Namun, sekali lagi, kehebatan ASI tidak berarti vaksinasi bisa diabaikan. Keduanya memiliki peran masing-masing yang saling melengkapi, bukan bersaing.
Di tengah derasnya arus informasi saat ini, Rodman juga mengingatkan masyarakat untuk lebih selektif dalam menyaring informasi soal kesehatan anak. Tidak sedikit narasi yang beredar di media sosial yang menyederhanakan atau bahkan mendistorsi fakta medis tentang ASI dan imunisasi.
Keputusan untuk tidak memvaksinasi bayi dengan alasan sudah mendapat ASI adalah sebuah kesalahpahaman yang berpotensi fatal. Orang tua perlu memahami bahwa keduanya bukan pilihan, melainkan kewajiban yang harus dipenuhi bersama demi kesehatan si kecil.
Imunisasi sesuai jadwal yang direkomendasikan IDAI, dikombinasikan dengan pemberian ASI eksklusif, adalah fondasi perlindungan terbaik yang bisa diberikan orang tua kepada bayinya sejak hari pertama.

Tinggalkan Balasan