MAKASSAR, PUNGGAWALIFE – Ikan asin sudah lama menjadi andalan meja makan masyarakat Indonesia. Gurih, murah, dan mudah didapat — tapi di balik popularitasnya, satu pertanyaan terus bergulir apakah lauk tradisional ini aman bagi kadar kolesterol dalam darah?
Kekhawatiran itu wajar, terutama di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat soal kesehatan jantung. Namun sebelum memutuskan untuk menjauhi ikan asin sepenuhnya, ada baiknya memahami dulu fakta nutrisinya secara utuh.
Ikan asin diproses melalui penggaraman dan pengeringan — metode pengawetan alami yang sudah digunakan turun-temurun. Proses ini menghasilkan lauk yang tahan lama sekaligus mempertahankan sebagian besar kandungan gizinya. Dalam 100 gram ikan asin, terkandung sekitar 40 hingga 42 gram protein, ditambah kalsium, fosfor, zat besi, dan vitamin B.
Soal kolesterol, jawabannya memang ya — ikan asin mengandung kolesterol, seperti halnya semua produk hewani. Namun kadarnya terbilang moderat. Satu porsi sekitar 80 gram ikan asin jenis mackerel, misalnya, mengandung sekitar 70 hingga 80 miligram kolesterol. Angka itu masih jauh di bawah batas harian yang direkomendasikan bagi orang sehat, yakni kurang dari 300 miligram per hari.

Tinggalkan Balasan