stres.

5. Efek Samping Obat-obatan

Beberapa jenis obat seperti steroid dan antidepresan dapat memengaruhi sistem pengatur nafsu makan di otak. Beberapa obat bahkan meningkatkan kadar kortisol atau mengganggu metabolisme karbohidrat.

Salah satu efeknya adalah memicu peningkatan rasa lapar. Jika sedang menjalani pengobatan tertentu dan mengalami peningkatan nafsu makan tidak biasa, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.

6. Gangguan Pola Tidur

Kurang tidur atau kualitas tidur buruk dapat mengacaukan produksi hormon ghrelin dan leptin. Pola tidur berantakan hingga jam tidur yang sebentar bisa meningkatkan kadar ghrelin (pemicu lapar) dan menurunkan kadar leptin (pemicu kenyang).

Sebuah studi menunjukkan jika seseorang kurang tidur dalam waktu sehari saja bisa menyebabkan resistensi insulin keesokan harinya. Mengacu pada anjuran Kemenkes, orang dewasa membutuhkan 7-8 jam untuk tidur.

Berkurangnya durasi dan kualitas tidur dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2 serta memicu nafsu makan yang lebih tinggi pada tubuh seseorang.

Untuk mengatasi masalah ini, para ahli menyarankan untuk memperhatikan komposisi makanan, makan dengan perlahan, mengelola stres, menjaga pola tidur yang baik, dan berkonsultasi dengan dokter jika diperlukan.

Exit mobile version