Mentimun sendiri memiliki keistimewaan tersendiri di antara jenis lalapan lainnya, yakni kandungan airnya yang jauh lebih tinggi dibanding sayuran lain. Inilah yang membuat mentimun memberikan sensasi segar dan turut berkontribusi pada kecukupan cairan tubuh.

Ancaman Tersembunyi: Bakteri dan Pestisida

Di balik manfaatnya yang melimpah, lalapan mentah menyimpan potensi risiko yang tidak boleh diabaikan. Sayuran yang dikonsumsi tanpa dimasak rentan mengandung kotoran, bakteri patogen seperti Escherichia coli penyebab diare, hingga residu pestisida yang digunakan selama proses pertanian.

Dokter Shila mengingatkan bahwa dari lahan panen hingga sampai ke tangan konsumen, lalapan berpindah melalui banyak tangan dan belum tentu dibersihkan dengan benar di setiap tahapnya. Oleh karena itu, proses pencucian yang cermat menjadi kunci utama keamanan konsumsi lalapan.

Cara mencuci yang dianjurkan adalah dengan menggunakan air mengalir, bukan sekadar merendamnya dalam air diam. Untuk sayuran berlapis seperti selada, setiap helai daun perlu dibuka dan dicuci satu per satu agar kotoran di sela-selanya benar-benar terangkat. Adapun untuk mengurangi risiko residu pestisida, permukaan lalapan perlu digosok secara menyeluruh, lalu dapat direndam dalam air garam, cuka apel, atau dicuci menggunakan sabun khusus buah dan sayur yang kini sudah banyak tersedia di pasaran. Bagi yang ingin lebih aman, kini sudah tersedia pula produk sayuran berlabel bebas pestisida yang dapat menjadi pilihan.