PUNGGAWALIFE – Tanaman nilam (Pogostemon cablin) selama ini lebih dikenal sebagai bahan baku industri wewangian kelas dunia. Namun di balik aroma khasnya yang kerap digambarkan bersahaja—perpaduan kayu, manis, dan sedikit pedas—minyak yang diekstrak dari daunnya menyimpan potensi kesehatan yang jauh lebih luas dari sekadar pengharum ruangan atau bahan dasar parfum premium.
Sejumlah penelitian yang dipublikasikan dalam beberapa tahun terakhir mulai membuka tabir manfaat minyak nilam secara ilmiah. Healthline merangkum tujuh khasiat yang telah melewati pengujian di laboratorium, meski sebagian besar hasilnya masih memerlukan validasi lebih lanjut pada subjek manusia.
Penelitian pada hewan menunjukkan bahwa senyawa aktif dalam minyak nilam mampu meredam respons peradangan dalam tubuh. Sebuah studi pada tikus mendapati salah satu komponen minyak ini berhasil mengurangi pembengkakan yang dipicu secara kimiawi. Penelitian lain turut mengungkap kemampuannya memengaruhi aktivitas sel imun yang berperan dalam proses inflamasi.
Efek antiradang tersebut juga diduga menjadi mekanisme di balik khasiat pereda nyeri minyak nilam. Studi yang diterbitkan pada 2011 mencatat bahwa tikus yang diberi ekstrak nilam secara oral menunjukkan respons berkurang terhadap rangsangan rasa sakit. Para peneliti menduga dua manfaat ini saling berkaitan erat.

Tinggalkan Balasan