PUNGGAWALIFE, MAKASSAR — Di tengah meningkatnya kekhawatiran global terhadap gangguan kesehatan mental, sebuah penelitian terbaru membawa kabar menarik bagi para pecinta kopi. Studi yang melibatkan lebih dari 400 ribu responden itu menemukan bahwa kebiasaan minum kopi secara teratur dalam takaran yang tepat berpotensi menjadi salah satu cara sederhana untuk menekan risiko depresi dan gangguan kecemasan.

Penelitian ini digagas oleh tim ilmuwan dari Universitas Fudan, China, yang secara khusus mengkaji keterkaitan antara pola konsumsi kopi dengan kondisi psikologis seseorang. Para peneliti menelusuri berbagai variabel, mulai dari jumlah cangkir yang dikonsumsi setiap harinya hingga jenis kopi yang diminum, lalu menghubungkannya dengan tingkat stres, suasana hati, serta kecenderungan depresi pada para partisipan.

Hasilnya cukup mengejutkan sekaligus melegakan. Konsumsi kopi sebanyak dua hingga tiga cangkir per hari terbukti berada pada titik optimal dalam memberikan efek protektif terhadap kesehatan mental. Pada rentang tersebut, manfaat kopi terasa paling signifikan. Sebaliknya, mereka yang mengonsumsi terlalu sedikit atau justru terlalu banyak kopi tidak mendapatkan perlindungan serupa, sehingga para peneliti menyebut jumlah tersebut sebagai “sweet spot” dalam konsumsi kopi harian.

Temuan ini hadir di saat dunia tengah bergulat dengan lonjakan kasus gangguan jiwa yang dipicu oleh berbagai tekanan kehidupan modern. Dalam konteks itulah, para ilmuwan mulai memandang pola konsumsi harian, termasuk pilihan minuman, sebagai variabel yang tidak bisa diabaikan dalam upaya pencegahan gangguan mental.



Follow Widget