PUNGGAWALIFE – Memasuki Hari Raya Idul Fitri, masyarakat diingatkan untuk tetap waspada terhadap risiko peningkatan kadar kolesterol dalam darah. Pasalnya, berbagai hidangan khas lebaran yang kaya santan dan gula berpotensi memicu lonjakan kolesterol jika dikonsumsi tanpa kendali.

Dr. Andi Khomeini Takdir, Sp.PD, dokter spesialis penyakit dalam, mengingatkan bahwa kolesterol dapat meningkat baik selama bulan Ramadan maupun saat perayaan Idul Fitri. “Meskipun sedang berpuasa, bila pola makan tidak terjaga—terutama saat berbuka dan sahur—kadar kolesterol justru bisa naik,” jelasnya.

Konsumsi Gula Tinggi Turunkan Kolesterol Baik

Salah satu faktor pemicu adalah konsumsi makanan dan minuman manis yang berlebihan. Menurut Dr. Andi, asupan gula tinggi dapat menurunkan kadar HDL (High-Density Lipoprotein) atau kolesterol baik dalam tubuh.

“Ketika kita mengurangi konsumsi makanan manis, kadar kolesterol HDL—yang kita kenal sebagai kolesterol baik—akan meningkat. Sebaliknya, konsumsi gula berlebihan selama sebulan penuh justru menurunkan kadar HDL,” paparnya.

Kementerian Kesehatan merekomendasikan batas konsumsi gula harian maksimal 40 gram per hari. Anjuran ini perlu diperhatikan, terutama saat berbuka puasa yang kerap diiringi minuman manis.

RADIO SUARA BERSATU FM