PUNGGAWALIFE – Menjelang perayaan Idul Fitri, berbagai jenis kue kering seperti nastar, kastengel, dan putri salju menjadi hidangan wajib yang tersaji di setiap rumah. Namun, di balik kelezatannya, ahli gizi memperingatkan dampak kesehatan jika mengonsumsi camilan khas lebaran ini secara berlebihan.
Dr. Meli, seorang spesialis gizi klinik, mengungkapkan fakta mengejutkan tentang kandungan kalori dalam kue kering yang berukuran mungil. “Jangan tertipu dengan ukurannya yang kecil. Tiga buah nastar atau kastengel saja sudah mengandung 120 hingga 140 kalori, setara dengan satu centong nasi putih sekitar 150 gram,” jelasnya dalam program kesehatan di salah satu stasiun televisi nasional.
Tingginya kandungan kalori tersebut disebabkan oleh komposisi bahan pembuatan kue kering yang didominasi tepung terigu, mentega, dan gula. Ketiga bahan ini mengandung lemak jenuh dan karbohidrat sederhana yang dapat meningkatkan kadar gula darah secara drastis.
Ancaman Penyakit Metabolik
Dr. Meli menekankan bahwa konsumsi berlebihan kue kering berisiko memicu berbagai penyakit metabolik. “Yang paling harus diwaspadai adalah lonjakan kadar gula darah dan profil lipid seperti kolesterol LDL, trigliserida, serta penurunan HDL,” ungkapnya.
Kelompok yang paling rentan adalah penderita diabetes, hipertensi, dislipidemia (kolesterol tinggi), serta mereka yang memiliki riwayat stroke atau penyakit kardiovaskular. Bagi penderita penyakit metabolik, konsumsi kue kering dapat memperburuk kondisi kesehatan secara signifikan.
Selain gangguan metabolik, peningkatan berat badan akibat konsumsi berlebihan juga dapat memicu masalah kesehatan lain seperti osteoartritis atau radang sendi lutut.
Kebutuhan Kalori Harian dan Batasan Konsumsi
Setiap individu memiliki kebutuhan kalori yang berbeda-beda, tergantung jenis kelamin, tinggi badan, berat badan, dan tingkat aktivitas fisik. Rata-rata kebutuhan kalori harian untuk perempuan berkisar antara 1.500 hingga 2.000 kalori per hari.
“Kuncinya adalah keseimbangan. Jika ingin mengonsumsi kue kering, maka asupan kalori dari makanan lain harus disesuaikan. Pastikan tetap mengonsumsi sayur dan buah yang rendah kalori namun kaya serat,” saran Dr. Meli.
Tips Sehat Selama Lebaran
Para ahli gizi merekomendasikan beberapa strategi agar tetap sehat selama perayaan Idul Fitri:
Pertama, jangan lupakan konsumsi serat dari sayuran dan buah-buahan. Ibu rumah tangga disarankan menyajikan hidangan sehat seperti asinan, rujak buah, atau jus buah tanpa tambahan gula.
Kedua, terapkan prinsip gizi seimbang dengan tetap mengonsumsi protein, karbohidrat kompleks, dan serat dalam porsi yang tepat, meskipun sedang merayakan hari raya.
Ketiga, batasi konsumsi kue kering sesuai kebutuhan kalori harian. Jangan tergoda untuk menghabiskan satu toples dalam sekali duduk.
Keempat, bagi penderita penyakit metabolik, sebaiknya melakukan pemeriksaan kadar gula darah dan profil lipid setelah lebaran untuk memastikan kondisi kesehatan tetap terkontrol.
“Kami tidak melarang untuk menikmati kue kering saat lebaran, tetapi bijaklah dalam mengonsumsinya. Jangan sampai kebahagiaan hari raya berakhir dengan masalah kesehatan,” tutup Dr. Meli.
Dengan penerapan pola konsumsi yang sehat dan seimbang, masyarakat diharapkan dapat menikmati perayaan Idul Fitri tanpa harus khawatir dengan dampak kesehatan di kemudian hari.

Tinggalkan Balasan