MAKASSAR, PUNGGAWALIFE – Kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat kian meningkat, salah satunya melalui penerapan konsep gizi seimbang. Namun, pemahaman publik kerap masih terbatas pada asupan karbohidrat, protein, dan lemak. Padahal, terdapat komponen penting lain yang tak kalah vital, yakni zat gizi mikro berupa mineral, khususnya kelompok mineral makro yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah besar.
Dalam pedoman “Hidup Sehat Gizi Seimbang”, mineral makro didefinisikan sebagai mineral yang diperlukan lebih dari 100 miligram per hari. Kelompok ini terdiri atas enam unsur utama: kalsium, fosfor, magnesium, natrium, kalium, dan klorida. Keenamnya berperan dalam berbagai fungsi dasar tubuh, mulai dari menjaga keseimbangan cairan, memperkuat tulang dan gigi, hingga mendukung kerja otot serta sistem saraf.
Data Angka Kecukupan Gizi (AKG) menunjukkan kebutuhan harian mineral makro yang bervariasi. Kalsium dibutuhkan sebanyak 1000 miligram per hari, sementara fosfor sebesar 700 miligram. Magnesium memiliki kebutuhan berbeda berdasarkan jenis kelamin, yakni 360 miligram untuk laki-laki dan 340 miligram untuk perempuan. Natrium direkomendasikan 1500 miligram per hari, sedangkan kalium tergolong tinggi dengan kebutuhan 4700 miligram untuk laki-laki dan 4500 miligram untuk perempuan. Adapun klorida diperlukan sebanyak 2300 miligram per hari.
Pakar gizi menekankan bahwa ketepatan dalam memenuhi kebutuhan tersebut menjadi kunci. Asupan yang kurang maupun berlebih sama-sama berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan. Kekurangan mineral makro, misalnya, dapat berdampak serius pada tulang dan gigi. Defisiensi kalsium dan fosfor dalam jangka panjang meningkatkan risiko kerapuhan tulang hingga osteoporosis.

Tinggalkan Balasan