Kabar baiknya, penyakit jantung sangat bisa ditangani apabila terdeteksi sejak dini. Sebagian besar pasien yang mendapatkan penanganan tepat waktu dapat kembali beraktivitas seperti sedia kala. Deteksi dini justru bisa dimulai dari pengamatan sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Jika seseorang yang sebelumnya mampu berjalan 100 meter atau menaiki dua lantai tangga tanpa keluhan, namun tiba-tiba merasa sesak atau nyeri dada saat melakukan hal yang sama, itu adalah tanda untuk segera memeriksakan diri.
Adapun rangkaian pemeriksaan medis yang lazim dilakukan dimulai dari perekaman jantung atau EKG, kemudian dilanjutkan dengan treadmill test untuk mendeteksi perubahan irama jantung saat tubuh dipaksa beraktivitas. Metode ini dinilai jauh lebih efektif dibanding EKG biasa karena kelainan pada jantung kerap tidak tampak saat pasien dalam kondisi istirahat. Untuk melihat struktur anatomi jantung secara mendetail, dokter juga dapat melakukan ekokardiografi atau USG jantung. Kombinasi kedua pemeriksaan ini diklaim mampu mengarahkan diagnosis hingga 80 hingga 90 persen kasus penyakit jantung.
Sebagai langkah pencegahan, dr. Renan menyampaikan formula sederhana yang mudah diingat melalui akronim SEHAT, yakni Seimbangkan gizi, Enyahkan rokok, Hadapi stres, Awasi tekanan darah, dan Teratur berolahraga. Lima langkah ini diyakini mampu menjadi benteng pertahanan dari ancaman penyakit jantung dan pembuluh darah jika diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.
Bila gejala-gejala yang disebutkan mulai dirasakan, masyarakat diimbau untuk tidak menunda dan segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat guna mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

Tinggalkan Balasan