PUNGGAWALIFE, JAKARTA – Menjelang perayaan Idul Fitri, masyarakat Indonesia menghadapi dilema klasik menikmati hidangan khas lebaran sambil menjaga kesehatan. Laporan Indonesia Health Insight Report Q1 2026 dari Halodoc mengungkap fenomena menarik tentang pergeseran pola kesehatan masyarakat selama Ramadan hingga pasca-lebaran.

Kesehatan Mental Memuncak di Minggu Ketiga Ramadan

Berbeda dengan asumsi umum, keluhan kesehatan selama Ramadan tidak hanya berkutat pada masalah fisik. Fibriani Elastria, Chief Marketing Officer Halodoc, mengungkapkan bahwa keluhan kesehatan mental justru meningkat signifikan memasuki minggu ketiga puasa.

“Keluhan terkait kecemasan meningkat hingga 27% lebih tinggi dibandingkan minggu-minggu biasa sebelum Ramadan,” ungkap Fibriani dalam diskusi panel Halodoc Talks yang diselenggarakan bersama Apical Group.

Tekanan keluarga menjadi pemicu utama, mencakup 58% kasus kecemasan. Mulai dari ekspektasi pertemuan keluarga besar, pertanyaan sensitif tentang status pernikahan dan keturunan, hingga konflik keluarga yang belum terselesaikan.

Dampak kecemasan ini tidak hanya psikologis. Gangguan tidur menjadi manifestasi paling umum, diikuti sesak napas dan jantung berdebar. Kondisi ini juga menurunkan daya tahan tubuh, tercermin dari peningkatan kasus radang tenggorokan sebesar 8%.

RADIO SUARA BERSATU FM