PUNGGAWALIFE, Minuman tradisional kunyit asam kembali menjadi sorotan dalam dunia lifestyle dan kesehatan. Ramuan warisan leluhur ini dikenal luas sebagai solusi alami untuk membantu melancarkan menstruasi sekaligus meredakan nyeri haid, khususnya bagi remaja putri dan perempuan dewasa.

Ahli herbal medik, dr. Dian Elkonora, menjelaskan bahwa kunyit asam merupakan “formulasi cerdas” dari nenek moyang. Kombinasi kunyit dan asam bukan tanpa alasan. Kunyit mengandung kurkumin, senyawa aktif yang berperan sebagai antiinflamasi, namun sifatnya tidak stabil. Kehadiran asam membantu menjaga kestabilan kurkumin sehingga manfaatnya tetap optimal saat dikonsumsi.

Dalam praktiknya, kunyit sebaiknya diparut atau diblender agar kandungan kurkumin lebih maksimal. Ramuan ini kemudian dicampur dengan air, asam jawa tanpa biji, serta bahan tambahan seperti kayu manis, kapulaga, cengkeh, dan gula aren, lalu direbus selama 5–7 menit hingga mendidih.

Kunyit asam dapat diminum 1–2 kali sehari setelah makan. Bahkan, untuk pencegahan nyeri haid, konsumsi rutin 2–3 kali seminggu dianjurkan, terutama menjelang masa menstruasi.

Tak hanya bermanfaat untuk kesehatan reproduksi, kurkumin dalam kunyit juga berpotensi membantu mencegah berbagai penyakit seperti obesitas, gangguan pembuluh darah, hingga peradangan kronis. Hal ini karena kurkumin mampu menekan zat pemicu inflamasi dalam tubuh.

Menariknya, minuman ini juga aman dikonsumsi oleh pria sebagai bagian dari gaya hidup sehat alami. Dengan manfaat yang luas, kunyit asam tak sekadar minuman tradisional, tetapi juga bagian dari tren hidup sehat modern yang kembali ke akar alami.