Total investasi pembangunan mencapai hampir Rp5 miliar — mencakup dua unit hunian lengkap beserta seluruh elemen lansekap, kolam, taman dalam, dan infrastruktur utilitas terintegrasi. Biaya ekstra yang signifikan datang dari kebutuhan pondasi ganda: satu untuk bangunan utama, satu untuk dinding penahan tanah (retaining wall) yang memungkinkan taman melayang indah di tengah kompleks.
“Kalau bagian itu tidak dilakukan, biayanya bisa lebih rendah. Tapi itu memang dibutuhkan untuk mencapai konsep yang kami dan mama inginkan,” jelas Ramos.
Inspirasi untuk Generasi Sandwich
Naya House bukan sekadar rumah indah untuk difoto. Ia adalah solusi arsitektur yang relevan bagi jutaan keluarga Indonesia yang menghadapi dilema generasi sandwich — terjepit antara tanggung jawab merawat orang tua dan kebutuhan membangun kehidupan mandiri bersama pasangan.
Dengan satu lahan, dua bangunan, satu kanopi pemersatu, dan satu sistem utilitas terintegrasi, Studio Avana membuktikan bahwa kebersamaan dan privasi bukanlah dua hal yang saling bertolak belakang. Keduanya bisa hadir dalam harmoni — jika ada visi arsitektur yang cukup berani untuk mewujudkannya.
Studio Avana dapat dihubungi melalui Instagram @studioavana.id atau situs web studioavana.id

Tinggalkan Balasan