Baik untuk Ibu Hamil, Bukan Pemicu Kelahiran Prematur

Mitos lain yang juga perlu diluruskan adalah anggapan bahwa konsumsi labu siam dapat menyebabkan bayi lahir prematur. Dokter Kristina menegaskan bahwa klaim tersebut sama sekali tidak benar. Labu siam justru kaya akan vitamin B dan vitamin C, termasuk vitamin B9 atau asam folat yang sangat dibutuhkan selama masa kehamilan. Asam folat berperan penting dalam pembentukan jaringan saraf atau neural tube pada janin. Oleh karena itu, ibu hamil justru dianjurkan untuk mengonsumsi labu siam sebagai salah satu sumber asam folat alami guna mendukung perkembangan janin yang sehat dan sempurna.

Menjaga Kolesterol dan Melindungi Jantung

Bagi mereka yang gemar mengonsumsi makanan berlemak seperti daging berbumbu santan, labu siam rebus bisa menjadi pendamping makan yang sangat bermanfaat. Labu siam sama sekali tidak mengandung kolesterol, dan seratnya — baik serat larut maupun tidak larut — bekerja aktif mengikat kolesterol di dalam saluran pencernaan agar tidak diserap secara berlebihan oleh tubuh. Dengan mengonsumsi labu siam secara rutin, kadar kolesterol dalam darah dapat lebih terjaga dan risiko penyakit jantung pun berkurang.

Menurunkan Risiko Hipertensi

Selain baik untuk kolesterol, labu siam juga terbukti bermanfaat dalam menurunkan risiko tekanan darah tinggi atau hipertensi. Kandungan garamnya yang rendah dipadukan dengan kadar potasium yang cukup tinggi menjadikan labu siam ideal dikonsumsi oleh penderita hipertensi maupun mereka yang ingin mencegahnya. Menariknya, pucuk daun labu siam pun memiliki manfaat serupa. Pucuk labu siam kerap diolah menjadi teh yang bersifat diuretik, yakni membantu tubuh membuang kelebihan cairan sehingga tekanan darah ikut turun.

Antioksidan Pelindung dari Kanker

Labu siam juga mengandung antioksidan flavonoid dan vitamin C yang berperan sebagai penangkal radikal bebas dalam tubuh. Kandungan serat tinggi di dalamnya secara khusus diketahui dapat menurunkan risiko kanker usus besar, sementara sifat antioksidannya secara umum membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan yang dapat memicu pertumbuhan sel kanker. Bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit kanker, memasukkan labu siam ke dalam menu harian bisa menjadi langkah pencegahan yang sederhana namun bermakna.