Perjalanan profesional Vidi dimulai dari bawah. Saat masih kelas satu SMA, ia menciptakan album perdana karena tidak puas dengan lagu-lagu yang diputar di kantin sekolah. Album tersebut rampung tiga tahun kemudian, tepat saat kelulusan SMA, dan ia memberanikan diri mengirimkan demo ke berbagai label—meski awalnya ditolak.

Pada 2006, Vidi mengikuti ajang Indonesia Idol musim ketiga dengan membawakan “Pada Satu Cinta” milik Glenn Fredly, lolos hingga 100 besar. Dua tahun kemudian, tahun 2008 menjadi titik balik kariernya. Produser Lala Hamid memproduseri album perdana bertajuk Pelangi di Malam Hari, dengan single “Nuansa Bening” yang langsung meledak di pasaran.

Meski membawa kesuksesan, lagu “Nuansa Bening” juga membawa masalah. Pada 2025, Vidi dituntut oleh pencipta lagu Keenan Nasution dan Rudi Pekerti terkait sengketa royalti.

Hingga kini, Vidi telah merilis empat album penuh: Pelangi di Malam Hari (2008), Yang Kedua (2011), Persona (2016), dan Senandika (2022).

RADIO SUARA BERSATU FM