MAKASSAR, PUNGGAWALIFE – Fenomena menarik kerap muncul dalam keseharian, seseorang justru menunjukkan penurunan produktivitas saat terus-menerus dinasihati, namun berbalik lebih aktif ketika diberi ruang tanpa tekanan. Kondisi ini tidak bisa serta-merta disimpulkan sebagai bentuk kemalasan, melainkan berkaitan dengan cara kerja psikologis manusia dalam merespons kontrol sosial.

Dalam kajian psikologi, gejala ini dikenal sebagai psychological reactance, yakni reaksi alami ketika individu merasa kebebasannya terancam. Nasihat yang disampaikan dengan nada mengarahkan atau memaksa sering kali memicu penolakan, bukan karena substansinya keliru, tetapi karena individu merasa dikendalikan. Akibatnya, alih-alih mengikuti arahan, seseorang justru cenderung bersikap sebaliknya.

Selain itu, nasihat kerap ditangkap sebagai bentuk evaluasi terhadap kekurangan diri. Walaupun dimaksudkan sebagai dorongan positif, otak bisa menafsirkannya sebagai sinyal bahwa seseorang belum cukup baik. Persepsi ini berpotensi menurunkan rasa percaya diri, sehingga individu memilih menghindari tekanan tersebut melalui penundaan atau sikap acuh.

Sebaliknya, ketika seseorang diberikan kepercayaan dan ruang untuk menentukan pilihan sendiri, muncul perasaan memiliki kendali. Kondisi ini memicu motivasi intrinsik, yakni dorongan yang berasal dari dalam diri. Berbeda dengan tekanan eksternal, motivasi jenis ini terbukti lebih kuat dan bertahan lama dalam mendorong seseorang untuk bertindak.

Situasi tanpa paksaan juga membuka ruang bagi refleksi diri. Tanpa adanya tekanan dari luar, individu cenderung mengembangkan kesadaran personal yang memunculkan rasa tanggung jawab. Dari proses ini, muncul keinginan untuk berubah secara mandiri—sebuah perubahan yang lebih tulus dan berkelanjutan.

Fenomena tersebut dapat ditemui dalam berbagai konteks. Di lingkungan keluarga, misalnya, anak yang terus disuruh belajar justru enggan melakukannya, tetapi akan belajar dengan sendirinya ketika tidak merasa ditekan. Di dunia kerja, karyawan yang diberi kepercayaan sering menunjukkan performa lebih baik dibandingkan mereka yang berada di bawah pengawasan ketat.

Sejumlah pakar menilai, produktivitas tidak selalu lahir dari instruksi atau tekanan. Sebaliknya, rasa otonomi dan kepercayaan menjadi faktor penting dalam mendorong kinerja individu. Pendekatan yang memberi kebebasan dinilai lebih efektif untuk membangun motivasi yang kuat sekaligus pertumbuhan yang berkelanjutan.



Follow Widget