MAKASSAR, PUNGGAWALIFE -Banyak orang tua masih percaya bahwa ASI sudah cukup melindungi bayi dari segala penyakit. Anggapan ini, menurut para dokter anak, perlu diluruskan sebelum berujung pada risiko yang tidak perlu.
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menegaskan bahwa ASI dan vaksin memiliki fungsi yang berbeda dan tidak bisa saling menggantikan. Keduanya justru harus berjalan beriringan untuk memberikan perlindungan maksimal bagi bayi sejak hari pertama kehidupannya.
Dr. dr. Rodman Tarigan, Sp.A, Subsp.T.K.P.S (K), anggota Unit Kerja Koordinasi Tumbuh Kembang dan Pediatri Sosial IDAI, menyampaikan hal ini dalam sebuah diskusi daring yang digelar di Jakarta pada Selasa, 5 Mei 2025. Ia mengingatkan bahwa perlindungan yang diberikan ASI bersifat umum, sementara vaksin bekerja secara spesifik terhadap penyakit tertentu.
“Tidak semua yang ada dalam kandungan ASI bisa menjaga dari penyakit tertentu. Itulah mengapa sejak bayi lahir sudah mulai diberikan vaksin hepatitis, polio, difteri, pertusis, dan tetanus,” ujarnya.
Penyakit-penyakit tersebut disebabkan oleh virus dan bakteri dari lingkungan luar yang sangat mudah menginfeksi bayi. Sistem imun bayi yang masih dalam tahap perkembangan membuatnya rentan, bahkan terhadap paparan yang tampak sepele sekalipun.

Tinggalkan Balasan