Sementara itu, anggapan bahwa buah tin dapat meredakan stres dan insomnia juga tidak terbukti secara medis. Meskipun makanan tertentu dapat membantu relaksasi, namun tidak bisa dijadikan sebagai terapi utama untuk gangguan tersebut.
Untuk mendapatkan manfaat maksimal, Ida menyarankan buah tin dikonsumsi dalam kondisi segar tanpa melalui banyak proses pengolahan. Penambahan gula dalam olahan seperti selai justru dapat mengurangi manfaat kesehatan yang diharapkan.
“Yang terpenting adalah konsumsi buah secara rutin, bervariasi, dan dalam jumlah yang cukup, tidak berlebihan,” tutupnya.
Dengan berbagai kandungan nutrisi yang dimilikinya, buah tin tetap menjadi pilihan sehat dalam pola makan sehari-hari, selama dikonsumsi secara bijak dan seimbang.
RADIO SUARA BERSATU FM
Halaman

Tinggalkan Balasan