Dari sisi vitalitas, buah tin juga memiliki peran penting. Kandungan antioksidan di dalamnya membantu memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak sekaligus meningkatkan daya tahan tubuh. Bahkan, beberapa senyawa seperti angelicin disebut memiliki potensi dalam membantu mencegah jenis kanker tertentu, seperti kanker kulit dan prostat.
Buah tin juga dapat membantu mengatasi anemia karena mengandung zat besi. Namun, Ida mengingatkan bahwa penyerapan zat besi dari sumber nabati perlu didukung asupan protein agar lebih optimal.
Meski demikian, tidak semua anggapan tentang buah tin terbukti benar. Klaim bahwa buah tin dapat menyembuhkan diabetes dipastikan sebagai mitos. Menurut Ida, diabetes merupakan penyakit yang tidak dapat disembuhkan, tetapi bisa dikendalikan melalui pola makan sehat.
“Buah tin tetap mengandung gula alami seperti glukosa dan fruktosa, sehingga konsumsinya harus dibatasi, terutama bagi penyandang diabetes,” jelasnya.
Ia menyarankan konsumsi buah bagi penderita diabetes tetap diperbolehkan, namun dalam jumlah terkontrol, yakni sekitar tiga hingga empat porsi per hari dengan komposisi seimbang bersama sayuran.

Tinggalkan Balasan