PUNGGAWALIFE, Bawang merah selama ini dikenal sebagai bumbu dapur yang hampir selalu hadir dalam berbagai masakan Nusantara. Namun di balik aromanya yang tajam dan sering membuat mata berair, bahan sederhana ini ternyata menyimpan segudang manfaat kesehatan.
Dalam program kesehatan di tvOne, para dokter mengungkap bahwa bawang merah tidak hanya sekadar pelengkap masakan, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai ramuan herbal tradisional untuk mengatasi berbagai keluhan, mulai dari demam hingga membantu mengontrol gula darah.
Ramuan Tradisional untuk Kembung dan Masuk Angin
Meski istilah “masuk angin” tidak dikenal dalam dunia medis, kondisi seperti perut kembung dan pegal-pegal memang sering dialami masyarakat. Secara empiris, bawang merah terbukti membantu meredakan keluhan tersebut.
Cara penggunaannya cukup sederhana:
Bawang merah ditumbuk lalu dicampur dengan minyak telon (untuk anak-anak) atau minyak kayu putih (untuk dewasa), kemudian dibalurkan ke area perut. Ramuan ini bisa digunakan 1–2 kali sehari hingga gejala mereda.
Namun, penting untuk melakukan uji coba terlebih dahulu pada kulit guna menghindari reaksi iritasi atau alergi.
Efektif Turunkan Demam Secara Alami
Selain untuk kembung, bawang merah juga dikenal sebagai obat alami penurun demam. Penggunaannya dilakukan dengan metode “tapel”, yaitu menempelkan ramuan bawang merah yang telah ditumbuk dan dicampur sedikit garam serta minyak telon ke dahi dan ketiak.
Secara ilmiah, bawang merah memiliki efek vasodilator yang membantu melebarkan pembuluh darah sehingga panas tubuh dapat lebih mudah dilepaskan.
Kaya Antioksidan, Bantu Lawan Penyakit
Bawang merah mengandung senyawa antioksidan seperti flavonoid dan quercetin yang berperan dalam melawan radikal bebas. Kandungan ini juga disebut memiliki efek antiproliferasi, yang dapat membantu menghambat perkembangan sel abnormal dalam tubuh.
Untuk mendapatkan manfaat maksimal, bawang merah dianjurkan dikonsumsi mentah sebanyak 50–100 gram per hari, karena proses memasak dapat mengurangi kandungan nutrisinya.
Ramuan untuk Kontrol Gula Darah
Bagi penderita diabetes tipe 2, bawang merah juga berpotensi membantu menstabilkan kadar gula darah.
Cara meraciknya:
- 2 siung bawang merah
- 7 lembar daun salam
- 1–2 gelas air
Rebus semua bahan hingga mendidih, lalu konsumsi air rebusannya setiap pagi sebelum makan. Ramuan ini dipercaya membantu meningkatkan produksi insulin dan pemanfaatan gula dalam tubuh.
Bisa Redakan Sakit Kepala dan Infeksi
Bawang merah juga memiliki sifat analgesik (pereda nyeri) dan antiinflamasi. Untuk sakit kepala atau batuk, bawang merah dapat diolah menjadi jus dan dicampur dengan madu agar rasanya lebih mudah diterima.
Tak hanya itu, kandungan antibakteri, antivirus, dan antiparasit dalam bawang merah juga membuatnya berpotensi membantu mengatasi infeksi, termasuk cacingan pada orang dewasa.
Perhatikan Cara Konsumsi
Meski kaya manfaat, tidak semua orang cocok mengonsumsi bawang merah mentah. Bagi yang memiliki gangguan lambung, konsumsi bawang merah dapat memicu rasa perih. Dalam kasus seperti ini, sebaiknya dihentikan atau dicoba setelah makan.
Selain itu, untuk mendapatkan kandungan terbaik, bawang merah sebaiknya tidak dikupas terlalu dalam. Lapisan terluar justru menyimpan banyak zat aktif penting.
Dengan berbagai manfaat tersebut, bawang merah membuktikan bahwa bahan dapur sederhana pun bisa menjadi solusi kesehatan alami. Meski demikian, penggunaannya tetap disarankan sebagai pelengkap, bukan pengganti pengobatan medis utama.

Tinggalkan Balasan