Rodman menekankan bahwa ancaman tidak selalu datang dari luar rumah. Interaksi sehari-hari dalam lingkungan keluarga pun bisa menjadi jalur penularan yang tidak disadari.
Ia menggambarkan skenario yang kerap terjadi: seorang nenek atau anggota keluarga yang tanpa sadar sedang dalam masa inkubasi penyakit mencium atau menggendong bayi. Kontak fisik yang terasa penuh kasih sayang itu bisa menjadi jalan masuk penyakit ke tubuh bayi yang belum terlindungi.
Meski demikian, Rodman tidak menafikan peran luar biasa ASI dalam tumbuh kembang bayi. Ia justru menegaskan bahwa ASI tetap menjadi sumber nutrisi terbaik, terutama selama enam bulan pertama, dan idealnya diteruskan hingga usia dua tahun.
ASI mengandung protein, karbohidrat, serta antibodi yang sudah dirancang secara alami sesuai kebutuhan bayi. Kandungan ini membantu membangun sistem kekebalan tubuh dan melindungi dari berbagai infeksi umum.
“ASI bisa meningkatkan imunitas, menjaga dari infeksi, sekaligus menyuplai energi. Satu tetes ASI saja kandungannya sangat luar biasa,” kata Rodman.

Tinggalkan Balasan