PUNGGAWALIFE – Menjelang akhir bulan Ramadan dan musim mudik Lebaran, kesehatan persendian menjadi perhatian penting bagi umat Muslim yang menjalankan berbagai aktivitas ibadah intensif. Dr. Omar Luthfi, spesialis ortopedi, memberikan panduan komprehensif dalam menjaga kesehatan sendi di bulan suci ini.

Dalam perbincangan di program kesehatan televisi nasional, Dr. Omar menjelaskan bahwa gerakan shalat yang dilakukan lima waktu sehari ternyata memberikan manfaat signifikan bagi kesehatan persendian. “Meskipun terlihat sederhana, gerakan shalat merupakan latihan efektif untuk memelihara lingkup gerak sendi, melancarkan sirkulasi darah, dan meregangkan otot-otot tubuh,” ungkapnya.

Dengan total 17 rakaat shalat wajib ditambah shalat sunah seperti tarawih, aktivitas ibadah ini secara tidak langsung menjadi terapi alami yang membantu menjaga kekuatan dan fleksibilitas sendi.

Ancaman Dehidrasi terhadap Persendian

Namun, kondisi berpuasa yang membatasi asupan cairan selama sekitar 12 jam dapat menimbulkan risiko tersendiri. Dr. Omar mengingatkan bahwa dehidrasi tidak hanya berdampak pada tenggorokan, tetapi juga memicu kekakuan dan peradangan pada sendi.

“Ketika hidrasi tubuh berkurang, sendi-sendi besar seperti lutut, panggul, dan tulang belakang yang menopang berat badan menjadi rentan mengalami nyeri,” jelasnya. Sendi-sendi tersebut memiliki rongga besar yang membutuhkan cairan sendi dalam jumlah cukup untuk berfungsi optimal.

Untuk mencegah dehidrasi, Dr. Omar menekankan pentingnya distribusi cairan yang tepat, bukan hanya total volume yang dikonsumsi. Ia merekomendasikan pola minum yang terdistribusi: 400-500 cc saat berbuka, dilanjutkan saat makan malam dan sebelum tidur, kemudian saat sahur dan menjelang imsak.

Nyeri Sendi Bukan Monopoli Lansia

Membantah mitos yang beredar, Dr. Omar menegaskan bahwa masalah persendian tidak eksklusif dialami kelompok lanjut usia. “Faktor penyebab nyeri sendi sangat beragam—berat badan berlebih, aktivitas fisik yang terlalu berat atau justru terlalu ringan, semuanya dapat memicu gangguan sendi pada usia produktif,” paparnya.

Terkait olahraga saat berpuasa, pakar ortopedi ini menganjurkan untuk tetap aktif bergerak dengan waktu yang tepat: 30-60 menit sebelum berbuka atau 1-2 jam setelah berbuka puasa. Olahraga teratur tetap penting untuk menjaga otot terlatih sehingga sendi tidak mudah nyeri.

Nutrisi dan Suplemen untuk Kesehatan Sendi

Dr. Omar mengonfirmasi manfaat konsumsi tulang rawan sapi atau sup tulang yang kaya akan kolagen, glukosamin, dan proteoglikan—zat-zat yang juga terkandung dalam sendi manusia. Namun, ia menambahkan bahwa asupan dari makanan saja tidak mencukupi kebutuhan harian.

“Makanan yang mengandung omega-3 seperti salmon dan tuna, serta sayuran kaya antioksidan, membantu mencegah inflamasi pada sendi. Namun untuk glukosamin dan kondroitin dalam dosis adekuat, diperlukan suplemen,” ujarnya.

Dosis yang direkomendasikan adalah glukosamin 1.000-1.500 mg dan kondroitin 800-1.200 mg per hari. Suplemen ini dapat dikonsumsi oleh siapa saja yang mulai merasakan gejala nyeri sendi, bahkan gejala ringan sekalipun.

Keuntungan tambahan dari suplemen ini adalah kemampuannya mengurangi ketergantungan pada obat pereda nyeri yang memiliki efek samping pada lambung. Untuk konsumsi selama Ramadan, suplemen dapat diminum saat sahur maupun sebelum tidur.

Persiapan Mudik Lebaran

Menjelang mudik Lebaran yang melibatkan perjalanan panjang berjam-jam dalam posisi duduk, Dr. Omar memberikan tiga kunci utama menjaga kesehatan sendi: tetap berolahraga teratur, menjaga berat badan ideal, dan membatasi konsumsi gula berlebih yang dapat memicu peradangan sendi.

“Berat badan berlebih meningkatkan beban pada sendi. Makanan tinggi gula juga memicu proses inflamasi yang membuat sendi lebih mudah nyeri,” tegasnya.

Dengan perpaduan gaya hidup sehat, asupan nutrisi tepat, dan suplementasi yang sesuai, kesehatan sendi dapat terjaga optimal sehingga ibadah Ramadan dan perjalanan mudik dapat dilakukan dengan nyaman tanpa gangguan nyeri atau kekakuan sendi.

RADIO SUARA BERSATU FM