Selain itu, kekurangan magnesium dan kalium kerap memicu gangguan pada otot seperti kram, ketegangan, hingga kelemahan fisik. Sistem saraf juga terdampak, ditandai dengan penurunan konsentrasi dan gangguan irama jantung. Kondisi lain yang dapat muncul adalah kelelahan, penurunan energi, serta gangguan keseimbangan cairan akibat kurangnya natrium dan klorida.
Sebaliknya, konsumsi mineral makro secara berlebihan juga tidak kalah berbahaya. Pola makan tinggi garam, terutama dari makanan olahan, menjadi salah satu penyebab utama kelebihan natrium yang berujung pada hipertensi. Kondisi ini meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.
Ginjal sebagai organ penyaring utama turut terdampak akibat kelebihan mineral, yang dalam jangka panjang dapat memicu pembentukan batu ginjal. Gangguan pencernaan seperti sembelit, mual, hingga diare juga kerap muncul. Bahkan, kelebihan satu jenis mineral dapat menghambat penyerapan mineral lain, sehingga memicu ketidakseimbangan nutrisi secara keseluruhan.
Melihat berbagai risiko tersebut, pemenuhan kebutuhan mineral makro dianjurkan melalui konsumsi makanan alami yang beragam. Sumber fosfor dapat diperoleh dari daging, ikan, dan ayam. Kalsium banyak terdapat pada susu, keju, yoghurt, serta kacang-kacangan. Magnesium bisa ditemukan dalam sayuran hijau, alpukat, dan cokelat hitam.

Tinggalkan Balasan