PUNGGAWALIFE, Pernahkah Anda mendengar larangan makan jambu biji beserta bijinya karena takut terkena usus buntu? Atau mungkin cerita tentang bahaya mie instan yang konon bisa memicu radang usus buntu? Ternyata, banyak sekali kepercayaan seputar organ kecil ini yang belum tentu kebenarannya.

Usus buntu—atau dalam istilah medis disebut appendix—adalah organ berbentuk saluran tipis sepanjang sekitar 10 sentimeter yang terhubung dengan usus besar di bagian perut kanan bawah. Meski ukurannya kecil, masalah pada organ ini bisa menimbulkan dampak serius jika tidak ditangani dengan tepat.

Mari kita telusuri satu per satu mitos dan fakta seputar usus buntu agar Anda tidak salah kaprah lagi!

1. Benarkah Biji Cabai dan Jambu Penyebab Usus Buntu?

Mitos yang beredar: Menelan biji cabai atau biji jambu bisa menyebabkan radang usus buntu karena biji-bijian tersebut akan masuk dan menyumbat organ ini.

Faktanya: Tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim ini. Peradangan usus buntu sebenarnya disebabkan oleh dua faktor utama:

  • Infeksi yang membuat usus buntu membengkak, meradang, dan terasa nyeri
  • Sumbatan akibat penumpukan tinja yang mengeras, cacing parasit, atau bahkan tumor

Hingga saat ini, belum ada penelitian medis yang membuktikan adanya penumpukan biji-bijian sebagai pemicu usus buntu. Namun, sebagai langkah pencegahan, ada baiknya Anda tetap mengunyah makanan dengan sempurna agar sistem pencernaan bekerja lebih optimal.

2. Nyeri Perut Kanan Bawah = Usus Buntu?

Mitos yang beredar: Setiap rasa sakit di perut sebelah kanan bawah pasti pertanda usus buntu.

Faktanya: Tidak selalu! Nyeri di area tersebut bisa disebabkan berbagai kondisi seperti sembelit, infeksi saluran kemih, batu ginjal, atau pada wanita bisa jadi berkaitan dengan masalah organ reproduksi.

Yang membedakan, nyeri akibat radang usus buntu memiliki pola khas:

  • Dimulai dengan rasa tidak nyaman di ulu hati, disertai perut kembung dan mual
  • Kemudian nyeri berpindah ke perut kanan bawah dengan intensitas yang tajam dan menusuk
  • Biasanya disertai demam, hilang nafsu makan, dan tubuh terasa tidak enak

Untuk memastikan diagnosis, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan fisik dan tes penunjang lain.

RADIO SUARA BERSATU FM