PUNGGAWALIFE – Setelah puluhan tahun dikonsumsi dan dianggap sebagai susu oleh masyarakat Indonesia, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) resmi menegaskan bahwa susu kental manis memiliki fungsi yang berbeda dengan susu murni. Pernyataan ini mengakhiri kesalahpahaman yang telah berlangsung lama di kalangan konsumen.

Menurut penjelasan ahli gizi klinis, Dr. Maya SpGK, dalam program edukasi kesehatan nasional, susu kental manis sebenarnya tetap mengandung susu sapi sebagai bahan dasarnya. Namun, proses pembuatan dan komposisi akhirnya membuat produk ini tidak dapat menggantikan fungsi susu sebagai sumber nutrisi.

“Bahan dasar susu kental manis memang dari susu sapi, tetapi pembuatannya melalui proses evaporasi atau penguapan bertahap yang kemudian ditambahkan gula dalam jumlah sangat tinggi, mencapai 45-50 persen dari total komposisi,” ungkap Dr. Maya.

Tingginya kandungan gula inilah yang membuat susu kental manis dapat bertahan hingga hitungan tahun tanpa memerlukan pendinginan khusus. Gula berfungsi ganda sebagai pemanis sekaligus pengawet alami, sehingga produk ini memiliki masa simpan yang jauh lebih panjang dibandingkan susu biasa.

RADIO SUARA BERSATU FM