PUNGGAWALIFE, Gaya hidup sehat kini semakin diminati, termasuk pola makan yang tidak hanya menyehatkan tubuh, tetapi juga memiliki nilai spiritual. Salah satu yang kembali banyak dibahas adalah pola makan ala Nabi Muhammad yang dikenal sederhana, seimbang, dan penuh manfaat bagi kesehatan.

Dalam ajaran Islam, konsep makan sehat dimulai dari prinsip “halal dan baik”. Artinya, makanan tidak hanya harus diperbolehkan secara syariat, tetapi juga memberikan manfaat bagi tubuh. Selain itu, Islam juga menekankan pentingnya tidak makan berlebihan. Prinsip ini bahkan dirinci dengan pembagian porsi: sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga untuk udara.

Secara gaya hidup, cara makan juga diperhatikan. Dianjurkan makan dalam posisi duduk dengan tenang, bukan sambil berdiri. Hal ini dipercaya membantu proses pencernaan bekerja lebih optimal. Selain itu, kebiasaan makan dengan porsi kecil dinilai selaras dengan kemampuan tubuh dalam mencerna makanan secara efektif.

Tak hanya itu, kebiasaan makan sederhana ternyata berdampak besar pada kesehatan. Konsumsi berlebihan dapat memicu berbagai masalah seperti gangguan pencernaan, perut kembung, hingga risiko penyakit seperti hipertensi dan diabetes. Sebaliknya, pola makan teratur dan tidak berlebihan membantu menjaga keseimbangan metabolisme tubuh.

Menariknya, praktik puasa yang juga menjadi bagian dari gaya hidup Rasulullah kini banyak dikaji dalam dunia kesehatan modern. Saat berpuasa, tubuh mengalami proses alami seperti peningkatan hormon ghrelin yang berperan dalam fungsi otak dan metabolisme. Selain itu, puasa juga memicu proses autofagi, yaitu mekanisme “pembersihan sel” yang membantu regenerasi dan menjaga tubuh tetap sehat.

Dari sisi menu, kurma menjadi salah satu makanan yang dianjurkan, terutama saat berbuka puasa. Kurma mengandung gula alami yang cepat diserap tubuh, serta kaya akan kalium yang baik untuk menjaga tekanan darah. Selain itu, konsumsi madu juga menjadi kebiasaan yang dinilai bermanfaat bagi sistem pencernaan dan daya tahan tubuh.

Pola makan ini juga menekankan pentingnya memilih makanan yang tidak memicu gangguan lambung, terutama saat berbuka. Makanan terlalu pedas, berlemak, atau dingin sebaiknya dihindari karena dapat merangsang produksi asam lambung berlebih.

Lebih dari sekadar pola makan, gaya hidup sehat ala Rasulullah juga mencakup praktik lain seperti terapi bekam yang dipercaya membantu melancarkan sirkulasi darah dan menjaga kebugaran tubuh, selama dilakukan dengan prosedur yang aman dan higienis.

Dengan pendekatan yang sederhana namun terarah, pola hidup ini menjadi inspirasi gaya hidup modern yang tidak hanya menyehatkan secara fisik, tetapi juga memberikan ketenangan secara mental dan spiritual.

RADIO SUARA BERSATU FM