Gorengan dan makanan tinggi garam yang sering dikonsumsi saat berbuka juga menimbulkan masalah. Garam menarik air dari dalam sel, membuat tubuh merasa semakin haus. Kebiasaan buruk ini diperparah dengan kurangnya konsumsi air putih. Beberapa orang lebih banyak minum kopi atau teh yang justru bersifat diuretik, membuang cairan tubuh melalui urine, sehingga ginjal semakin kekurangan cairan.
Pola Minum yang Direkomendasikan
Untuk menjaga kesehatan ginjal selama berpuasa, kebutuhan air tubuh harus tetap dipenuhi. Tubuh memerlukan delapan gelas air setiap hari yang dapat dibagi dari waktu berbuka hingga sahur dengan pola “2-4-2”.
Dua gelas air putih saat berbuka puasa, empat gelas air putih pada malam hari, dan dua gelas lagi setelah selesai sahur. Pola ini memastikan ginjal mendapat cairan cukup untuk menyaring darah dengan baik keesokan harinya.
Air putih adalah minuman terbaik untuk ginjal karena tidak mengandung kalori dan gula, sehingga ginjal tidak perlu memecah zat tambahan.

Tinggalkan Balasan