Kertas Pembungkus Nasi Bukan Pilihan Aman
Kertas pembungkus yang kerap digunakan untuk mengemas nasi, seperti nasi goreng atau kwetiau, ternyata juga menyimpan bahaya tersembunyi. Sebagian besar kertas pembungkus makanan terbuat dari bahan daur ulang yang mengandung berbagai zat kimia berbahaya.
“Dalam proses pembuatan kertas daur ulang, terdapat campuran bahan kimia seperti klorin dan zat-zat lainnya. Hasil penelitian menunjukkan kandungan bakteri pada kertas daur ulang ini sangat tinggi,” ungkap dokter yang concern terhadap isu kesehatan lingkungan ini.
Bahaya berlipat ganda karena kertas pembungkus nasi umumnya dilapisi plastik. Ketika digunakan untuk membungkus makanan panas, berkuah, berminyak, atau bersifat asam, lapisan plastik dan bahan kimia dari kertas dapat terlepas (leaching) dan bercampur dengan makanan yang kemudian dikonsumsi.
Styrofoam: Praktis Tapi Berisiko
Wadah styrofoam yang sangat populer di kalangan pedagang makanan juga patut diwaspadai. Meski tergolong dalam jenis plastik nomor 6 yang mengandung stirena, styrofoam sebenarnya relatif aman jika digunakan dengan benar.

Tinggalkan Balasan