PUNGGAWALIFE, Jakarta — Jika Anda mulai bosan dengan ruangan bergaya minimalis yang serba sederhana dan netral, tren dekorasi maximalism bisa menjadi alternatif menarik. Gaya interior ini justru menolak filosofi “less is more” dan mengusung semangat sebaliknya: more is more. Melalui perpaduan warna mencolok, pola berani, dan aksesori penuh makna, maximalism menghadirkan ruang yang mencerminkan kepribadian dan cerita pemiliknya.
Apa Itu Gaya Maximalism?
Dilansir dari Homes & Gardens, Selasa (28/10), para desainer interior menjelaskan bahwa maximalism merupakan gaya dekorasi yang sangat personal dan bebas dari aturan kaku. Ruang dengan gaya ini sering tampak “ramai”, namun justru menghadirkan harmoni melalui permainan warna, pola, tekstur, dan bentuk dekorasi yang berlapis.
Meski terlihat penuh, gaya ini bukan sekadar menumpuk berbagai benda tanpa arah. Unsur kurasi menjadi kunci, di mana setiap barang dipilih karena memiliki cerita, nilai emosional, atau makna khusus. Karena itu, ruangan bergaya maximalism biasanya terasa hangat, intim, dan mencerminkan karakter penghuni rumah.
Prinsip Desain Maximalism
Salah satu prinsip utama dalam maximalism adalah layering, yakni penumpukan elemen dekoratif secara bertahap. Desain bisa dimulai dari elemen besar seperti warna dinding, wallpaper, atau lantai, lalu diperkaya dengan aksesori seperti lukisan, pajangan antik, atau barang koleksi pribadi.
Pola dan tekstur diberi ruang untuk “berdialog”. Misalnya, motif klasik bisa dipadukan dengan warna-warna cerah atau material yang kontras. Dengan pemilihan yang cermat, perpaduan elemen berbeda tetap terlihat kohesif dan tidak berantakan.
Tips Menerapkan Gaya Maximalism di Rumah
Bagi pemula, disarankan untuk mulai bereksperimen di ruang kecil yang jarang digunakan, seperti kamar mandi tamu atau ruang tamu kecil. Di area ini, Anda bisa mencoba warna-warna berani, pola unik, atau dekorasi mencolok tanpa khawatir berlebihan.

Tinggalkan Balasan