PUNGGAWALIFE, PROPERTY — Di atas lahan seluas 450 meter persegi di kawasan utara Bandung, berdiri sebuah hunian yang membuktikan bahwa desain arsitektur cerdas mampu menjawab tantangan sosial keluarga modern Indonesia. Rumah yang dirancang oleh Studio Avana ini bukan sekadar tempat tinggal biasa — ia adalah jawaban elegan atas pertanyaan yang dihadapi banyak pasangan muda: bagaimana tetap dekat dengan orang tua tanpa mengorbankan privasi masing-masing pihak.
Dua Rumah, Satu Kanopi, Satu Visi
Dari tampak depan, Naya House seolah tampil sebagai dua bangunan yang berdiri berdampingan. Dan memang demikianlah adanya — secara fungsi. Sisi kiri diperuntukkan bagi orang tua sang pemilik, Ramos, sementara sisi kanan dirancang sebagai hunian pribadi Ramos yang sedang mempersiapkan kehidupan berkeluarga.
Yang menyatukan keduanya bukan sekadar dinding atau pagar, melainkan sebuah kanopi tunggal yang merangkul kedua bangunan dalam satu bahasa arsitektur yang kohesif. Konsep ini mencerminkan filosofi yang mendasari keseluruhan desain: bersama namun tetap merdeka.
“Idenya adalah menghindari potensi konflik antarpenghuni, tetapi tanpa melupakan tanggung jawab kepada orang tua. Privasi masing-masing terjaga, namun kedekatan tetap terpelihara,” ungkap tim Studio Avana.

Tinggalkan Balasan