PUNGGAWALIFE — Siapa yang tidak kenal lalapan? Sajian sederhana berupa aneka sayuran segar ini telah lama menjadi bagian tak terpisahkan dari kuliner Sunda. Nasi liwet, pepes, ayam bakar, hingga ikan goreng terasa kurang sempurna tanpa kehadiran lalapan di sisinya. Namun di balik kelezatan dan kesederhanaannya, lalapan menyimpan segudang manfaat gizi yang kerap belum dipahami sepenuhnya oleh masyarakat, sekaligus menyimpan potensi risiko kesehatan apabila tidak ditangani dengan benar.
Dokter spesialis gizi Shila Stefani menegaskan bahwa lalapan pada dasarnya adalah sayuran, sehingga secara umum aman dan menyehatkan untuk dikonsumsi. Kandungan serat, vitamin, mineral, dan antioksidannya menjadikan lalapan sebagai pelengkap makan yang bernilai tinggi secara nutrisi. Bahkan kalorinya tergolong sangat rendah, sehingga aman dikonsumsi dalam jumlah banyak sekalipun tanpa khawatir memicu kenaikan berat badan.
Mentah Lebih Unggul, Asal Bersih
Salah satu keunikan lalapan dibandingkan olahan sayuran lainnya adalah kebiasaan mengonsumsinya dalam keadaan mentah. Ternyata, cara ini justru lebih dianjurkan dari sisi nutrisi. Penelitian menunjukkan bahwa proses perebusan dapat mengurangi kandungan vitamin C dalam sayuran hingga lebih dari seperempatnya. Artinya, mengonsumsi lalapan mentah berarti mendapatkan manfaat gizi yang lebih utuh dan lengkap.
Meski demikian, tidak semua lalapan disajikan mentah. Daun singkong dan daun pepaya, misalnya, umumnya dikonsumsi dalam keadaan matang. Keduanya tetap digolongkan sebagai lalapan karena disajikan tanpa bumbu tambahan. Sementara selada, kemangi, mentimun, kacang panjang, dan lenca lazimnya dimakan segar tanpa dimasak terlebih dahulu.

Tinggalkan Balasan