Fasad yang Bercerita: Antara Alam dan Rekayasa

Kesan pertama yang ditangkap dari eksterior rumah ini adalah dominasi material bertekstur batu alam — namun justru di sinilah kejutan pertama tersimpan. Seluruh dinding fasad yang tampak seperti kulit batu sesungguhnya merupakan material GRC (Glass Fiber Reinforced Concrete) atau papan semen yang kemudian dilapisi cat tekstur khusus, dikerjakan tangan oleh tenaga ahli cat dekoratif.

Keputusan ini bukan sekadar estetika. Studio Avana menjelaskan bahwa material kulit batu alami berukuran besar — di atas modul 60×120 cm — sangat langka di pasaran Indonesia. Jika dipaksakan dengan modul kecil, pola yang terbentuk justru akan membuat tampilan menjadi terlalu ramai dan kehilangan kesan masif yang diinginkan. Solusi GRC bercat tekstur memungkinkan kesan satu bidang batu yang utuh dan dramatis.

RADIO SUARA BERSATU FM