“Ketika hidrasi tubuh berkurang, sendi-sendi besar seperti lutut, panggul, dan tulang belakang yang menopang berat badan menjadi rentan mengalami nyeri,” jelasnya. Sendi-sendi tersebut memiliki rongga besar yang membutuhkan cairan sendi dalam jumlah cukup untuk berfungsi optimal.
Untuk mencegah dehidrasi, Dr. Omar menekankan pentingnya distribusi cairan yang tepat, bukan hanya total volume yang dikonsumsi. Ia merekomendasikan pola minum yang terdistribusi: 400-500 cc saat berbuka, dilanjutkan saat makan malam dan sebelum tidur, kemudian saat sahur dan menjelang imsak.
Nyeri Sendi Bukan Monopoli Lansia
Membantah mitos yang beredar, Dr. Omar menegaskan bahwa masalah persendian tidak eksklusif dialami kelompok lanjut usia. “Faktor penyebab nyeri sendi sangat beragam—berat badan berlebih, aktivitas fisik yang terlalu berat atau justru terlalu ringan, semuanya dapat memicu gangguan sendi pada usia produktif,” paparnya.
Terkait olahraga saat berpuasa, pakar ortopedi ini menganjurkan untuk tetap aktif bergerak dengan waktu yang tepat: 30-60 menit sebelum berbuka atau 1-2 jam setelah berbuka puasa. Olahraga teratur tetap penting untuk menjaga otot terlatih sehingga sendi tidak mudah nyeri.

Tinggalkan Balasan