MAKASSAR, PUNGGAWALIFE – Pernahkah Anda mendapati diri sendiri berbicara keras-keras saat mencari kunci yang terselip, mengerjakan laporan yang menumpuk, atau sekadar berpikir di tengah keheningan malam? Banyak orang langsung merasa kikuk ketika ketahuan sedang berbicara sendiri. Padahal, kebiasaan yang tampak aneh ini justru menyimpan manfaat nyata bagi kesehatan mental dan kemampuan berpikir.
Perilaku tersebut dikenal dalam dunia psikologi sebagai self-talk, yakni cara seseorang memproses pikiran dan berkomunikasi dengan dirinya sendiri. Self-talk bisa berlangsung dalam hati maupun diucapkan dengan suara keras. Keduanya sama-sama sah dan sama-sama bisa bermanfaat, tergantung situasi yang sedang dihadapi.
Healthline mencatat bahwa kebiasaan ini bukan sekadar gumaman tanpa makna. Self-talk dapat membantu seseorang menyelesaikan masalah, mengarahkan perhatian, membangun motivasi, hingga memproses pengalaman emosional yang sedang dialami. Jadi, berbicara kepada diri sendiri sesekali bukan tanda bahwa seseorang sedang mengalami gangguan tertentu.
Salah satu manfaat paling nyata dari self-talk adalah kemampuannya membantu mengarahkan pikiran yang sedang kacau. Ketika kepala terasa penuh oleh berbagai persoalan, mengucapkan pikiran dengan suara keras bisa membantu melihat situasi dengan lebih jernih. Sesuatu yang semula terasa kusut mulai bisa diurai satu per satu.
Cara kerjanya cukup sederhana. Anda menyebutkan apa yang sedang dipikirkan, lalu menentukan langkah apa yang perlu segera diambil. Persoalan besar yang tadinya terasa menghimpit bisa dipecah menjadi bagian-bagian kecil yang jauh lebih mudah dihadapi.

Tinggalkan Balasan