PUNGGAWALIFE — Kebiasaan meninggalkan botol air minum di dalam mobil atau di bawah sinar matahari ternyata menyimpan risiko kesehatan yang perlu diwaspadai masyarakat. Dokter spesialis okupasi mengingatkan bahwa ada sejumlah faktor penting yang harus dipahami sebelum mengonsumsi air kemasan yang telah lama tersimpan dalam kondisi terpapar panas.
Menurut penjelasan dokter tersebut, ancaman pertama justru bukan berasal dari bahan botolnya, melainkan dari kontaminasi bakteri. Botol yang sudah pernah dibuka berpotensi menjadi tempat berkembangnya kuman yang berpindah dari mulut penggunanya. Oleh karena itu, sebelum meminum air yang sudah lama tersimpan di dalam kendaraan, masyarakat disarankan untuk mempertimbangkan sudah berapa lama botol tersebut berada di sana.
Risiko kedua berkaitan dengan kandungan kimia dalam plastik kemasan. Saat botol plastik terpapar sinar matahari atau panas dalam waktu tertentu, senyawa kimia bernama Bisfenol A atau BPA berpotensi luruh dan masuk ke dalam air. Senyawa ini dikenal memiliki sifat menyerupai hormon estrogen pada tubuh manusia, sehingga jika masuk ke dalam tubuh dapat memicu ketidakseimbangan hormonal yang pada akhirnya berisiko memunculkan berbagai gangguan kesehatan, termasuk kanker.
Meski demikian, dokter tersebut menegaskan bahwa kadar BPA yang terlepas masih berada di bawah ambang batas berbahaya. Masyarakat tidak perlu panik hanya karena sesekali mengonsumsi air dari botol yang sempat terkena panas. Namun, sebagai langkah pencegahan, kebiasaan ini sebaiknya tetap dihindari demi menjaga kesehatan jangka panjang.
Hal penting lain yang disampaikan adalah cara membaca kode plastik yang tertera di bagian bawah setiap botol kemasan. Pemerintah telah menetapkan bahwa kode nomor 1, 2, 4, dan 5 tergolong aman untuk digunakan, meskipun tetap dianjurkan hanya untuk sekali pakai. Botol dengan kode-kode tersebut sebaiknya tidak diisi ulang berkali-kali karena seiring waktu permukaan bagian dalam botol bisa tergores, yang membuka peluang kontaminasi lebih besar. Sementara itu, kode nomor 3 dan 7 disarankan untuk dihindari dalam penggunaan sehari-hari, kecuali kode 7 yang memang khusus dirancang tahan panas seperti botol susu bayi.
Dokter juga mengingatkan soal kebiasaan membungkus makanan berkuah panas seperti bakso atau soto menggunakan kantong plastik. Karena jenis plastik yang digunakan pedagang tidak selalu diketahui oleh konsumen, cara paling aman adalah menikmati makanan berkuah panas langsung di tempat dan tidak membawanya pulang dalam wadah plastik sembarangan.
Pesan utama dari penjelasan ini cukup sederhana: perhatikan kode di bawah botol, jangan biasakan meninggalkan air minum di tempat yang panas, dan gunakan kemasan sesuai peruntukannya demi menjaga kualitas hidup yang lebih sehat.

Tinggalkan Balasan