Dua Hari Lebaran Bisa Naikkan Berat Badan
Pernyataan bahwa makan berlebihan saat lebaran meski hanya dua hari dapat menaikkan berat badan bukanlah mitos. “Ini adalah fakta,” ujar Dr. Irsan tegas.
Banyak pasien yang datang dengan keluhan berat badan yang sempat turun saat puasa justru naik kembali setelah lebaran. “Kenaikannya mungkin tidak sampai berkilo-kilo, bisa jadi hanya 1-2 kilogram, tapi efeknya dapat terjadi dalam waktu sangat cepat,” jelasnya.
Hal ini diperparah dengan tradisi silaturahmi yang mengharuskan tamu mencicipi hidangan tuan rumah. Dari rendang, opor ayam, hingga aneka kue kering dan ketupat bersantan—semuanya cenderung tinggi lemak dan gula.
Strategi Bijak Menghadapi Hidangan Lebaran
Dr. Irsan memberikan panduan praktis dalam mengonsumsi makanan lebaran. Bagi mereka yang sehat dan tidak memiliki riwayat penyakit tertentu, mengonsumsi hidangan lebaran dalam jumlah wajar masih dapat ditolerir. “Namun, bagi penderita hipertensi, kolesterol tinggi, atau diabetes yang tidak terkontrol, pola diet sebelumnya harus tetap dijaga,” katanya.
Ia menyarankan agar setiap orang memahami kondisi kesehatannya sendiri. “Setelah bersilaturahmi dan mengonsumsi makanan, segera ukur tekanan darah atau gula darah. Jangan menunggu sampai muncul gejala. Deteksi dini sangat penting untuk menyesuaikan dosis obat bila diperlukan,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan