5. Masalah Reproduksi Pria

Bagi kaum pria, kekurangan vitamin D ternyata bisa berdampak pada kehidupan intim. Penelitian dari Sunlight Institute tahun 2012 menemukan korelasi antara defisiensi vitamin D dengan meningkatnya risiko disfungsi ereksi atau impotensi.

Alasannya? Kekurangan vitamin D mengganggu aliran darah di seluruh tubuh, termasuk area genital, yang kemudian dapat menyebabkan kesulitan dalam mendapatkan atau mempertahankan ereksi.

6. Penyakit Degeneratif Otak

Penelitian menemukan hubungan yang cukup serius antara kadar vitamin D rendah dengan risiko demensia dan penyakit Alzheimer. Orang dewasa yang kekurangan vitamin D memiliki kerentanan lebih tinggi terhadap penyakit-penyakit otak ini.

Para ahli menduga vitamin D bekerja sebagai “pembersih” plak dalam otak yang berkaitan dengan demensia. Ditambah lagi, sifat antioksidannya membantu mencegah peradangan pada saraf dan jaringan otak. Ini menjadikan vitamin D sebagai salah satu “nutrisi otak” yang penting untuk kesehatan kognitif jangka panjang.

7. Depresi dan Gangguan Mental

Kesehatan mental ternyata juga dipengaruhi oleh kadar vitamin D dalam tubuh. Penelitian yang dimuat dalam British Journal of Psychiatry menyatakan bahwa orang dengan asupan vitamin D rendah cenderung lebih sering mengalami depresi.

Vitamin D mempengaruhi neurotransmitter dalam otak yang mengatur suasana hati. Studi dari Cambridge University tahun 2017 bahkan mengungkapkan bahwa defisiensi vitamin D turut meningkatkan kecemasan dan depresi pada orang dewasa. Lebih jauh lagi, kekurangan vitamin ini juga dapat menyebabkan insomnia—kondisi yang justru memperburuk gejala depresi.

RADIO SUARA BERSATU FM