Jika dikonsumsi secara berlebihan dan terus-menerus, kolesterol tersebut dapat menumpuk di pembuluh darah dan memicu terbentuknya plak aterosklerosis, yang pada akhirnya meningkatkan risiko stroke.

Selain itu, jeroan juga mengandung purin dalam jumlah tinggi yang dapat memicu peningkatan kadar asam urat. Kondisi ini berisiko menyebabkan hiperkurisemia jika tidak dikontrol dengan baik.

Tak hanya itu, proses pengolahan yang kurang higienis atau tidak matang sempurna juga berpotensi menimbulkan infeksi parasit. Parasit seperti cacing dapat hidup di saluran pencernaan hewan dan berpindah ke manusia jika jeroan tidak dimasak hingga matang.

Dari sisi pencernaan, konsumsi jeroan dalam jumlah besar juga dapat menimbulkan keluhan seperti kembung dan rasa tidak nyaman. Hal ini disebabkan oleh tingginya kandungan lemak yang lebih sulit dicerna oleh tubuh.

Meski demikian, masyarakat tidak sepenuhnya harus menghindari jeroan. Konsumsi tetap diperbolehkan selama dalam jumlah terbatas dan diimbangi dengan pola makan sehat.

RADIO SUARA BERSATU FM