Manfaat ketujuh ditujukan khusus bagi ibu hamil. Pada trimester pertama kehamilan, banyak ibu yang berjuang melawan morning sickness dengan gejala mual, muntah, sakit kepala, hingga kelelahan yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Vitamin B6 yang terkandung dalam pisang kepok diketahui secara ilmiah mampu meringankan gejala-gejala tersebut, menjadikannya pilihan camilan alami yang aman dan menyehatkan bagi ibu hamil.

Manfaat kedelapan adalah pencegahan anemia. Anemia terjadi ketika tubuh kekurangan sel darah merah yang bertugas mengangkut oksigen ke seluruh jaringan tubuh. Gejala yang ditimbulkan bisa berupa rasa mudah lelah, lemas, hingga sulit berkonsentrasi. Kandungan zat besi dan folat dalam pisang kepok berperan penting dalam mendukung proses pembentukan sel darah merah, sehingga risiko anemia dapat ditekan secara efektif melalui konsumsi rutin buah ini.

Manfaat kesembilan mungkin paling mengejutkan — pisang kepok justru membantu menurunkan berat badan. Banyak orang yang sedang menjalani program diet menghindari pisang kepok karena mengira kandungan karbohidratnya akan memicu penambahan berat badan. Anggapan ini keliru. Karbohidrat dalam pisang kepok adalah jenis karbohidrat kompleks yang dicerna lebih lambat oleh tubuh, menghasilkan rasa kenyang yang bertahan lebih lama, dan pada akhirnya membantu mengendalikan nafsu makan secara alami.

Di luar kesembilan manfaat tersebut, cara pengolahan dan penyimpanan pisang kepok juga turut menentukan kualitas gizinya. Para ahli menganjurkan agar pisang kepok disimpan pada suhu ruang yang sejuk dan terhindar dari sinar matahari langsung. Memasukkan pisang yang belum matang ke dalam kulkas tidak disarankan karena dapat menghambat proses pematangan alaminya. Pisang yang sudah matang sempurna — ditandai dengan kulit berwarna kuning keemasan — baru boleh disimpan di lemari pendingin untuk memperpanjang kesegarannya.