PUNGGAWALIFE – Permasalahan perut buncit yang kerap mengganggu penampilan ternyata dapat diatasi melalui program jalan kaki yang tepat. Hal ini disampaikan oleh Dr. Michael Tjanto, dokter spesialis olahraga, dalam edukasi kesehatan terbaru mengenai hubungan aktivitas fisik dengan penampilan tubuh.
Menurut Dr. Michael, perut yang membuncit pada dasarnya terjadi akibat lemahnya otot-otot dinding perut yang berfungsi menahan organ dalam agar tidak bergeser. “Ketika otot-otot perut melemah, organ dalam akan mendorong keluar sehingga perut tampak menonjol. Berbeda halnya jika otot perut kuat namun organ dalam terdorong keluar karena faktor lain seperti profesi yang sering menggunakan alat tiup,” jelasnya.
Program Jalan Kaki yang Tepat
Dr. Michael Triyanto, SpKO menegaskan bahwa tidak semua aktivitas jalan kaki dapat dikategorikan sebagai olahraga yang efektif untuk mengecilkan perut. “Jalan santai di pasar atau mal tentu tidak akan memberikan hasil optimal. Diperlukan program khusus dengan teknik tertentu,” ungkapnya.
Teknik jalan cepat yang direkomendasikan melibatkan gerakan tangan yang tidak hanya menggerakkan tubuh, tetapi juga melatih otot oblikus di samping perut. Gerakan ini secara bertahap dapat memperkuat otot perut dan bahkan memunculkan definisi otot yang diinginkan.
Standar Durasi dan Intensitas
Mengacu pada panduan American College of Sport Medicine (ACSM), Dr. Michael merekomendasikan program jalan kaki minimal 30 menit sehari selama 5 hari dalam seminggu, dengan total 150 menit per minggu. “Program ini tidak hanya memperkuat otot perut, tetapi juga meningkatkan kesehatan secara keseluruhan,” katanya.
Untuk hasil maksimal, dokter yang berpraktik di Slim & Health Sports Therapy ini menyarankan kombinasi jalan cepat dengan jogging dalam format High Intensity Interval Training (HIIT). Program ini terdiri dari 2,5 menit jalan cepat diselingi 30 detik jogging yang diulang selama total 30 menit.
Kombinasi dengan Pengaturan Diet
Dr. Michael menekankan bahwa hasil optimal tidak dapat dicapai hanya melalui olahraga. “Diperlukan kombinasi dengan pengaturan pola makan yang tepat untuk menciptakan defisit kalori,” jelasnya.
Pendekatan diet yang disarankan adalah mengurangi seperempat porsi makan dari ukuran kenyang biasa, bukan dari porsi makan normal. “Misalnya jika biasanya kenyang dengan satu porsi nasi padang, cukup konsumsi tiga perempat bagian saja. Ini memastikan tubuh tetap berenergi untuk berolahraga,” paparnya.
Target Pencapaian
Dengan kombinasi olahraga teratur dan pengaturan diet yang tepat, Dr. Michael memperkirakan penurunan berat badan sekitar 3 kilogram per bulan. “Untuk seseorang dengan kelebihan berat 5-6 kilogram, target perut yang lebih kecil dan otot yang kencang dapat tercapai dalam dua bulan,” ungkapnya.
Latihan Tambahan untuk Otot Perut
Selain jalan kaki yang termasuk kategori olahraga aerobik, Dr. Michael merekomendasikan latihan anaerobik yang secara khusus menargetkan otot perut. Beberapa gerakan yang disarankan antara lain basic crunch, crunch V, plank, dan crunch side to side.
“Latihan-latihan ini lebih fokus pada penguatan otot perut secara langsung, melengkapi efek samping dari program jalan kaki,” tutupnya.
Dr. Michael Tjanto dapat dihubungi melalui Slim & Health Sports Therapy yang berlokasi di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kemayoran atau di Jalan Arjuna Utara 1F untuk konsultasi lebih lanjut mengenai program olahraga yang sesuai kebutuhan individu.

Tinggalkan Balasan