PUNGGAWALIFE – Kekhawatiran tentang dampak puasa terhadap kesehatan ginjal ternyata tidak berdasar. Dokter Saddam Ismail menjelaskan bahwa berpuasa justru memberikan manfaat positif bagi organ penyaring darah ini, selama dilakukan dengan cara yang tepat.
Banyak masyarakat yang merasa cemas ketika menjalani ibadah puasa. Kekhawatiran utama adalah ginjal akan mengalami kerusakan karena tubuh tidak mendapat asupan cairan selama lebih dari 12 jam. Anggapan ini muncul dari pemahaman bahwa ginjal memerlukan air setiap saat untuk menyaring darah dan membuang racun dari tubuh.
Mekanisme Adaptasi Ginjal Saat Berpuasa
Menurut penjelasan medis, tubuh manusia memiliki sistem pertahanan yang sangat canggih. Ketika seseorang berpuasa dari waktu sahur hingga berbuka, tubuh memang mengalami dehidrasi ringan. Namun, ginjal merespons kondisi ini dengan mekanisme adaptasi yang cerdas.
Otak akan memproduksi hormon antidiuretik yang mengalir melalui aliran darah menuju ginjal. Hormon ini memberikan sinyal kepada ginjal untuk menahan cadangan air dalam tubuh. Sebagai respons, ginjal akan menyerap kembali air dan mengurangi produksi urine secara signifikan.
Inilah mengapa orang yang berpuasa jarang buang air kecil di siang hari, dan warna urine berubah menjadi kuning pekat. Perubahan warna ini bukan indikasi kerusakan ginjal, melainkan bukti bahwa ginjal berfungsi normal dan bekerja menyelamatkan tubuh dari kekeringan ekstrem dengan membuang racun menggunakan jumlah air yang minimal.

Tinggalkan Balasan