PUNGGAWALIFE — Labu siam adalah salah satu sayuran yang paling mudah dijumpai di pasar tradisional maupun modern di seluruh Indonesia. Direbus, ditumis, dijadikan sayur bening, atau dipadukan dengan berbagai bumbu — semuanya menghasilkan cita rasa yang segar dan nikmat. Namun di balik kelezatannya yang sederhana, labu siam ternyata menyimpan segudang manfaat kesehatan yang belum banyak diketahui masyarakat luas. Bahkan sejumlah anggapan keliru tentang sayuran ini perlu diluruskan berdasarkan fakta ilmiah.
Dokter spesialis gizi klinik dr. Kristina Joy hadir meluruskan berbagai mitos yang beredar di masyarakat seputar konsumsi labu siam, sekaligus mengungkap manfaat nyata sayuran hijau ini bagi kesehatan tubuh.
Rendah Kalori, Efektif untuk Diet
Bagi mereka yang sedang menjalani program penurunan berat badan, labu siam adalah pilihan yang sangat direkomendasikan. Dalam 100 gram labu siam, hanya terkandung sekitar 13 kalori — angka yang sangat rendah dibandingkan sebagian besar sumber karbohidrat lainnya. Di sisi lain, kandungan seratnya yang tinggi mampu memberikan rasa kenyang lebih lama, sehingga keinginan untuk makan berlebih pun dapat ditekan secara alami. Dengan kata lain, mengonsumsi labu siam dalam jumlah banyak sekalipun tidak akan membebani tubuh dengan kalori berlebih.
Aman bahkan Dianjurkan untuk Penderita Diabetes
Beredar anggapan di masyarakat bahwa labu siam berbahaya bagi penderita diabetes. Menurut dr. Kristina, hal ini adalah mitos yang tidak berdasar. Sebaliknya, labu siam justru mengandung kadar gula yang sangat rendah. Jenis karbohidrat yang terkandung di dalamnya pun termasuk karbohidrat kompleks, yang hanya meningkatkan kadar gula darah secara perlahan dan bertahap. Ditambah dengan kandungan seratnya yang melimpah, labu siam justru membantu para penderita diabetes untuk menjaga kestabilan gula darah mereka.

Tinggalkan Balasan