Di balik setiap kilometer yang ditempuh, ada pesan lain yang ingin Arezo sampaikan kepada dunia: bahwa Iran bukan sekadar nama negara di peta. Ia ingin memperkenalkan kehangatan budaya dan keramahan masyarakat Iran yang kerap tersembunyi di balik pemberitaan geopolitik.
Perjalanan Arezo Eskandari adalah bukti bahwa sepeda bisa menjadi kendaraan paling bermakna di dunia — bukan karena kecepatannya, tetapi justru karena kelambatannya. Ia mengajarkan bahwa hidup tidak selalu perlu dikejar, cukup dinikmati satu kayuhan demi satu kayuhan.
FAQ
Siapa Arezo Eskandari dan apa tujuan perjalanannya?
Arezo Eskandari adalah psikolog asal Iran yang melakukan perjalanan bersepeda sejauh lebih dari 8.000 km melintasi Asia untuk mengkampanyekan gaya hidup Slow Life, yakni ajakan untuk lebih hadir di masa kini dan tidak terbebani oleh masa lalu maupun masa depan.
Negara mana saja yang dilintasi Arezo dalam perjalanannya?
Arezo memulai perjalanan dari China, lalu meneruskan ke Vietnam, Laos, Thailand, Malaysia, dan Indonesia. Setelah Jakarta dan Bali, ia berencana melanjutkan perjalanan ke India.
Bagaimana cara Arezo membiayai perjalanan panjang ini?
Arezo melakukan perjalanan tanpa dukungan sponsor. Ia menekan pengeluaran dengan memasak sendiri dan menginap di tenda atau di rumah warga yang bersedia menerima tamu selama perjalanan.
