PUNGGAWALIFE — Di tengah maraknya tren perawatan kulit dengan berbagai produk kecantikan, para ahli gizi mengingatkan bahwa kualitas kulit sesungguhnya lebih banyak ditentukan oleh asupan makanan sehari-hari ketimbang sekadar rangkaian skincare yang diaplikasikan dari luar. Kulit yang sehat, bercahaya, dan tampak alami ternyata berawal dari dapur, bukan dari meja rias.

Salah satu bahan pangan yang belakangan mencuri perhatian para pegiat gaya hidup sehat adalah sarden. Ikan berukuran kecil ini dinilai menyimpan potensi nutrisi yang jauh melampaui penampilannya yang sederhana. Sarden masuk dalam kelompok ikan yang dikenal dengan akronim SMASH, mencakup sardines, mackerel, anchovies, salmon, dan herring, yakni golongan ikan yang dikenal sebagai sumber asam lemak omega-3 terbaik.

Kandungan omega-3 dalam ikan-ikan tersebut telah lama diakui manfaatnya bagi kesehatan jantung, otak, tekanan darah, hingga kemampuan tubuh meredam peradangan. Namun yang kerap luput dari perhatian adalah dampak positifnya terhadap kulit. Kirsten Humphreys, ahli gizi dari Bare Biology, menjelaskan bahwa sifat anti-inflamasi omega-3 berperan memperkuat lapisan pelindung kulit sekaligus mencegah hilangnya kelembapan, sehingga kulit terlihat lebih segar dan terhidrasi secara alami.

Lebih jauh, sarden juga unggul karena kepadatan nutrisinya yang tinggi. Kandungan protein berkualitasnya menyokong regenerasi sel, sementara tulang-tulang halusnya yang ikut dikonsumsi menjadikan ikan ini sumber kalsium yang tak terduga. Ditambah dengan vitamin D dan selenium, sarden layak disebut sebagai superfood kulit dalam kemasan yang terjangkau.



Follow Widget