JAKARTA, PUNGGAWALIFE – Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) mempercepat pemenuhan standar kebersihan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hingga kini, sebanyak 13.576 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Jumlah tersebut mencakup sekitar 52,37 persen dari total 25.925 SPPG yang telah beroperasi di berbagai daerah. Adapun jika mengacu pada jumlah unit yang sudah mengajukan permohonan sertifikasi, capaian itu setara dengan 81,39 persen dari 16.681 SPPG.
Wakil Kepala BGN yang juga menjabat sebagai Ketua Pelaksana Harian Tim Koordinasi MBG, Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan percepatan sertifikasi menjadi prioritas utama guna menjamin kualitas dan keamanan makanan bagi penerima manfaat program.
Ia menargetkan seluruh SPPG sudah mendaftarkan diri untuk memperoleh SLHS paling lambat Juni 2026. Selanjutnya, seluruh unit diharapkan telah mengantongi sertifikat tersebut pada Agustus 2026.
“Targetnya, bulan Juni seluruh SPPG sudah terdaftar, dan Agustus seluruhnya sudah bersertifikat SLHS,” ujarnya.
Untuk mengejar target tersebut, BGN mengintensifkan koordinasi lintas kementerian dan lembaga, terutama dalam mempercepat proses pengajuan hingga penerbitan sertifikat di tingkat daerah.
Selain pendekatan persuasif, BGN juga menyiapkan langkah penegakan disiplin bagi unit yang belum memenuhi kewajiban administratif. Nanik menegaskan, pihaknya tidak akan ragu menjatuhkan sanksi berupa penghentian sementara operasional bagi SPPG yang belum mendaftarkan diri.
Instruksi telah disiapkan kepada Deputi Pemantauan dan Pengawasan untuk menindak tegas unit yang tidak patuh terhadap ketentuan sertifikasi higiene sanitasi.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya menjaga standar mutu dan keamanan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu program prioritas nasional.

Tinggalkan Balasan