PUNGGAWALIFE – Rumah yang rapi bukan soal rajin bersih-bersih, melainkan soal kebiasaan. Para ahli dekorasi dan penataan ruang menegaskan bahwa kekacauan di rumah hampir selalu bersumber dari rutinitas kecil yang dilakukan tanpa sadar setiap hari — bukan karena kurang waktu atau kurang perabot penyimpanan.
Menurut para organizer profesional yang dikutip The Spruce pada Kamis, 7 Mei, ada delapan kebiasaan yang paling sering menjadi biang keladi rumah terasa sempit, penuh, dan tidak nyaman. Menariknya, semua bisa diubah tanpa perlu renovasi atau pengeluaran besar.
Kebiasaan pertama yang paling umum adalah membiarkan permukaan meja menjadi tempat transit barang. Meja makan, meja tamu, hingga kitchen counter kerap berubah fungsi menjadi tempat singgah tas, charger, struk belanja, dan berbagai benda lain yang “nanti dipindah”. Kebiasaan ini terlihat sepele, tetapi efeknya langsung terasa: ruangan seketika tampak penuh dan tidak teratur.
Kebiasaan kedua adalah menyimpan barang yang sudah tidak digunakan hanya karena merasa sayang membuangnya. Lemari yang sesak bukan selalu tanda banyak kebutuhan — seringkali itu tanda terlalu banyak barang yang tak lagi relevan. Para ahli merekomendasikan pemilahan rutin untuk memutuskan mana yang layak disimpan, disumbangkan, atau dilepas.

Tinggalkan Balasan