PUNGGAWALIFE – Kenaikan berat badan pascalebaran bukanlah sekadar mitos, melainkan ancaman nyata yang kerap menghantui setiap perayaan Idul Fitri. Hari kemenangan yang identik dengan hidangan lezat dan kunjungan silaturahmi dari rumah ke rumah ternyata menyimpan risiko kesehatan yang perlu diwaspadai.

Dr. Firlinanda, dokter spesialis penyakit dalam, mengingatkan bahwa tradisi lebaran dengan beragam sajian istimewa seperti opor ayam, rendang, ketupat gulai, hingga aneka kue kering dapat memicu lonjakan berat badan signifikan jika tidak dikontrol dengan baik.

Prinsip 3J: Kunci Jaga Berat Badan Ideal

Untuk mencegah berat badan melonjak saat lebaran, dr. Firlinanda merekomendasikan penerapan prinsip 3J yang meliputi:

Pertama, Jenis makanan. Konsumsilah hidangan sesuai dengan kebutuhan tubuh, bukan sekadar mengikuti selera atau ajakan.

Kedua, Jadwal makan. Meskipun sedang berhari raya, tetap patuhi jadwal makan berat tiga kali sehari. Jangan tergoda untuk makan terus-menerus di setiap rumah yang dikunjungi.

Ketiga, Jumlah porsi. Hindari kebiasaan mencicipi semua jenis makanan dalam jumlah besar. Kebiasaan ini bisa memicu kenaikan berat badan drastis dan gangguan pencernaan.

Tetap Aktif Bergerak Meski Libur Lebaran

Selain mengatur pola makan, aktivitas fisik tetap menjadi kunci penting menjaga berat badan ideal. “Aktif bergerak harus terukur dan terarah, bukan sekadar bergerak tanpa target,” jelas dr. Firlinanda.

Ia menegaskan bahwa aktivitas rumah tangga seperti mencuci, menyetrika, atau menyapu tidak cukup menggantikan olahraga terstruktur. Yang diperlukan adalah aktivitas fisik terukur untuk mencegah penumpukan lemak dan meningkatkan metabolisme tubuh.

Bahkan, jalan kaki saat bersilaturahmi ke rumah tetangga atau keluarga bisa menjadi alternatif olahraga, asalkan jaraknya memadai. “Daripada menggunakan kendaraan untuk jarak dekat, lebih baik berjalan kaki,” sarannya.

Membongkar Mitos Seputar Obesitas

Dr. Firlinanda juga meluruskan sejumlah mitos yang beredar di masyarakat terkait pencegahan obesitas:

Mengunyah makanan perlahan – FAKTA. Penelitian membuktikan bahwa mengunyah makanan secara perlahan membuat tubuh lebih cepat merasakan kenyang, sehingga mencegah konsumsi berlebihan. Metode ini juga sejalan dengan anjuran sunnah dalam Islam.

Air putih hangat membakar lemak – MITOS. Baik air hangat maupun dingin tidak berpengaruh langsung terhadap pembakaran lemak. Yang penting adalah mengonsumsi air putih dalam jumlah cukup karena bersifat non-kalori dan membantu menekan nafsu makan berlebih.

Minuman dingin sebabkan obesitas – MITOS. Air dingin sendiri tidak menyebabkan obesitas. Yang berbahaya adalah minuman dingin manis seperti sirup yang mengandung banyak gula dan pemanis.

Waspada Kalori Tersembunyi dalam Hidangan Lebaran

Hampir semua menu khas lebaran menyumbang kalori tinggi karena diolah dengan santan, minyak, dan daging. Bahkan camilan yang tampak kecil seperti nastar mengandung sekitar 75 kalori per butir. “Bayangkan jika dalam sekali duduk kita menghabiskan setengah toples, lalu berpindah ke rumah lain dan makan lagi,” ujar dr. Firlinanda mengingatkan.

Untuk mencegah lonjakan berat badan, kuncinya adalah mawas diri dan bijaksana dalam mengonsumsi makanan. “Jangan sampai usaha turun berat badan selama sebulan berpuasa sia-sia hanya dalam sehari,” tegasnya.

Bisa Naik 1-2 Kilogram Sehari

Dr. Firlinanda memperingatkan bahwa berat badan bisa naik 1-2 kilogram hanya dalam sehari jika pola makan tidak terkontrol. Namun, kenaikan ini masih bisa diatasi dengan segera kembali ke pola diet sehat dan rutin melakukan aktivitas fisik terukur setelah lebaran.

Beberapa tips tambahan yang direkomendasikan meliputi mengonsumsi camilan sehat, memperbanyak konsumsi air putih untuk menekan nafsu makan berlebih, serta menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh sebelum dan sesudah perayaan.

Dengan menerapkan strategi-strategi tersebut, masyarakat diharapkan dapat menikmati perayaan Idul Fitri dengan tetap menjaga kesehatan dan terhindar dari risiko obesitas yang dapat memicu berbagai penyakit.

RADIO SUARA BERSATU FM