PUNGGAWALIFE, Jakarta – Pernahkah Anda merasa masih lapar padahal baru saja selesai makan? Ternyata, fenomena ini cukup umum terjadi dan dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari pola makan hingga kondisi kesehatan tertentu.
Berdasarkan penjelasan para ahli, rasa lapar dan kenyang diatur oleh sistem hormon kompleks dalam tubuh. Hormon ghrelin bertugas memberikan sinyal lapar ke otak ketika perut kosong, sementara peregangan lambung memicu pelepasan hormon kenyang untuk memberi tahu otak bahwa tubuh sudah cukup makan.
Namun, sistem ini bisa terganggu oleh berbagai hal. Berikut enam penyebab utama mengapa seseorang masih merasa lapar setelah makan:
1. Porsi dan Komposisi Makanan Tidak Tepat
Penyebab paling umum adalah porsi makanan yang terlalu kecil atau komposisi nutrisi yang tidak seimbang. Makanan yang minim serat, protein, dan lemak sehat akan lebih cepat dicerna sehingga tidak memberikan rasa kenyang yang bertahan lama.
“Makanan tinggi protein dan serat seperti biji-bijian utuh, sayuran, lemak sehat dari alpukat atau minyak zaitun, serta protein dari daging tanpa lemak dapat membantu memperlambat lonjakan gula darah,” ungkap ahli gizi.
Sebaliknya, makanan yang menyebabkan lonjakan gula darah tinggi kemudian diikuti penurunan drastis akan memicu rasa lapar kembali muncul.
2. Kebiasaan Makan Terlalu Cepat
Menyantap makanan dengan tergesa-gesa ternyata bisa mengacaukan sinyal kenyang dari lambung ke otak. Tubuh membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk memproses sinyal bahwa perut telah cukup terisi.
“Jika makan hanya dalam waktu lima menit, otak belum sempat menerima sinyal tersebut. Akibatnya, meskipun makanan telah masuk ke tubuh, rasa lapar masih bertahan,” jelas para peneliti.
3. Resistensi Leptin
Leptin adalah hormon yang diproduksi sel lemak untuk memberi tahu otak bahwa tubuh sudah kenyang. Pada kondisi resistensi leptin, otak tidak merespons sinyal ini dengan baik.
Akibatnya, seseorang akan tetap merasa lapar meski sudah makan dalam porsi cukup banyak. Resistensi leptin sering dikaitkan dengan peradangan kronis, kelebihan berat badan, kurang aktivitas fisik, pola tidur terganggu, hingga faktor genetik.
4. Stres Memicu Hormon Kortisol
Stres dapat meningkatkan kadar hormon kortisol dalam tubuh yang berperan meningkatkan nafsu makan, terutama terhadap makanan tinggi gula dan lemak.
Selain itu, stres juga mengacaukan keseimbangan hormon lapar (ghrelin) dan hormon kenyang (leptin), sehingga seseorang lebih mudah makan secara emosional tanpa mempertimbangkan rasa lapar sesungguhnya. Inilah yang mendasari sebagian orang menjadikan makanan sebagai pelarian saat stres.
5. Efek Samping Obat-obatan
Beberapa jenis obat seperti steroid dan antidepresan dapat memengaruhi sistem pengatur nafsu makan di otak. Beberapa obat bahkan meningkatkan kadar kortisol atau mengganggu metabolisme karbohidrat.
Salah satu efeknya adalah memicu peningkatan rasa lapar. Jika sedang menjalani pengobatan tertentu dan mengalami peningkatan nafsu makan tidak biasa, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.
6. Gangguan Pola Tidur
Kurang tidur atau kualitas tidur buruk dapat mengacaukan produksi hormon ghrelin dan leptin. Pola tidur berantakan hingga jam tidur yang sebentar bisa meningkatkan kadar ghrelin (pemicu lapar) dan menurunkan kadar leptin (pemicu kenyang).
Sebuah studi menunjukkan jika seseorang kurang tidur dalam waktu sehari saja bisa menyebabkan resistensi insulin keesokan harinya. Mengacu pada anjuran Kemenkes, orang dewasa membutuhkan 7-8 jam untuk tidur.
Berkurangnya durasi dan kualitas tidur dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2 serta memicu nafsu makan yang lebih tinggi pada tubuh seseorang.
—
Untuk mengatasi masalah ini, para ahli menyarankan untuk memperhatikan komposisi makanan, makan dengan perlahan, mengelola stres, menjaga pola tidur yang baik, dan berkonsultasi dengan dokter jika diperlukan.
PUNGGAWALIFE, HERBAL — Skincare mahal bukan satu-satunya solusi untuk kulit sehat. Rempah-rempah yang mudah ditemukan di pasar tradisional terbukti efektif mengatasi berbagai masalah kulit.
Industri kecantikan global bernilai miliaran dolar kerap menjanjikan kulit sempurna dengan harga selangit. Padahal, solusi alami sudah tersedia di rak bumbu dapur Anda. Para ahli dermatologi dan nutrisi kini mengonfirmasi khasiat rempah-rempah tradisional untuk perawatan kulit.
“Rempah-rempah mengandung senyawa aktif yang telah digunakan selama ribuan tahun untuk pengobatan tradisional,” kata dr. Sara Elise Wijono, M. Res. “Namun, perlu diingat bahwa hasil perawatan alami membutuhkan waktu lebih lama dan bervariasi pada setiap individu.”
Kayu Manis: Antioksidan Lebih Tinggi dari Bluberi
Ahli Gizi dan penulis The 02 Diet, Keri Glassman, mengungkap fakta mengejutkan: kadar antioksidan dalam kayu manis melebihi setengah cangkir bluberi. Antioksidan berperan vital menangkal radikal bebas penyebab penuaan dini.
Kerutan, kusam, dan flek hitam pada wajah dapat dicegah dengan memanfaatkan rempah aromatik ini. Kayu manis dapat diolah menjadi masker dengan mencampurkannya bersama madu dan sedikit air.
Kunyit: Senjata Melawan Melanoma
Kurkumin, senyawa aktif dalam kunyit, telah digunakan di India selama ribuan tahun sebagai ramuan antiperadangan. Lebih dari itu, penelitian terbaru menunjukkan potensinya melawan melanoma—kanker kulit yang disebabkan paparan sinar ultraviolet berlebihan.
Susan Blum, MD, dari Blum Center for Health, Amerika Serikat, menjelaskan mekanisme kerja kurkumin. “Kurkumin mampu menghambat angiogenesis atau pertumbuhan pembuluh darah,” katanya. “Banyak penelitian berfokus pada sel kanker yang kelaparan. Kurkumin terbukti menghambat aktivitas sel tersebut pada hewan percobaan.”
Bawang Putih: Nutrisi untuk Folikel Rambut
Bagi pemilik rambut tipis dan rontok, bawang putih menawarkan solusi alami. Rempah ini mampu menutrisi folikel dan merangsang pertumbuhan rambut yang lebih tebal dan sehat.
Profesor Klinis Dermatologi di University of Southern California, Jessica Wu, MD, menjelaskan kandungan bermanfaat dalam bawang putih. “Asam amino yang ditemukan dalam bawang putih mampu memulihkan folikel yang bermasalah. Alhasil, rambut menjadi lebih kuat,” ujarnya, dilansir Everyday Health.
Teh Hijau: Triple Action untuk Kulit Sempurna
Jessica Wu juga menerangkan khasiat teh hijau yang mengandung antioksidan katekin tinggi. Teh hijau bersifat antiperadangan dan antipenuaan dini.
“Teh hijau yang dioleskan ke kulit membantu memperbaiki epidermis, mempercepat penyembuhan luka, dan menghambat enzim penyebab warna kulit tidak merata,” kata Wu.
Jahe: Antiaging Alami Berdasarkan Riset
Studi yang dipublikasikan dalam Journal of Cosmetic Science membuktikan efektivitas jahe sebagai antiaging. Selain memperbaiki tekstur kulit kasar, mencerahkan, dan mencegah jerawat, jahe juga melawan tanda-tanda penuaan.
Minyak esensial jahe merupakan sumber antioksidan yang berpotensi melawan berbagai tanda penuaan kulit. Jika dikombinasikan dengan krim tertentu, hasilnya akan semakin maksimal.
Alternatif praktis: parut jahe segar, campur dengan minyak kelapa murni. Untuk tekstur scrub, tambahkan gula pasir secukupnya.
Lada Hitam: Eksfoliator Alami yang Efektif
Antioksidan pada lada hitam terbukti tidak main-main. Rempah ini dapat dijadikan eksfoliator alami untuk mengangkat sel kulit mati.
Cara aplikasi: tumbuk kasar lada hitam, campurkan dengan yoghurt tanpa rasa. Ingin dijadikan masker? Campurkan lada hitam yang sudah ditumbuk dengan madu, bubuk kunyit, dan sedikit air putih.
Serai: Solusi Infeksi Jamur Kulit
Studi yang diterbitkan dalam International Journal of Nanomedicine melaporkan, minyak esensial serai dapat menghambat pertumbuhan Candida albicans di kulit. Minyak serai juga efektif melawan tinea versicolor, jamur penyebab bercak kecil bersisik pada kulit.
Karena pembuatan minyak serai di rumah cukup kompleks, konsumen dapat membeli minyak serai murni di toko dengan harga relatif terjangkau.
Panduan Aplikasi yang Aman
Para ahli menyarankan empat metode pemanfaatan rempah untuk kulit:
Konsumsi rutin: Campurkan dalam makanan atau minuman sehari-hari.
Aplikasi topikal: Hancurkan rempah menjadi bubuk, campur dengan air putih atau minyak kelapa murni.
Minyak esensial: Beli minyak rempah murni dan oleskan langsung ke kulit.
Produk komersial: Pilih skincare yang menggunakan rempah sebagai bahan dasar.
Peringatan dan Tes Alergi
Dikutip dari KlikDokter, Dr. Sara Elise Wijono menekankan pentingnya melakukan tes alergi sebelum menggunakan rempah untuk kulit. “Oleskan sedikit rempahnya di belakang telinga. Jika ada reaksi, setidaknya itu tidak mengganggu penampilan,” sarannya.
Jika muncul reaksi negatif seperti gatal, kemerahan, bengkak, atau perih, bersihkan kulit secepatnya dengan air mengalir. Hindari produk skincare apa pun selama reaksi masih ada. Kunjungi dokter bila reaksi bertambah parah atau tidak ada perbaikan dalam beberapa hari.
“Secara umum, perawatan alami memang membutuhkan waktu lebih lama untuk membuahkan hasil. Jarang sekali ada yang instan,” tegas dr. Sara.
PUNGGAWALIFE, Riset terbaru mengungkap manfaat jalan kaki berdasarkan durasi. Aktivitas sederhana ini mampu memberikan efek kesehatan berbeda, mulai dari 5 menit hingga 1 jam.
Jalan kaki kini tak lagi dipandang sebelah mata. Olahraga yang bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja ini ternyata menyimpan segudang manfaat kesehatan yang berbeda-beda, tergantung lamanya durasi yang dijalani.
Berbagai penelitian kesehatan menunjukkan, bahkan aktivitas jalan kaki selama 5 menit pun sudah mampu memberikan dampak positif bagi tubuh dan pikiran. Temuan ini mengubah pandangan bahwa olahraga harus dilakukan dalam durasi panjang untuk mendapatkan hasil optimal.
Efek Instan dalam 5 Menit
Durasi paling singkat ini sudah mampu meningkatkan mood secara instan. Jalan kaki singkat terbukti membantu mengurangi stres dan meningkatkan suasana hati. Selain itu, aktivitas ini juga mengaktifkan sirkulasi darah—sangat cocok dilakukan setelah duduk lama atau bekerja di depan komputer.
“Lima menit jalan kaki bisa menjadi reset button bagi tubuh yang lelah,” kata peneliti kesehatan dari berbagai universitas yang dikutip dalam studi terbaru.
Sepuluh Menit: Waktu Ideal untuk Istirahat
Durasi 10 menit memberikan manfaat lebih kompleks. Jalan kaki selama ini mampu mengurangi rasa lelah, sehingga cocok dilakukan saat istirahat kerja. Aktivitas ini juga membantu pencernaan—ideal dilakukan setelah makan agar tidak merasa kembung.
Yang menarik, studi menunjukkan jalan kaki singkat bisa memicu ide-ide baru dan meningkatkan kreativitas. Tidak heran jika banyak pekerja kreatif yang menggunakan jalan kaki sebagai cara untuk mengatasi mental block.
Dua Puluh Menit: Mulai Bakar Kalori
Memasuki durasi 20 menit, jalan kaki mulai memberikan efek pembakaran kalori ringan. Sekitar 70–100 kalori bisa terbakar, tergantung kecepatan dan berat badan. Pada durasi ini, aktivitas jalan kaki juga mulai menyehatkan jantung dengan membantu menurunkan tekanan darah dan kadar kolesterol.
Durasi 20 menit juga dianggap ideal untuk melatih konsistensi olahraga harian bagi pemula yang ingin memulai gaya hidup sehat.
Tiga Puluh Menit: Standar Kesehatan Optimal
Durasi 30 menit menjadi standar emas yang direkomendasikan berbagai organisasi kesehatan dunia. Pada durasi ini, jalan kaki mampu meningkatkan daya tahan tubuh secara signifikan.
Manfaat jangka panjangnya tidak main-main: mengurangi risiko penyakit kronis seperti diabetes tipe 2 dan penyakit jantung. Jika dilakukan rutin setiap hari, aktivitas ini juga efektif untuk menurunkan berat badan.
Empat Puluh Lima hingga Enam Puluh Menit: Transformasi Tubuh
Durasi 45–60 menit memberikan manfaat paling komprehensif. Jalan kaki dalam durasi ini membantu proses penurunan berat badan secara signifikan dan meningkatkan metabolisme tubuh.
Dari segi pembentukan tubuh, durasi ini mampu membentuk otot kaki dan perut menjadi lebih kuat. Bonus tambahan: memperbaiki kualitas tidur di malam hari.
Konsistensi Lebih Penting dari Durasi
Para ahli kesehatan menegaskan, tak peduli seberapa singkat durasinya, jalan kaki tetap membawa manfaat positif bagi tubuh dan pikiran. Kunci utamanya bukan pada durasi, melainkan konsistensi.
Rekomendasi untuk pemula: mulai dengan 10 menit per hari, lalu tingkatkan perlahan. Konsistensi adalah kunci untuk mendapatkan hasil maksimal dari olahraga sederhana yang tidak memerlukan peralatan khusus ini.
Temuan ini sekaligus menjawab keraguan banyak orang yang merasa tidak memiliki waktu cukup untuk berolahraga. Ternyata, bahkan 5 menit jalan kaki sudah cukup untuk memberikan manfaat kesehatan yang nyata.
PUNGGAWALIFE, Dermatolog menekankan pentingnya mengenali karakteristik kulit sebelum memilih produk perawatan. Salah pilih skincare bisa memperburuk kondisi kulit dan membuang-buang uang.
Industri kecantikan Indonesia mencatatkan pertumbuhan 20 persen setiap tahun. Namun, di balik maraknya produk skincare di pasaran, banyak konsumen yang masih asal beli tanpa memahami kebutuhan kulit mereka.
Akibatnya, tidak sedikit yang mengalami iritasi, jerawat bertambah parah, atau justru kulit menjadi lebih kering setelah menggunakan produk mahal. Padahal, kunci utama perawatan kulit yang efektif terletak pada pemahaman mendalam tentang jenis kulit wajah.
“Setiap jenis kulit memiliki karakteristik dan kebutuhan yang berbeda,” kata Dr. Sarah Mitchell, dermatolog dari American Academy of Dermatology. “Menggunakan produk yang tidak sesuai bisa memperburuk kondisi kulit yang sudah ada.”
Kulit Normal: Si Beruntung dengan Keseimbangan Alami
Kulit normal menjadi dambaan banyak orang karena memiliki kadar minyak dan kelembapan yang seimbang. Pemilik kulit normal biasanya tidak mudah berjerawat dan tampak sehat meski dengan perawatan sederhana.
Ciri-ciri kulit normal: pori-pori yang tidak terlihat mencolok, tekstur halus, serta jarang mengalami masalah kulit serius. Untuk merawat kulit normal, cukup gunakan pembersih wajah yang lembut, pelembap ringan, dan tabir surya setiap hari.
Kulit Kering: Butuh Hidrasi Ekstra
Kulit kering cenderung terasa kasar, bersisik, dan mudah iritasi. Kondisi ini bisa diperparah oleh faktor lingkungan seperti cuaca dingin, AC, atau penggunaan produk yang terlalu keras.
Pemilik kulit kering perlu fokus pada hidrasi dan produk yang melembapkan. Hindari pembersih berbasis alkohol atau yang mengandung sulfat tinggi. Sebaliknya, pilih produk dengan kandungan hyaluronic acid, ceramide, atau glycerin yang dapat membantu mengikat kelembapan.
Kulit Berminyak: Tantangan Sebum Berlebih
Kulit berminyak ditandai dengan produksi sebum berlebih, terutama di area T-zone yang meliputi dahi, hidung, dan dagu. Kondisi ini sering memicu munculnya jerawat dan komedo.
Meski terlihat mengkilap, pemilik kulit berminyak tetap membutuhkan pelembap. Pilih produk bebas minyak dan yang mengontrol kelebihan sebum. Kandungan seperti salicylic acid atau niacinamide bisa membantu mengontrol produksi minyak berlebih.
Kulit Kombinasi: Dua Karakter dalam Satu Wajah
Kulit kombinasi adalah gabungan dari kulit kering dan berminyak di area berbeda. Biasanya, zona T berminyak sementara area pipi cenderung kering atau normal.
Perawatan kulit kombinasi memerlukan pendekatan yang lebih kompleks. Gunakan produk yang berbeda untuk area yang berbeda, atau pilih produk yang diformulasikan khusus untuk kulit kombinasi. Hindari penggunaan produk yang terlalu kuat di seluruh wajah.
Kulit Sensitif: Si Mudah Tersinggung
Kulit sensitif mudah merah, gatal, dan bereaksi terhadap produk tertentu. Pemilik kulit sensitif harus ekstra hati-hati dalam memilih produk perawatan.
Gunakan produk yang hipoalergenik dan minim kandungan pewangi atau alkohol. Lakukan patch test sebelum menggunakan produk baru secara menyeluruh. Kandungan seperti aloe vera, chamomile, atau oat dapat membantu menenangkan kulit sensitif.
Konsultasi dengan Ahli
Pakar dermatologi menyarankan untuk berkonsultasi dengan dokter kulit jika mengalami masalah kulit yang persisten. “Terkadang yang kita kira kulit berminyak ternyata dehidrasi, atau yang kita anggap sensitif sebenarnya alergi terhadap bahan tertentu,” kata Dr. Mitchell.
Dengan memahami jenis kulit secara tepat, konsumen dapat memilih skincare yang lebih efektif dan menghindari pemborosan. Hasilnya, kulit tampak lebih sehat, segar, dan terlindungi dari permasalahan umum yang sering dialami.
Investasi waktu untuk mengenali kulit wajah di awal akan menghemat waktu dan uang dalam jangka panjang. Lebih dari itu, kulit yang dirawat dengan tepat akan memberikan rasa percaya diri yang tidak ternilai harganya.
PUNGGAWALIFE, TIPS — Kopi adalah salah satu minuman yang paling populer di dunia, dan banyak orang yang menikmatinya sebagai bagian dari rutinitas pagi mereka. Namun, tahukah Anda bahwa ada waktu yang tepat untuk menikmati kopi saat pagi?
Mengapa Waktu Penting?
Kopi dapat memberikan efek yang berbeda-beda pada tubuh kita tergantung pada waktu kita menikmatinya. Jika kita minum kopi pada waktu yang tepat, kita dapat merasakan manfaatnya secara maksimal. Namun, jika kita minum kopi pada waktu yang tidak tepat, kita mungkin akan merasakan efek sampingan yang tidak diinginkan.
Waktu yang Tepat
Menurut para ahli, waktu yang tepat untuk menikmati kopi saat pagi adalah sekitar 30 menit hingga 1 jam setelah bangun tidur. Pada saat ini, tubuh kita sudah cukup siap untuk menerima efek kafein dari kopi.
Mengapa 30 Menit hingga 1 Jam Setelah Bangun Tidur?
Ada beberapa alasan mengapa 30 menit hingga 1 jam setelah bangun tidur adalah waktu yang tepat untuk menikmati kopi:
1. Kadar Kortisol: Kortisol adalah hormon yang membantu kita merasa waspada dan siap menghadapi hari. Kadar kortisol biasanya paling tinggi pada pagi hari, dan minum kopi pada saat ini dapat membantu meningkatkan efeknya.
2. Pencernaan: Setelah bangun tidur, sistem pencernaan kita sudah cukup siap untuk menerima makanan dan minuman, termasuk kopi.
3. Energi: Kopi dapat membantu meningkatkan energi dan kesadaran, sehingga sangat cocok diminum pada pagi hari ketika kita membutuhkan energi untuk memulai hari.
Tips Menikmati Kopi saat Pagi
Berikut beberapa tips untuk menikmati kopi saat pagi:
1. Pilih Kopi yang Tepat: Pilih kopi yang sesuai dengan selera Anda, dan pastikan untuk memilih kopi yang berkualitas.
2. Jangan Terlalu Banyak: Jangan minum kopi terlalu banyak pada pagi hari, karena dapat menyebabkan efek sampingan seperti jantung berdebar-debar dan kecemasan.
3. Sandingkan dengan Sarapan: Menikmati kopi sambil sarapan dapat membantu meningkatkan energi dan kesadaran.
Dengan mengetahui waktu yang tepat untuk menikmati kopi saat pagi, kita dapat merasakan manfaatnya secara maksimal dan memulai hari dengan energi dan kesadaran yang lebih baik. Selamat menikmati kopi!
PUNGGAWALIFE, LIFESTYLE — Era digital telah mengubah cara kita mengonsumsi konten, namun apakah semua perubahan ini baik untuk perkembangan anak?
Fenomena video pendek kini tengah menjadi sorotan serius di kalangan para ahli perkembangan anak. Pasalnya, tren yang semula populer di kalangan remaja dan dewasa ini kini telah merambah ke kelompok usia yang lebih muda, termasuk anak-anak usia sekolah dasar.
Kekhawatiran ini bukan tanpa alasan. Dalam acara talkshow “Keluarga Cerdas Berinternet” yang diselenggarakan oleh Google dan YouTube di Jakarta Selatan, Selasa (1/7/2025), seorang psikolog anak memberikan peringatan keras kepada para orangtua.
Peringatan Keras dari Ahli
Saskhya Aulia Prima, seorang Psikolog Anak dan Keluarga sekaligus Founder TigaGenerasi, menegaskan bahwa video berdurasi pendek sebaiknya dihindari dalam keseharian anak. Menurutnya, dampak negatif dari konten ini tidak hanya terbatas pada anak-anak, bahkan orang dewasa pun dapat terpengaruh.
“Kalau bisa dihindari dulu konten video pendek pada anak. Karena pada orang dewasa aja, kalau nonton video pendek itu mendapatkan dopamine-nya sangat cepat,” tegas Saskhya dalam kesempatan tersebut.
Bahaya Dopamin Instan
Apa yang membuat video pendek begitu berbahaya? Saskhya menjelaskan bahwa kunci masalahnya terletak pada mekanisme dopamin yang dihasilkan otak ketika mengonsumsi konten singkat. Dopamin, yang dikenal sebagai hormon kebahagiaan, dilepaskan secara berlebihan dan cepat saat menonton video pendek.
Kondisi ini menciptakan ketergantungan psikologis yang berbahaya. Otak menjadi terbiasa dengan rangsangan instan dan menuntut kepuasan yang cepat. Akibatnya, aktivitas yang membutuhkan fokus lebih lama, seperti membaca buku atau menyelesaikan tugas sekolah, menjadi terasa membosankan dan sulit dilakukan.
“Itu yang membuat kita jadi mindless scrolling. Kemudian kita yang dewasa itu kalau baca atau nonton sesuatu yang lebih panjang itu jadi malas dan cepat bosan, sama halnya dengan anak,” jelas Saskhya.
Dampak Jangka Panjang yang Mengkhawatirkan
Kebiasaan menonton video pendek ternyata dapat memberikan dampak yang berlangsung hingga anak dewasa. Saskhya menekankan bahwa rentang perhatian (attention span) anak yang tidak dilatih dengan baik dapat mempengaruhi kemampuan mereka dalam belajar dan berkonsentrasi di masa depan.
“Fokus anak dan attention span-nya harus dilatih, sehingga sebaiknya jangan dikenalkan dulu anak pada video pendek demi fokus perkembangannya,” tegasnya dengan tegas.
Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang terbiasa dengan stimulasi cepat cenderung mengalami kesulitan dalam mengerjakan tugas yang membutuhkan konsentrasi berkelanjutan. Hal ini dapat berdampak pada prestasi akademis dan kemampuan sosial mereka.
Pengecualian dalam Kondisi Tertentu
Meskipun memberikan peringatan keras, Saskhya tetap memberikan ruang untuk pengecualian dalam kondisi tertentu. Ia memahami bahwa ada kalanya anak membutuhkan informasi yang hanya tersedia dalam format video singkat, terutama untuk keperluan tugas sekolah.
“Kecuali, untuk mencari informasi tentang tugas yang memang adanya di situ. Tapi sebisa mungkin jangan dijadikan kebiasaan untuk anak,” ujarnya sambil menekankan pentingnya pengawasan orangtua.
Solusi dan Alternatif
Sebagai solusi, Saskhya menyarankan agar orangtua lebih selektif dalam memilih jenis konten digital yang diberikan kepada anak. Ada banyak cara lain yang lebih sesuai dengan tahap perkembangan anak untuk mengakses informasi, seperti buku interaktif, permainan edukatif, atau video pembelajaran yang lebih panjang dan terstruktur.
Orangtua juga diharapkan dapat menjadi teladan yang baik dengan membatasi penggunaan video pendek di hadapan anak. Menciptakan waktu berkualitas tanpa gadget dan mengajak anak melakukan aktivitas yang melatih fokus, seperti membaca bersama atau bermain puzzle, dapat menjadi alternatif yang lebih sehat.
Pesan untuk Orangtua Modern
Di era digital ini, tantangan orangtua semakin kompleks. Mereka tidak hanya harus memahami perkembangan teknologi, tetapi juga dampaknya terhadap perkembangan anak. Saskhya menekankan bahwa keseimbangan adalah kunci utama dalam mendidik anak di era digital.
“Kita harus bijak dalam memanfaatkan teknologi untuk mendukung perkembangan anak, bukan malah menghambatnya,” tutup Saskhya.
Pesan ini menjadi pengingat penting bagi semua orangtua untuk lebih waspada terhadap konten yang dikonsumsi anak-anak mereka. Masa depan anak sangat bergantung pada keputusan yang diambil orangtua hari ini.
PUNGGAWALIFE, JAKARTA – Data International Diabetes Federation (IDF) menunjukkan Indonesia menempati posisi kelima dunia dengan jumlah penderita diabetes mencapai 19,5 juta orang dewasa. Angka ini menempatkan Indonesia dalam daftar negara dengan beban diabetes tertinggi secara global.
IDF Diabetes Atlas edisi ke-11 tahun 2021 mencatat proyeksi mengkhawatirkan bahwa satu dari sembilan orang dewasa berusia 20-79 tahun di seluruh dunia mengidap diabetes pada 2024, dengan total 589 juta penderita. Angka ini diprediksi akan melonjak menjadi 853 juta pada 2050.
Kondisi yang lebih memprihatinkan adalah lebih dari 40 persen penderita atau sekitar 252 juta orang tidak menyadari kondisi kesehatannya. Dampak ekonomi juga signifikan dengan pengeluaran global terkait diabetes mencapai US$ 1 triliun pada 2024, naik 338 persen dalam 17 tahun terakhir.
Ranking lima besar negara dengan kasus diabetes tertinggi adalah China (140,9 juta), India (74,2 juta), Pakistan (33 juta), Amerika Serikat (32,2 juta), dan Indonesia (19,5 juta).
Pola Konsumsi Tinggi Gula Jadi Pemicu Utama
Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) mengidentifikasi tren peningkatan penyakit tidak menular seperti diabetes berkaitan erat dengan konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak. Masalah serupa terjadi pada obesitas yang meningkat dua kali lipat dalam 15 tahun terakhir.
Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) menunjukkan prevalensi obesitas melonjak dari 10,5 persen pada 2007 menjadi 23,4 persen pada 2023. Minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK) menjadi kontributor utama konsumsi gula harian masyarakat.
Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2023 mengungkap dua dari tiga orang Indonesia mengonsumsi minimal satu MBDK setiap hari. Riset meta analisis global yang dikutip CISDI menunjukkan konsumsi 250 ml MBDK per hari meningkatkan risiko diabetes tipe 2 sebesar 27 persen, obesitas 12 persen, penyakit jantung 13 persen, dan kematian dini 10 persen.
Beban Pembiayaan Kesehatan Melonjak
Peningkatan kasus penyakit kronis berdampak pada beban pembiayaan BPJS Kesehatan. Biaya penanganan penyakit katastropik terkait obesitas, diabetes, dan hipertensi naik lebih dari 43 persen dalam lima tahun terakhir, dari Rp19 triliun pada 2019 menjadi Rp32 triliun pada 2023.
CISDI mendorong pemerintah segera menerapkan kebijakan pelabelan gizi di bagian depan kemasan (Front-of-Package Labeling/FOPL) dan pemberlakuan cukai untuk MBDK sebagai langkah pencegahan. Upaya ini dinilai krusial untuk mengendalikan konsumsi gula, garam, dan lemak serta menurunkan risiko penyakit tidak menular.
Tanpa intervensi tegas, CISDI memproyeksikan angka diabetes di Indonesia akan terus meningkat seiring mudahnya akses terhadap pangan tidak sehat. Langkah-langkah tersebut sejalan dengan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 untuk menekan laju peningkatan obesitas dan penyakit kronis lainnya.
PUNGGAWALIFE, TIPS — Memberikan nutrisi terbaik untuk si kecil adalah prioritas utama setiap ibu. Saat memasuki fase MPASI, ikan menjadi salah satu makanan yang sangat direkomendasikan karena kandungan nutrisinya yang luar biasa. Namun, tidak semua ikan cocok untuk bayi. Berikut panduan lengkap memilih ikan terbaik untuk MPASI si kecil.
Mengapa Ikan Penting untuk MPASI?
Dikutip dari GFI, Ikan merupakan sumber protein hewani yang sangat baik untuk tumbuh kembang bayi. Kandungan omega-3, khususnya DHA dan EPA, sangat penting untuk perkembangan otak dan sistem saraf. Selain itu, ikan juga mengandung vitamin D, selenium, dan mineral penting lainnya yang mendukung sistem imun bayi.
Dr. Sarah Johnson, ahli gizi anak, menjelaskan bahwa “Ikan mengandung protein lengkap dengan asam amino esensial yang dibutuhkan untuk pertumbuhan optimal bayi. Omega-3 dalam ikan juga berperan penting dalam pembentukan jaringan otak.”
15 Pilihan Ikan Terbaik untuk MPASI
1. Salmon – Si Raja Omega-3
Salmon menduduki peringkat teratas sebagai ikan terbaik untuk MPASI. Kandungan omega-3 yang tinggi membuatnya sangat baik untuk perkembangan otak dan mata bayi. Teksturnya yang lembut juga mudah dicerna oleh sistem pencernaan bayi yang masih sensitif.
Tips pengolahan: Kukus salmon selama 10-15 menit, lalu haluskan dengan food processor. Campurkan dengan sayuran yang sudah dihaluskan untuk menu MPASI yang bergizi.
2. Ikan Kembung – Alternatif Ekonomis dengan Nutrisi Tinggi
Sering disebut “salmonnya Indonesia”, ikan kembung memiliki kandungan omega-3 yang bahkan lebih tinggi daripada salmon. Harganya yang terjangkau membuat ikan ini menjadi pilihan favorit para ibu.
Manfaat utama: Kandungan DHA dan EPA yang tinggi membantu meningkatkan kecerdasan dan kemampuan motorik bayi. Kalsium dan fosfor yang terkandung juga baik untuk pertumbuhan tulang dan gigi.
3. Tuna – Protein Tinggi untuk Pertumbuhan
Tuna mengandung protein tinggi yang sangat baik untuk pertumbuhan otot bayi. Namun, pilihlah jenis skipjack atau yellowfin yang lebih rendah merkuri. Berikan dalam porsi terbatas untuk menghindari paparan merkuri berlebihan.
4. Ikan Gabus – Si Penyembuh Alami
Ikan gabus terkenal dengan kandungan albumin yang sangat tinggi, protein penting untuk penyembuhan dan pertumbuhan sel. Sangat direkomendasikan untuk bayi yang baru sembuh dari sakit karena membantu pemulihan lebih cepat.
5. Ikan Lele – Pilihan Praktis dan Bergizi
Mudah ditemukan dan harganya terjangkau, ikan lele mengandung fosfor dan vitamin B12 yang baik untuk perkembangan tulang dan sistem saraf.
Pastikan memilih lele yang dibudidayakan secara higienis.
6. Ikan Dori (Patin) – Tekstur Lembut untuk Pemula
Tekstur yang sangat lembut membuat ikan dori cocok untuk bayi yang baru mengenal MPASI. Kandungan omega-3 dan proteinnya membantu perkembangan otak dan pertumbuhan bayi.
7. Ikan Nila – Rendah Lemak, Tinggi Protein
Ikan nila mengandung protein tinggi namun rendah lemak, sehingga mudah dicerna bayi. Kandungan selenium dan vitamin B12 membantu meningkatkan sistem imun.
8. Ikan Bilis (Teri) – Kalsium untuk Tulang Kuat
Meskipun berukuran kecil, ikan bilis mengandung kalsium tinggi yang sangat baik untuk pertumbuhan tulang dan gigi bayi. Protein dan omega-3 nya juga mendukung perkembangan otak.
9. Ikan Bandeng – Kaya Omega-3 dan Kalsium
Bandeng kaya akan omega-3 dan kalsium yang baik untuk perkembangan otak dan penguatan tulang. Pastikan membuang duri dengan hati-hati sebelum diolah.
10. Ikan Kakap – Vitamin A untuk Kesehatan Mata
Selain protein dan omega-3, ikan kakap mengandung vitamin A yang membantu menjaga kesehatan mata bayi.
Tekstur dagingnya yang lembut mudah dicerna.
11. Ikan Mujair – Vitamin B1 untuk Energi
Kandungan vitamin B1 pada ikan mujair membantu meningkatkan energi dan metabolisme bayi. Protein dan fosfornya juga baik untuk pertumbuhan tulang.
12. Ikan Cakalang – Zat Besi untuk Cegah Anemia
Kaya akan protein dan zat besi, ikan cakalang baik untuk pertumbuhan otot dan mencegah anemia pada bayi. Omega-3 nya juga mendukung perkembangan otak.
13. Ikan Sarden – Vitamin D untuk Tulang Sehat
Sarden mengandung omega-3, kalsium, dan vitamin D yang sangat baik untuk kesehatan tulang dan gigi.
Pilih sarden segar atau kalengan yang rendah garam.
14. Ikan Tenggiri – Vitamin B Kompleks
Selain omega-3 dan protein, ikan tenggiri kaya akan vitamin B kompleks yang membantu metabolisme energi bayi.
15. Ikan Kod – Omega-3 dan Vitamin A
Ikan kod mengandung omega-3 dan vitamin A yang baik untuk kesehatan mata dan perkembangan otak bayi.
Tips Memilih Ikan yang Aman untuk MPASI
1. Perhatikan Kesegaran
Pilih ikan dengan mata jernih dan tidak berawan
Insang berwarna merah segar
Tidak berbau amis yang menyengat
Tekstur daging kenyal dan tidak lembek
2. Hindari Ikan Tinggi Merkuri
Hindari ikan besar seperti hiu, makarel raja, atau king mackerel yang berpotensi mengandung merkuri tinggi. Pilih ikan yang lebih kecil dan berada di bawah rantai makanan.
3. Pilih Ikan dari Sumber Terpercaya
Beli ikan dari pasar atau toko yang terpercaya. Pastikan ikan disimpan dalam kondisi yang higienis dan suhu yang tepat.
4. Perhatikan Asal Ikan
Pilih ikan yang berasal dari perairan yang tidak tercemar. Ikan budidaya dari kolam yang bersih juga menjadi pilihan yang baik.
Cara Mengolah Ikan untuk MPASI
Persiapan Sebelum Memasak
Cuci bersih ikan dengan air mengalir
Buang sisik, insang, dan isi perut
Potong sesuai kebutuhan
Pastikan tidak ada duri yang tertinggal
Metode Memasak yang Direkomendasikan
Mengukus: Metode terbaik untuk mempertahankan nutrisi ikan. Kukus selama 10-15 menit hingga matang sempurna.
Merebus: Rebus ikan dalam air mendidih selama 10-12 menit. Bisa ditambahkan sayuran untuk menambah nutrisi.
Memanggang: Panggang ikan tanpa minyak berlebih. Metode ini cocok untuk ikan yang lebih besar seperti salmon atau kakap.
Tekstur Sesuai Usia
6-8 bulan: Haluskan hingga seperti puree
9-11 bulan: Cincang halus atau bentuk finger food
12 bulan ke atas: Potongan kecil yang mudah dikunyah
Panduan Porsi dan Frekuensi
Porsi yang Tepat
6-8 bulan: 1-2 sendok makan per hari
9-11 bulan: 2-3 sendok makan per hari
12 bulan ke atas: 3-4 sendok makan per hari
Frekuensi Pemberian
Berikan ikan 2-3 kali seminggu, bergantian dengan sumber protein lainnya seperti ayam, telur, atau tahu tempe.
Mengenali Tanda Alergi Ikan
Meskipun jarang terjadi, beberapa bayi bisa mengalami alergi ikan. Waspadai tanda-tanda berikut:
Ruam atau kemerahan pada kulit
Muntah atau diare
Kesulitan bernapas
Pembengkakan pada wajah atau bibir
Jika muncul gejala alergi, segera hentikan pemberian ikan dan konsultasikan dengan dokter anak.
Resep MPASI Ikan Sederhana
Bubur Salmon Wortel (6+ bulan)
Bahan:
50g salmon fillet
50g wortel
100ml air kaldu sayuran
1 sdm beras putih
Cara membuat:
Kukus salmon dan wortel hingga matang
Haluskan bersama beras yang sudah dimasak
Tambahkan air kaldu hingga tekstur sesuai
Sajikan hangat
Sup Ikan Kembung Bayam (9+ bulan)
Bahan:
75g ikan kembung
50g bayam
1 siung bawang putih
200ml air
Cara membuat:
Rebus ikan kembung hingga matang
Suwir-suwir dan buang durinya
Tumis bawang putih, tambahkan air
Masukkan ikan dan bayam
Masak hingga bayam layu
Penyimpanan Ikan yang Benar
Ikan Segar
Simpan di kulkas bagian bawah (suhu 0-4°C)
Bungkus dengan plastik atau aluminium foil
Gunakan dalam 1-2 hari
Ikan Beku
Simpan di freezer (-18°C)
Bungkus rapat untuk mencegah freezer burn
Gunakan dalam 3-6 bulan
Cairkan di kulkas sebelum dimasak
Kesimpulan
Memberikan ikan dalam menu MPASI adalah investasi terbaik untuk tumbuh kembang si kecil. Dengan memilih jenis ikan yang tepat, mengolahnya dengan benar, dan memberikan dalam porsi yang sesuai, Bunda dapat memastikan si kecil mendapatkan nutrisi optimal untuk perkembangan otak, tulang, dan sistem imunnya.
Ingatlah untuk selalu berkonsultasi dengan dokter anak atau ahli gizi sebelum memperkenalkan makanan baru, terutama jika ada riwayat alergi dalam keluarga. Setiap bayi memiliki kebutuhan yang berbeda, jadi penting untuk memantau respons si kecil terhadap makanan yang diberikan.
Dengan panduan ini, Bunda dapat dengan percaya diri memberikan yang terbaik untuk si kecil melalui menu MPASI yang bergizi dan aman.
PUNGGAWALIFE, BLOG — Peneliti Indonesia berhasil mengembangkan varietas unggul keladi tikus (Typhonium flagelliforme) yang berpotensi menjadi terobosan dalam pengobatan kanker. Tanaman hias yang selama ini dikenal sebagai tanaman dekoratif ini ternyata menyimpan kandungan senyawa bioaktif yang dapat menghambat pertumbuhan sel kanker.
Keladi tikus merupakan tumbuhan sejenis talas yang berasal dari Asia dan tumbuh di tempat terbuka pada ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut. Menurut data Cancer Chemoprevention Research Center (CCRC) Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada, tanaman ini tersebar di Malaysia, Indonesia, dan Korea Selatan. Di Indonesia, keladi tikus dapat ditemukan di sepanjang Pulau Jawa, sebagian Kalimantan, Sumatra, dan Papua.
Secara morfologi, keladi tikus memiliki ciri khas daun hijau bulat berujung runcing dengan tinggi 25-30 cm dan umbi berbentuk bulat sebesar buah pala.
Kandungan Senyawa Antikanker
Penelitian menunjukkan bahwa keladi tikus mengandung senyawa bioaktif yang mampu menghambat hingga mematikan pertumbuhan sel kanker, yaitu alkaloid, triterpenoid, dan lignan (polifenol). Selain itu, tanaman ini juga memiliki kemampuan mengurangi efek samping kemoterapi dan bersifat antibakteri.
Tim peneliti dari Food Biotechnology Research Center (FBRC) Binus University yang dipimpin Prof. Dr. Nesti F. Sianipar telah mengembangkan keladi tikus melalui kultur jaringan sel in vitro sejak 2012. Penelitian ini berhasil menghasilkan tiga varietas unggul baru bernama Tipobio, Typonesiaraga, dan Binusantara 1.
“Memiliki nilai 10 kali lebih efektif sebagai bahan baku antikanker, terutama breast cancer,” ungkap Nesti dalam pertemuan dengan Dewan Guru Besar Binus University di Jakarta, Selasa (1/7/2025).
Uji Klinis Menunjukkan Hasil Menggembirakan
Ekstrak unggul keladi tikus Tipobio telah diuji terhadap sel kanker payudara (MCF-7) dan menunjukkan efek sitotoksisitas yang lebih tinggi dibandingkan tanaman asalnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak ini dapat menyebabkan apoptosis (kematian sel terprogram) pada sel kanker dalam waktu 24 jam.
Temuan ini memberikan harapan baru dalam penanganan kanker payudara yang masih menjadi ancaman kesehatan masyarakat Indonesia.
Menuju Komersialisasi
Saat ini, tim peneliti Binus telah menjalin kerja sama dengan industri farmasi dan sedang dalam proses pengurusan perizinan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Obat kanker berbahan keladi tikus ini rencananya akan dipasarkan dalam bentuk kapsul.
“Mudah-mudahan tahun depan Binus ulang tahun, kita sudah bisa konsumsi, izinnya sudah keluar dari Badan POM, kita langsung bisa konsumsi bagi penderita (kanker),” harap Nesti.
Inovasi ini diharapkan dapat menjadi alternatif pengobatan kanker yang lebih terjangkau dan efektif bagi masyarakat Indonesia.
PUNGGAWALIFE, HEALTH — Praktik nyirih yang telah menjadi tradisi turun-temurun di Indonesia ternyata menyimpan bahaya serius bagi kesehatan. Kebiasaan mengunyah sirih yang dikombinasikan dengan bahan tambahan seperti pinang, kapur, dan tembakau terbukti dapat meningkatkan risiko kanker mulut.
Ketua Ikatan Spesialis Penyakit Mulut Indonesia, drg. Rahmi Amtha, MDS, Sp.PM, PhD, menjelaskan bahwa daun sirih sendiri sebenarnya tidak berbahaya karena memiliki sifat antiseptik. Namun, masalah muncul ketika sirih dikombinasikan dengan biji pinang.
“Sirihnya tidak menyebabkan kanker, karena sirih bagus bersifat antiseptik. Yang mengandung bahan karsinogenik adalah pinangnya,” kata drg. Rahmi dalam acara edukasi kesehatan di Jakarta.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan biji pinang sebagai zat karsinogen sejak 2003. Hal ini didasarkan pada kandungan senyawa berbahaya seperti arecoline, arecaidine, guvacine, dan guvacoline yang dapat merangsang pertumbuhan sel abnormal di rongga mulut.
Bukti ilmiah mengenai bahaya nyirih juga diperkuat oleh penelitian jangka panjang yang dipublikasikan National Library of Medicine. Studi yang mengamati lebih dari 177 ribu pria sejak 1994 menunjukkan bahwa mereka yang memiliki kebiasaan mengunyah pinang mengalami peningkatan signifikan risiko kanker mulut, terutama jika disertai kebiasaan merokok.
Dr. Sara Elise Wijono, MRes, menambahkan bahwa hampir seluruh bahan tambahan dalam praktik nyirih memiliki potensi karsinogenik. “Baik itu kapur, daun sirih, dan tembakau, semua bersifat karsinogenik,” jelasnya.
Dampak negatif nyirih tidak hanya terbatas pada rongga mulut. Risiko kanker dapat menyebar ke organ lain seperti kerongkongan, hati, pankreas, laring, hingga paru-paru.
Para ahli kesehatan menyarankan masyarakat untuk menghentikan kebiasaan nyirih secara total guna mencegah risiko kanker. Selain itu, penting untuk menjaga kebersihan mulut, menghindari konsumsi rokok dan alkohol, serta melakukan pemeriksaan rutin ke dokter gigi untuk mendeteksi perubahan dini pada jaringan mulut.
PUNGGAWANEWS – Ladies, siapa nih yang masih suka males makan sayur? Padahal ada satu sayuran hijau yang bisa jadi game changer banget untuk kesehatan kamu, lho! Namanya pakcoy atau bok choy.
Jangan salah, sayuran yang satu ini bukan cuma enak dimakan, tapi juga punya segudang manfaat yang bikin kamu makin glowing dari dalam. Mulai dari bikin jantung sehat sampai bantu turunin berat badan – semua ada!
Dalam 85 gram pakcoy mentah aja udah ada vitamin A, vitamin C, vitamin K, folat, kalium, kalsium, dan serat. Lengkap banget, kan?
8 Manfaat Pakcoy yang Bakal Bikin Kamu Jatuh Cinta
1. Jantung Makin Sehat Berkat kandungan folat dan kaliumnya, pakcoy bisa bantu jaga kesehatan jantung kamu. Folat bertugas nurunin kadar homosistein yang bisa bikin risiko penyakit jantung naik, sementara kalium bantu kontrol tekanan darah.
2. Tulang Kuat Anti Rapuh Vitamin K di pakcoy tuh penting banget buat pembentukan tulang yang kuat. Plus, vitamin ini juga bantu tubuh nyerap kalsium dengan maksimal. Bye-bye osteoporosis!
3. Imun Body Makin Kece Vitamin C yang ada di pakcoy adalah antioksidan super yang melindungi tubuh dari radikal bebas jahat. Konsumsi rutin pakcoy bikin daya tahan tubuh makin strong!
4. Mata Tetap Cerah Kandungan vitamin A dan beta-karoten di pakcoy bikin penglihatan tetap tajam, bahkan di kondisi cahaya redup sekalipun. Antioksidannya juga melindungi mata dari kerusakan yang bisa sebabkan katarak.
5. Anti Kanker Alami Pakcoy punya senyawa glukosinolat yang diubah jadi isothiocyanate pas dicerna. Senyawa ini punya sifat antikanker dan bisa lindungi sel-sel tubuh dari kerusakan DNA penyebab kanker.
6. Pencernaan Lancar Jaya Tinggi serat, pakcoy bikin BAB lancar dan cegah konstipasi. Serratnya juga jadi makanan buat bakteri baik di usus, jadi mikrobioma usus tetap sehat.
7. Partner Diet Terbaik Rendah kalori tapi tinggi serat? Yes, please! Pakcoy bikin kenyang lebih lama tanpa bikin gemuk. Perfect banget buat yang lagi program diet.
8. Tekanan Darah Terkendali Selain kalium, glukosinolat di pakcoy juga bisa bantu turunin tekanan darah. Konsumsi rutin bikin tekanan darah tetap stabil.
5 Cara Seru Nikmatin Pakcoy
Tumis Simpel: Tumis sama bawang putih dan cabai, praktis tapi nagih!
Rebus Fresh: Direbus sebentar terus dimakan sebagai lalapan, seger banget.
Mix di Sup: Campurin ke sup ayam atau sayuran buat boost nutrisi.
Jus Sehat: Blend sama buah lain jadi jus yang menyegarkan.
Panggang Crispy: Panggang dengan olive oil dan bumbu favorit, dijamin ketagihan!
So, ladies, udah siap jadiin pakcoy sebagai superfood andalan? Dengan segudang manfaat yang ditawarkan, sayuran hijau yang satu ini emang layak masuk wishlist belanjaan mingguan kamu. Yuk, mulai hidup sehat dari sekarang!
PUNGGAWANEWS, JAKARTA – Tanaman pangan lokal Indonesia kembali mencuri perhatian dunia kesehatan. Ubi jalar oranye (Ipomoea batatas) yang selama ini hanya dikenal sebagai makanan tradisional, kini naik status menjadi superfood berkat kandungan nutrisinya yang luar biasa.
Data terbaru Kementerian Pertanian menunjukkan bahwa 89% produksi ubi jalar nasional dikonsumsi langsung sebagai bahan pangan dengan tingkat konsumsi mencapai 7,9 kg per kapita setiap tahunnya. Sisanya diolah menjadi produk industri seperti tepung, saus, dan pakan ternak.
Tren konsumsi pun mulai berubah. Masyarakat kini lebih memilih bahan pangan yang tidak hanya lezat tetapi juga bergizi tinggi. Ubi jalar oranye pun mulai bertransformasi dari makanan kampung menjadi bahan utama produk modern seperti bakpao, kue, es krim, smoothie, hingga jus kesehatan.
Kandungan Beta-Karoten Tertinggi
Keunggulan utama ubi jalar oranye terletak pada kandungan beta-karotennya yang sangat tinggi. Senyawa alami pemberi warna oranye ini merupakan prekursor vitamin A yang vital untuk kesehatan mata dan sistem kekebalan tubuh.
“Bagi yang ingin menjaga kesehatan mata, konsumsilah ubi jalar oranye. Kandungan beta-karotennya bahkan melebihi wortel,” ungkap Balitbangtan dalam rilisnya.
Perbandingan kandungan beta-karoten per 100 gram menunjukkan:
Ubi jalar putih: 260 µg
Ubi jalar kuning: 2.900 µg
Ubi jalar oranye: 9.900 µg
Semakin pekat warna oranye dagingnya, semakin tinggi kandungan beta-karotennya. Balitbangtan bahkan telah mengembangkan dua varietas unggulan Beta 1 dan Beta 2 dengan kandungan beta-karoten mencapai 12.032 µg dan 4.629 µg per 100 gram.
Lima Manfaat Kesehatan Terbukti
Dikutip dari Health Digest, Medical News Today, dan BBC Good Food, dan dari berbagai jurnal kesehatan internasional, konsumsi rutin ubi jalar oranye memberikan lima manfaat utama:
1. Melancarkan Sistem Pencernaan Ahli diet Travis Blanchard menjelaskan bahwa serat tak larut dalam ubi jalar efektif mengatasi konstipasi. Kandungan serat tertinggi terdapat pada kulitnya, sehingga disarankan mengonsumsi ubi beserta kulitnya setelah dicuci bersih.
2. Menstabilkan Gula Darah Meski berasa manis, ubi jalar memiliki indeks glikemik rendah sehingga tidak menyebabkan lonjakan gula darah drastis. Ahli gizi Nicola Shubrook dari BBC Good Food menyatakan kandungan magnesiumnya dapat mengurangi resistensi insulin bila dikonsumsi dalam porsi tepat.
3. Memenuhi Kebutuhan Magnesium Magnesium dalam ubi jalar penting untuk fungsi otot, saraf, dan metabolisme tubuh. “Meski dibutuhkan sedikit, magnesium sangat vital untuk kadar glukosa darah, produksi energi, dan kesehatan tulang,” kata ahli diet Monica Auslander Moreno.
4. Meningkatkan Imunitas Tubuh Antioksidan beta-karoten melindungi tubuh dari radikal bebas yang dapat merusak sel-sel sistem imun. Konsumsi rutin membantu tubuh memiliki perlindungan alami terhadap infeksi dan penyakit.
5. Memperpanjang Harapan Hidup Studi di jurnal Nature mengungkap korelasi positif antara kadar beta-karoten tinggi dengan penurunan risiko kematian akibat penyakit kronis. Harvard Health Publishing menyebut ubi jalar oranye sebagai salah satu sumber beta-karoten terbaik di alam.
Perhatian Khusus untuk Penderita Gangguan Ginjal
Meski kaya manfaat, penderita penyakit ginjal kronis perlu berhati-hati. Satu ubi jalar mentah ukuran sedang mengandung 438 mg kalium, sementara yang besar bisa mencapai 850 mg. Kandungan kalium tinggi ini baik untuk menyeimbangkan natrium tubuh, namun dapat memberatkan kerja ginjal yang bermasalah.
“Pasien gagal ginjal atau yang menjalani cuci darah harus membatasi konsumsi makanan tinggi kalium,” peringatkan Health Digest.
Keunggulan Varietas Lokal
Indonesia memiliki berbagai varietas unggulan seperti ubi jalar Gunung Kawi dari Malang yang terkenal manis dan bertekstur halus. Ada pula ubi jalar ungu kaya antosianin dan ubi jalar putih yang padat serta masir.
Dengan harga lebih terjangkau dibanding wortel atau sayuran impor, ubi jalar oranye menjadi pilihan pangan lokal yang bergizi tinggi sekaligus ekonomis untuk keluarga Indonesia.
Sumber: Kementerian Pertanian RI, Health Digest, Medical News Today, BBC Good Food
PUNGGAWANEWS, TIPS – Siapa yang tidak suka telur? Makanan praktis dan bergizi tinggi ini memang jadi andalan banyak keluarga, terutama di Sinjai. Mudah diolah jadi apa saja, dari telur dadar sederhana sampai hidangan fancy untuk dinner romantis. Makanya, banyak yang suka beli telur dalam jumlah besar untuk stok di rumah.
Tapi tunggu dulu, Beauty! Ternyata ada kebiasaan kita yang salah kaprah nih. Siapa yang suka cuci telur dulu sebelum masuk kulkas? Eh, jangan-jangan kamu salah satunya?
Dikutip dari rri.co.id Dokter Hewan Agusriady kasih warning nih kalau mencuci telur sebelum disimpan justru bikin kualitasnya drop! Kenapa? Soalnya cangkang telur itu punya pori-pori alami yang dilindungi lapisan khusus. Kalau dicuci pakai air, lapisan pelindung ini bisa hilang dan bikin pintu masuk buat kuman jahat masuk ke dalam telur. Duh, ngeri kan?
“Telur yang mau disimpan nggak perlu dicuci. Kalau ada kotoran, cukup lap pakai kain kering aja, jangan pakai air,” ujar drh. Agusriady, Senin (23/06/2025).
Oh iya, ternyata cara nyimpan telur juga ada tekniknya lho! Posisi yang benar itu bagian lebar di atas, bagian runcing di bawah. Dengan begitu, kantung udara tetap di atas dan kuning telur stay di tengah. Smart banget kan?
Jadi mulai sekarang, skip deh kebiasaan cuci telur. Biar telur tetap fresh dan aman dikonsumsi!
Pola hidup sehat dimulai dari pemilihan makanan yang tepat. Sayangnya, beberapa jenis makanan yang sering dikonsumsi sehari-hari ternyata dapat meningkatkan risiko perkembangan sel kanker dalam tubuh.
PUNGGAWANEWS, Kesehatan adalah aset paling berharga dalam hidup manusia. Di era modern ini, berbagai penyakit degeneratif seperti kanker semakin mengkhawatirkan dan menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. Meskipun faktor genetik dan lingkungan berperan dalam perkembangan kanker, penelitian ilmiah menunjukkan bahwa pola makan dan pilihan makanan sehari-hari memiliki pengaruh signifikan terhadap risiko terkena penyakit ini.
Sayangnya, banyak makanan yang kita konsumsi secara rutin tanpa menyadari potensi bahayanya. Makanan olahan, daging yang dibakar pada suhu tinggi, makanan yang mengandung bahan pengawet berlebihan, serta berbagai jenis makanan lainnya telah dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker berdasarkan hasil penelitian epidemiologi dan laboratorium.
Para ahli kesehatan terus mengingatkan bahwa pilihan makanan yang kita konsumsi memiliki dampak signifikan terhadap risiko terkena kanker. Sel-sel kanker dapat berkembang lebih pesat ketika tubuh terus terpapar makanan dan minuman yang mengandung zat karsinogenik.
[metaslider id=4997]
1. Daging Olahan: Ancaman Tersembunyi di Balik Kelezatan
Berbagai produk daging olahan seperti sosis, nugget, hot dog, kornet, dendeng, ham, dan salami ternyata menyimpan bahaya kesehatan. Proses pengawetan yang melibatkan pengasapan, pengasinan, dan pengalengan dapat menghasilkan senyawa berbahaya.
Riset yang dipublikasikan pada 2018 mengungkapkan bahwa penggunaan nitrit dalam pengawetan daging dapat membentuk senyawa N-nitroso yang bersifat karsinogenik. Sementara itu, proses pengasapan menghasilkan hidrokarbon aromatik polisiklik (PAH) yang juga memicu kanker.
Studi komprehensif tahun 2019 menegaskan bahwa daging olahan menjadi faktor risiko utama kanker usus besar. Penelitian lain di tahun yang sama juga menunjukkan keterkaitan antara konsumsi daging olahan dengan kanker lambung.
2. Gorengan: Nikmat Sesaat, Bahaya Jangka Panjang
Makanan yang digoreng pada suhu tinggi mengandung akrilamida, senyawa yang terbentuk ketika makanan bertepung terpapar panas ekstrem. Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC) telah mengklasifikasikan akrilamida sebagai zat yang berpotensi karsinogenik bagi manusia.
Tinjauan ilmiah tahun 2018 membuktikan sifat karsinogenik akrilamida melalui eksperimen pada hewan uji. Penelitian 2020 lebih lanjut menjelaskan bahwa akrilamida dapat merusak DNA dan memicu kematian sel yang tidak normal.
Konsumsi gorengan secara berlebihan juga meningkatkan risiko diabetes tipe 2 dan obesitas, kondisi yang dapat memperparah stres oksidatif dan peradangan dalam tubuh.
3. Bahaya Memasak dengan Suhu Berlebihan
Teknik memasak dengan suhu tinggi, terutama untuk daging, dapat menghasilkan zat karsinogenik berbahaya. Artikel ilmiah tahun 2020 menjelaskan bahwa pemanasan daging pada suhu ekstrem menghasilkan PAH dan amina heterosiklik (HCA).
Kedua senyawa ini mampu mengubah struktur DNA sel dan meningkatkan risiko kanker. Para ahli merekomendasikan metode memasak yang lebih aman seperti merebus, memanggang dengan suhu rendah, atau menggunakan slow cooker.
4. Produk Susu: Dilema Kalsium dan Risiko Kanker Prostat
Meskipun kalsium penting untuk kesehatan tulang, konsumsi produk susu berlebihan ternyata dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker prostat pada pria. Susu, keju, dan yogurt dapat menurunkan kadar hormon pelindung yang mencegah perkembangan sel kanker prostat.
Ulasan penelitian 2020 mengungkapkan bahwa produk olahan susu meningkatkan kadar faktor pertumbuhan mirip insulin 1 (IGF-1). Peningkatan IGF-1 ini dapat mempercepat proliferasi sel kanker prostat.
5. Gula dan Karbohidrat Olahan: Pemicu Tidak Langsung
Minuman manis, makanan panggang, roti putih, nasi putih, dan sereal manis dapat secara tidak langsung meningkatkan risiko kanker. Konsumsi makanan tinggi gula dan tepung olahan dapat memicu diabetes tipe 2 dan obesitas.
Studi tahun 2020 menunjukkan bahwa kedua kondisi tersebut memicu peradangan kronis dan stres oksidatif yang meningkatkan risiko kanker tertentu. Tinjauan 2019 mengonfirmasi bahwa diabetes tipe 2 meningkatkan risiko kanker ovarium, payudara, dan endometrium.
Kadar glukosa darah tinggi akibat konsumsi gula berlebihan juga menjadi faktor risiko kanker kolorektal, menurut penelitian 2017.
6. Alkohol: Penyebab Kanker Nomor Dua Dunia
Konsumsi alkohol berlebihan telah terbukti meningkatkan risiko kanker mulut, kerongkongan, hati, usus besar, dubur, dan payudara. World Health Organization menempatkan alkohol sebagai penyebab kanker kedua terbesar di dunia setelah rokok.
Tinjauan ilmiah 2017 menjelaskan bahwa asetaldehida, produk metabolisme alkohol, dapat merusak DNA dan meningkatkan stres oksidatif. Senyawa ini juga mengganggu sistem kekebalan tubuh, sehingga tubuh kesulitan mendeteksi dan menghancurkan sel prakanker.
Pada wanita, alkohol dapat meningkatkan kadar estrogen yang dikaitkan dengan risiko tinggi kanker payudara reseptor estrogen positif, berdasarkan studi 2015.
Langkah Pencegahan
Para ahli menyarankan untuk mengganti makanan berisiko dengan alternatif yang lebih sehat. Pilih roti gandum utuh, pasta gandum utuh, nasi merah, dan biji-bijian sebagai pengganti karbohidrat olahan. Batasi konsumsi alkohol dan hindari memasak dengan suhu terlalu tinggi untuk meminimalkan risiko kanker.
PUNGGAWANEWS, Jakarta – Merawat kulit sehat dan bercahaya tidak hanya bergantung pada produk skincare. Pilihan makanan yang tepat juga dapat memberikan kilau alami dari dalam tubuh. Sejumlah makanan bernutrisi tinggi terbukti berperan penting dalam menjaga kesehatan kulit secara menyeluruh.
Skincare memang penting, namun apa yang Anda konsumsi setiap hari memiliki pengaruh besar terhadap kondisi kulit Anda. Makanan kaya nutrisi, terutama yang mengandung antioksidan, dapat memberikan efek positif jangka panjang pada kulit, membuatnya tidak hanya tampak lebih sehat, tetapi juga terasa lebih baik.
Berikut adalah enam makanan bernutrisi tinggi yang bisa Anda tambahkan ke dalam pola makan untuk membantu menjaga kesehatan kulit:
1. Ikan Berlemak
Ikan seperti salmon, makarel, dan sarden kaya akan asam lemak omega-3, yang membantu melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar UV serta mengurangi gejala kondisi kulit seperti psoriasis dan dermatitis atopik. Penelitian menunjukkan omega-3 dapat memperkuat perlindungan kulit terhadap radiasi UV.
2. Tomat
Kandungan antioksidan seperti likopen dalam tomat mampu melindungi kulit dari kerusakan akibat paparan sinar matahari. Selain itu, tomat juga dapat membantu meredakan peradangan kulit, cocok untuk mereka yang memiliki kulit sensitif atau kondisi dermatitis.
3. Teh Hijau
Teh hijau kaya akan polifenol yang memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi. Konsumsi teh hijau secara rutin dapat melindungi kulit dari efek buruk sinar matahari dan membantu menjaga integritas kulit, bahkan memperlambat tanda-tanda penuaan.
4. Almond
Almond dikenal sebagai sumber vitamin E dan asam lemak esensial yang mendukung kesehatan kulit. Studi menunjukkan konsumsi almond secara rutin dapat mengurangi kerutan wajah, meskipun penelitian lebih lanjut masih diperlukan.
5. Biji Rami
Sebagai sumber nabati omega-3, flaxseed membantu menjaga kelembapan dan kelembutan kulit. Minyak biji rami bahkan dikaitkan dengan peningkatan hidrasi, kehalusan, serta pengurangan kekasaran kulit.
6. Kedelai
Kedelai mengandung isoflavon yang dapat merangsang produksi kolagen, meningkatkan hidrasi, serta melindungi kulit dari stres oksidatif. Konsumsi kedelai secara rutin dapat mengurangi kerutan dan mendukung elastisitas kulit, membuatnya tampak lebih muda dan sehat.
Perubahan pola makan dengan memasukkan makanan-makanan ini mungkin tidak memberikan hasil instan, tetapi akan memberikan manfaat jangka panjang yang signifikan untuk kesehatan kulit. Jadi, saatnya melengkapi rutinitas perawatan kulit Anda dari dalam!